Lalu bagai mana komentar anda?
Tampilkan postingan dengan label Asean. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asean. Tampilkan semua postingan
Rabu, Desember 19, 2007
2 kejadian "aneh" terjadi di Asian Idol
Bila Anda nonton Asian Idol Minggu, 16 Desember 2007 mungkin anda perhatikan ada sesuatu yang aneh. Yang pertama adalah penampilan Peterpan yang langsung diikuti oleh Abhijeet Sawant, lagu yang mereka bawakan Tak Bisakah dan Kya Mujhe Pyaar Hai adalah lagu yang pernah menjadi kontroversi dibawakan dalam satu panggung dan dinyanyikan "berdampingan".
Yang kedua adalah kemenangan Hady Mirza yang berasal dari Singapore, terlepas dari bagus atau tidaknya suara Hady Mirza, yang pasti diketahui adalah Singapore negara tempat dia berasal hanya memiliki 4.353.893 jiwa. Bila saja dibanding dengan India 1.065.070.607 jiwa, atau Indonesia 238.452.952 jiwa (Sumber Wikipedia Indonesia, 2007) maka kemenangan Hady Mirza adalah luar biasa, meskipun dengan cara 1 SMS 2 pilihan.
Lalu bagai mana komentar anda?
Lalu bagai mana komentar anda?
Categories :
Asean,
Entertainment,
Music,
YouTube
Sabtu, November 17, 2007
Malaysia Akhirnya Akui "Rasa Sayange" Sebagai Milik Bersama
Jakarta (ANTARA News) - Pihak pejabat resmi Malaysia akhirnya mengakui lagu "Rasa Sayange" merupakan milik warisan bersama bangsa Melayu, Indonesia dan Malaysia.
"Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia," kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu.
Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program "Indonesia Now" di sebuah media televisi berita, Minggu petang.
Lagu "Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.
Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu "Rasa Sayang Hei" sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu "Burung Kakatua".
"Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu "Rasa Sayang Hei" oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Kan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya," ujar Devianti.
Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.
"Bisa dibilang kedatangan serentak karena memang ke-315 orang muda itu datang serentak dengan kapal `Nippon Maru` dan akan berada di Jakarta selama empat hari," ungkapnya.
Selama di Jakarta, menurut Devianti, ada beberapa program kenegaraan (resmi), seperti pertemuan dengan Walikota Jakarta Utara, Ketua DPR Agung Laksono, Anggota Komisi I dan Komisi IX DPR, Gubernur DKI Jakarta dan bersama pihak Departemen Luar Negeri RI.
"Di luar acara kenegaraan itu, ada kegiatan `home stay` selama dua malam dua hari bersama keluarga Indonesia yang tersebar di seluruh Jabodetabek," tambahnya.
Kepada warga Jakarta dan sekitarnya, demikian Devianti, bisa menikmati program `open ship` (acara terbuka untuk umum) selama satu hingga dua jam di KM `Nippon Maru`, pada hari Jumat (16/11) depan. (*)
"Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia," kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu.
Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program "Indonesia Now" di sebuah media televisi berita, Minggu petang.
Lagu "Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.
Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu "Rasa Sayang Hei" sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu "Burung Kakatua".
"Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu "Rasa Sayang Hei" oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Kan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya," ujar Devianti.
Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.
"Bisa dibilang kedatangan serentak karena memang ke-315 orang muda itu datang serentak dengan kapal `Nippon Maru` dan akan berada di Jakarta selama empat hari," ungkapnya.
Selama di Jakarta, menurut Devianti, ada beberapa program kenegaraan (resmi), seperti pertemuan dengan Walikota Jakarta Utara, Ketua DPR Agung Laksono, Anggota Komisi I dan Komisi IX DPR, Gubernur DKI Jakarta dan bersama pihak Departemen Luar Negeri RI.
"Di luar acara kenegaraan itu, ada kegiatan `home stay` selama dua malam dua hari bersama keluarga Indonesia yang tersebar di seluruh Jabodetabek," tambahnya.
Kepada warga Jakarta dan sekitarnya, demikian Devianti, bisa menikmati program `open ship` (acara terbuka untuk umum) selama satu hingga dua jam di KM `Nippon Maru`, pada hari Jumat (16/11) depan. (*)
sumber : www.antara.co.id
Kamis, Oktober 18, 2007
Dinilai Sukses Pasarkan Indonesia, SBY Dapat Penghargaan
Penghargaan tersebut diberikan pakar marketing Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya dari "Philip Kotler Center for ASEAN Marketing", sebelum Presiden Yudhoyono membuka ASEAN Forum 2007 yang bertema "Rethinking ASEAN: Towards ASEAN Community 2015" di Kantor Sekretariat ASEAN Jakarta, Selasa.
Philip Kotler Center for ASEAN Marketing memberikan penghargaan ini karena menilai Presiden Yudhoyono merupakan pemimpin yang dianggap berkontribusi signifikan terhadap pembangunan suatu negara melalui pemasaran, baik langsung maupun tidak langsung.
Presiden Yudhoyono dinilai mampu mengangkat martabat bangsa di ASEAN dengan menempatkan Indonesia sebagai jangkar perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara, sehingga berdampak positif secara global.
Philip Kotler menyebut Yudhoyono sebagai pemimpin pertama yang dipilih langsung dalam pemilu yang demokratis dan berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, mampu menciptakan stabilitas politik dalam negeri, serta dapat menjalin hubungan internasional yang baik dengan bangsa lain.
Sementara itu, dalam kesempatan itu Presiden Yudhoyono menyatakan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya.
Philip Kotler Center for ASEAN Marketing memberikan penghargaan ini karena menilai Presiden Yudhoyono merupakan pemimpin yang dianggap berkontribusi signifikan terhadap pembangunan suatu negara melalui pemasaran, baik langsung maupun tidak langsung.
Presiden Yudhoyono dinilai mampu mengangkat martabat bangsa di ASEAN dengan menempatkan Indonesia sebagai jangkar perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara, sehingga berdampak positif secara global.
Philip Kotler menyebut Yudhoyono sebagai pemimpin pertama yang dipilih langsung dalam pemilu yang demokratis dan berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, mampu menciptakan stabilitas politik dalam negeri, serta dapat menjalin hubungan internasional yang baik dengan bangsa lain.
Sementara itu, dalam kesempatan itu Presiden Yudhoyono menyatakan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya.
sumber : http://www.antara.co.id
Categories :
Asean,
Economy,
International,
Motivation,
National,
Politics
Kamis, Oktober 11, 2007
Rasa Sayange
Gimana Rasanye? Rasanye Gimane?Rasa sayange... rasa sayang sayange... Eeee lihat dari jauh rasa sayang sayange
Mana kancil akan dikejar, kedalam pasar cobalah cari... Masih kecil rajin belajar, sudah besar senanglah diri
Si Amat mengaji tamat, mengaji Qur'an di waktu fajar... Biar lambat asal selamat, tak kan lari gunung dikejar
Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi... Kalau ada umurku panjang, boleh kita berjumpa lagi
Mau Bilang Sayang? Sayang Gimana Rasanye?
Indonesia Ku Sayang! Sayang Cuma Indonesia!
Blog Koleksi lirik lagu-lagu Indonesia Populer, kunjungi Lyric Crawler
Sabtu, Oktober 06, 2007
Asian Young Leaders Climate Forum (Bogor and Bali , 3-10 December 2007)
Asian Young Leaders Climate Forum
Bogor and Bali , 3-10 December 2007
British Council and WWF-Indonesia invites Asian young leaders' aged 18 – 30 yrs, committed to aspects of the climate change debate (ie. Mitigation, adaptation and communicating behavior change) and able to communicate effectively and convincingly in English to join Asian Young Leaders' Climate forum (AYLCF), at 4 – 7 December 2007 in Bogor , West Java .
AYLCF will involve countries in Asia Pacific e.g. Indonesia , Japan , Korea , Singapore , Malaysia , Taiwan , Thailand , Vietnam , India , Pakistan , Burma , China , Hong Kong , Australia and New Zealand , and also
UK . Each country will send 2 young leaders to join in this 4 day program with presentation, workshop and cultural activities culminating in production of an action plan which will be taken to Bali COP for dissemination to a wider audience.
The young leaders would come from young politicians, influential regional scientist, social scientist, young leaders in NGO groups, interested journalist, young business leaders, young lawyers, and other professional and student leaders. All would have a bit of a track record in the field.
13th COP will take place in Bali in December 2007. The fact that climate change is a long-term phenomenon, early awareness amongst tomorrow leaders and their commitment to action will mean the world will be in a better position to meet the challenges being faces.
Through AYLCF, young leaders could demonstrate to the world that the young leaders of Asia are playing their part in tackling this global problem.
More information on Asian Young Leaders Climate Forum, please contact:
gusni.puspitasari@ britishcouncil. or.id
Closing date is 22 October 2007
Bogor and Bali , 3-10 December 2007
British Council and WWF-Indonesia invites Asian young leaders' aged 18 – 30 yrs, committed to aspects of the climate change debate (ie. Mitigation, adaptation and communicating behavior change) and able to communicate effectively and convincingly in English to join Asian Young Leaders' Climate forum (AYLCF), at 4 – 7 December 2007 in Bogor , West Java .
AYLCF will involve countries in Asia Pacific e.g. Indonesia , Japan , Korea , Singapore , Malaysia , Taiwan , Thailand , Vietnam , India , Pakistan , Burma , China , Hong Kong , Australia and New Zealand , and also
UK . Each country will send 2 young leaders to join in this 4 day program with presentation, workshop and cultural activities culminating in production of an action plan which will be taken to Bali COP for dissemination to a wider audience.
The young leaders would come from young politicians, influential regional scientist, social scientist, young leaders in NGO groups, interested journalist, young business leaders, young lawyers, and other professional and student leaders. All would have a bit of a track record in the field.
13th COP will take place in Bali in December 2007. The fact that climate change is a long-term phenomenon, early awareness amongst tomorrow leaders and their commitment to action will mean the world will be in a better position to meet the challenges being faces.
Through AYLCF, young leaders could demonstrate to the world that the young leaders of Asia are playing their part in tackling this global problem.
More information on Asian Young Leaders Climate Forum, please contact:
gusni.puspitasari@ britishcouncil. or.id
Closing date is 22 October 2007
Categories :
Agenda,
Asean,
English,
Environment
Senin, Juli 16, 2007
Putihkan Senayan !!!
Himbauan untuk memutihkan Senayan ini diserukan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan chef delegation timnas Indonesia Nirwan Dermawan Bakrie, Minggu (15/7). Kedua petinggi institusi sepakbola nasional itu meminta agar seluruh pendukung timnas Indonesia menggunakan kaus berwarna putih saat pertandingan melawan Korsel nanti.
"Dukungan puluhan ribu penonton akan menambah semangat juang dan motivasi para pemain timnas. Hal itu sudah terbukti pada dua pertandingan sebelumnya," kata Nurdin Halid.
Nirwan Dermawan Bakrie yang juga wakil ketua umum PSSI menyatakan keyakinannya bahwa suporter Indonesia akan tetap berbondong-bondong ke Senayan untuk menyaksikan pertandingan timnya.
"Ini merupakan pertandingan hidup-mati untuk timnas dan saya yakin dukungan suporter akan membuat semangat juang mereka berlipat-lipat, " kata Nirwan Bakrie.
Menurut keterangan asisten tim manajer Chandra Solehan, jika timnas Indonesaia mengenakan kostum putih-hijau- putih maka tim Korsel akan memakai kostum berwarna merah-merah- merah.
"Jadi wajar kalau kita lupakan dulu warna merah dan memakai warna putih Rabu nanti. Ini pertandingan menentukan. Kemenangan akan membuahkan sejarah bagi Indonesia," kata Chandra Solehan.
Dia menyebutkan, kendati beberapa pemain masih dilibat cedera dan sejumlah pemain inti tak bisa diturunkan karena akumulasi kartu kuning, namun timnas Merah Putih tetap optimistis menghadapi pertandingan menentukan lawan Korsel itu. "Kita tetap siaga satu," tegas Chandra Solehan.
sumber : http://www.pssi-football.com
Jumat, Juli 13, 2007
About Bridge of Youth 2007
We are organizing program called BRIDGE of YOUTH 2007: ASEAN in our hands. This program will gather 100 youth age 17-25 from all over ASEAN countries to learn more about ASEAN, its challenges and how can we work together as one ASEAN to overcome the problems in each country. The program will be hold in Kuta, Bali Indonesia from 5th-11th August, 2007.
The program will be vary from discussion with the experts in ASEAN to outbound and social action for community. The following objectives from this program are:
- To educate young people about ASEAN and its problems
- To encourage young people to actively taking the real actions to solved the ASEAN problems
- To promote team work, tolerance, and peace towards the people from different and diverse backgrounds.
We will be supporting 90% of the local board, lodging and meals during the event. We also encourage all the participants to cover their own air travel costs and domestic expenses such as airport tax, and visa (if needed).
The application form, brochure and further information about the program please contact us at:
The BRIDGE of YOUTH Committee
Contact person:
1. Fadil : +6281807916176
2. Inay : +62811949594
Email: BOY2007@positivemovementindonesia.org
Website:http://www.positivemovementindonesia.org/boy2007
Categories :
Agenda,
Asean,
English,
International,
Teenage
Senin, Juli 09, 2007
Dukung Tim Sepak Bola Indonesia di AFC ASIAN CUP 2007
Selasa, Awal Perjuangan Menegangkan
Hari Selasa, tepatnya, mulai pukul 17.25 wib, timnas senior Indonesia akan memulai perjuangannya di kontes Piala Asia 2007 dengan menghadapi Bahrain. Serupa dengan Indonesia, yang walau menjadi tuan rumah tetap dianggap sebagai tim kuda hitam, maka Bahrain pun masuk dalam kategori tim underdog.
Oleh karena itu, Indonesia mau pun Bahrain sama-sama bertekad untuk memenangkan pertandigan perdana di penyisihan Grup D ini untuk membuka peluang lolos ke putaran kedua atau babak perempat-final.
Arab Saudi dan Korea Selatan adalah dua 'raksasa' yang sulit dikalahkan dan karena itu menjadi target sebagai dua tim yang harus dijinakkan. Kemenangan pada partai pertama akan menjadi modal besar dalam menyajikan sebuah penampilan yang bisa merepotkan Arab Saudi atau Korsel.
Ketika hitung mundur menuju dimulainya rangkaian pertarungan penyisihan Grup D semakin mendekat, ketika atmosfir ketegangan semakin meningkat, dibutuhkan kejelian dan kecermatan tim pelatih mau pun manajemen tim secara keseluruhan untuk membuat nuansa kebersamaan diantara seluruh pemain kian mengental. Tak terkecuali di tim Indonesia. Dalam konteks ini bisa dikatakan bahwa manajemen timnas yang langsung berada di bawah komando Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie selaku chef de mission berupaya optimal dalam melakukannya.
"Kami hanya mencoba memfasilitasi apa yang terbaik untuk para pemain, walau pun mungkin yang kami berikan belum sepenuhnya sesuai dengan keinginan mereka," ungkap Nirwan Dermawan Bakrie ketika disinggung mengenai upaya-upaya yang coba dilakukan untuk meningkatkan sinergi dalam timnas senior.
Masih dalam konteks kebersamaan dalam tim itu, Nirwan Dermawan Bakrie tak urung melontarkan pujiannya atas pemberitaan pers yang dinilainya telah ikut mendorong semakin tumbuhnya atmosfir yang baik balam timnas.
"Setahu saya tak ada pers yang membuat pemberitaan negatif tentang timnas. Memang selalu ada kritik, tetapi saya senang karena kritiknya sangat konstruktif, mengurai masalah namun tetap dengan memberikan jalan keluar," ujar Nirwan Bakrie.
"Semua fokus untuk timnas, karena semuanya menyadari bahwa perjuangan timnas memang sangat berat. Tetapi kita sama-sama yakin bahwa di sepakbola selalu ada kejutan, dan itulah yang sama-sama kita harapkan dari Piala Asia 2007 ini," jelas Nirwan Bakrie.
Nirwan sendiri meminta maaf karena dia tak bisa sepenuhnya memfokuskan diri untuk Piala Asia, misalnya dengan mencoba sesering mungkin bisa dekat dan berdialog dengan para pemain timnas. Namun, dia gembira karena pendelegasian kewenangan dalam timnas telah berjalan dengan baik, sehingga tak ada pernik permasalahan yang muncul dalam manajemen timnas.
"Hubungan manajemen dengan tim, baik dengan pelatih mau pun pemain, berjalan sangat baik," pujinya. Selasa sore, ketika para pemainnya berlaga dengan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Nirwan berjanji untuk mendampingi mereka dengan duduk di bangku cadangan.
"Insya Allah, saya akan duduk bersama mereka, dan melihat mereka meraih kemenangan," tuturnya.
Manajer tim Andi Darussalam Tabusalla menyatakan, secara pribadi dia sudah meminta agar Nirwan Bakrie yang pimpinan delegasi timnas Indonesia bisa duduk bersamanya di bench tim Indonesia.
"Saya juga katakan padanya, Insya Allah kita akan menang," tegas Andi Darussalam Tabusalla.
Menyoal kembali kebersamaan dalam tim, deputi manajer H.M.Chandra Solehan, asisten pelatih Syamsudin Umar, mau pun dokter tim Zaini Khadafi Saragih sama-sama mengemukakan bahwa atmosfir atau nuansa kebersamaan dalam timnas tetap terjaga hingga jam-jam terakhir menuju dimulainya rangkaian pertarungan penyisihan Grup D Piala Asia 2007 ini.
"Tak ada yang (pemain) yang merasa lebih senior, sementara yang baru tampil di Piala Asia pun tak punya beban mental. Saya kira suasana dalam tim ini benar-benar kondusif," jelas Chandra Solehan.
Asisten pelatih Syamsudin Umar menyatakan, semakin tumbuhnya kebersamaan dalam tim karena adanya hubungan yang harmonis diantara tim pelatih, pelatih dengan pemain mau pun antara sesama pemain.
"Jadi memang hampir tak ada jarak diantara pemain," katanya.
Menurut keterangan dokter Zaini, seluruh pemain sangat menyadari bahwa mereka menghadapi sebuah pertarungan yang besar dan karenanya harus disikapi secara profesional. "Karena itu dalam latihan pun tak ada pemain yang mengeluh, semuanya bersikap gembira," katanya.(adi)
Langganan:
Postingan (Atom)
