Tampilkan postingan dengan label Lagu Wajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagu Wajib. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 16, 2009

Indonesia Raya

=Wage Rudolf Soepratman=


Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

II

Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

III

Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Disanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Refrain

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, negriku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
= = = = = = = = = = = = = = = = =
Watch & listen The Indonesian National Anthem played and sung by more than 80,000 spectators at the Gelora Bung Karno Stadium in Jakarta in the match between Indonesia vs Korea Republic on Asian Cup 2007.



Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Senin, Agustus 06, 2007

Roy Suryo dan Tim Air Putih Hanya Mencari Sensasi

Dalam satu , dua hari belakangan ini, tayangan televisi swasta lokal Jakarta dan nasional memberitakan tentang lagu Indonesia "tempo Dulu". Lagu kebangsaan tersebut yang disiarkan oleh saluran tv swasta, berhubungan tentang bait yang lebih banyak dari versi yang diajarkan di sekolah hingga kini, dan katanya lebih bersemangat. Ini menjelaskan ada semacam ketidaksesuaian, yang lebih parah lagi Roy Suryo dan Tim Air Putih, diklaim oleh saluran tv tersebut sebagai "penemu" lagu Indonesia Raya yang "asli" dalam bentuk video terbitan tahun 1944.

Mereka menemukannya dengan tidak sengaja, ketika ingin melihat lewat internet tentang foto-foto Indonesia jaman dulu. Eh, tanpa disengaja ditemukanlah lagu kebanggaan bangsa Indonesia itu (seperti romantika Columbus, bukan???). Saya berfikir, apakah seceroboh ini, bangsa Indonesia dalam mengabadikan atau menghargai Pahlawan Nasional Wage Rudolph Supratman?.

Hari itu juga, saya mulai membuka buku terbitan tahun 1949 yang berjudul : Lukisan Sejarah Indonesia karya Kementrian Penerangan Republik Indonesia yang ketika itu Presidennya adalah Dr.Ir.Soekarno. Tepat pada lembaran-lembaran awal, keyakinanku terjawab. Syair yang terdengar di tv, ternyata sudah tertata rapi, lebih dari 60 tahun yang lalu bangsa ini telah mengabadikannya. Bahkan sejak april 2007, pada situs http://www.youtube.com/ juga terpampang lagu Indonesia raya seperti yang ditampilkan oleh Ahli Telematika dan tim-nya itu, sehingga "diakui" merekalah penemunya. Bahkan, Des Alwi sang pelaku sejarah telah mempunyai rekaman asli lagu yang diberitakan oleh pers tv sebagai "temuan" Roy Suryo.

Sudah seharusnya ahli telematika belajar dari orang-orang yang ahli bidang sejarah, dan insan pers tv harus croscheck terhadap informasi dari orang yang belum ahli dibidangnya, dalam hal ini adalah ahli sejarah. Selanjutnya timbul pertanyaan, kenapa ada perbedaan syair?, dijelaskan oleh keturunan W.R.Supratman, bahwa pengurangan syair disebabkan oleh tekanan Belanda dan Jepang karena selalu berpekik-kan : merdeka", dan bersifat provokatif.

Dan, saya kira pengurangan itu dilakukan agar nyayian tersebut lebih praktis, artinya agar anak didik dapat lebih mudah menghafal, toh intisarinya masih tetap semangat kebangsaan. Dengan demikian, saya berpendapat bahwa apa yang dilakukan dan diberitakan beberapa hari ini, Roy Suryo dan Tim-nya tidak lebih hanya mencari sensasi. Itupun, kalau tidak mau disebut sebagai pihak yang tidak pernah mengikuti perkembangan Indonesia, alias tidak pernah membaca buku sejarah. Hal ini diperparah lagi oleh insan pers tv, yang dengan bombastis memberitakan "penemuan" pihak yang tidak tahu menahu itu.

Kalau penemuan benua Amerika oleh Cristophorus Columbus yang penuh romantika itu, baru dipatahkan kebenarannya pada abad 20, dengan diyakininya secara ilmiah bahwa bangsa Viking dan Cina-lah yang lebih awal datang ke Amerika, maka "penemuan yang konyol" oleh Roy Suryo dan Tim-nya itu yang diberitakan oleh pers tv, dapat ditanggulangi dengan cara membuka internet dan baca buku sejarah, atau menyaksikan secara langsung Lagu Indonesia Raya terbitan tahun 1944 di rumah Des Alwi, tanpa membutuhkan hitungan tahun. Kita harus banyak membaca buku, bukan???...lebih baik jadi "kutu buku" daripada kelak "mati kutu"...Mulailah membaca hari ini!!! Hiduuplah Indonesia Raya......


Sucipto Ardi
Pecinta Sejarah Indonesia

Selasa, Mei 08, 2007

16 Lirik Lagu Wajib Nasional

Bagi temen-temen yang masih berstatus pelajar, pastilah lagu-lagu Wajib Nasional masih sangat familiar di telinga. Setidaknya saat upacara bedera Lagu Indonesia Raya tidak pernah terlewat dinyanyikan oleh paduan suara dari kelas yang mendapat giliran untuk menjadi petugas upacara. Namun para alumni yang telah lulus lebih dari 2 tahun, apakah masih ingat dengan lirik dan nada dari lagu-lagu Wajib Nasional tersebut?

Sekedar menyegarkan dan meningkatkan semangat Nasional, berikut lirik-lirik 16 lagu Wajib Nasional Indonesia, sebagian disertakan dengan instrumen MIDI yang di embed dari Songs Indonesia (http://www.geocities.com/SoHo/1823/) :
  1. Bagimu Negeri (Ciptaan : Kusbini)
  2. Bendera Merah Putih (Ciptaan : Ibu Sud)
  3. Berkibarlah benderaku (Ciptaan : Ibu Sud)
  4. Dari Sabang sampai Merauke (Ciptaan : R. Surarjo)
  5. Garuda Pancasila (Ciptaan : Sudharnoto)
  6. Hari Merdeka (Ciptaan : H. Mutahar)
  7. Halo-Halo Bandung (Ciptaan : Ismail Marzuki)
  8. Ibu Kartini (Ciptaan : WR Supratman)
  9. Indonesia Pusaka (Ciptaan : Ismail Marzuki)
  10. Indonesia Raya (Ciptaan : WR Supratman)
  11. Indonesia Tetap Merdeka (Ciptaan : C. Simanjuntak)
  12. Indonesia Tumpah Darahku (Ciptaan : Ibu Sud)
  13. Maju Tak Gentar (Ciptaan : C. Simanjuntak)
  14. Rayuan Pulau Kelapa (Ciptaan : Ismail Marzuki)
  15. Satu Nusa Satu Bangsa (Ciptaan : L. Manik)
  16. Syukur (Ciptaan : H. Mutahar)
Selain 16 Lagu-lagu wajib di atas, anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya dapat mengakses blog Lyric Crawler pada halaman yang berjudul Daftar 16 Lagu Wajib Nasional + 40 Lagu Tema Nasionalisme

Senin, Mei 07, 2007

Bagimu Negeri (Ciptaan : Kusbini)

Padamu negri
kami berjanji
Padamu negri
kami berbakti
Padamu negri
kami mengabdi
Bagimu negri
jiwa raga kami


Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Bendera Merah Putih (Ciptaan : Ibu Sud)

Bendera Merah Putih
Bendera tanah airku
Gagah dan jernih tampak warnamu
Berkibarlah di langit yang biru
Bendera Merah Putih
Bendera bangsaku

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Berkibarlah benderaku (Ciptaan : Ibu Sud)

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela

Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s'lama lamanya

Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang
Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban

Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s'lama lamanya


Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Dari Sabang sampai Merauke (Ciptaan : R. Surarjo)

Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia

Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia


Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Garuda Pancasila (Ciptaan : Sudharnoto)

Garuda Pancasila
Aku-lah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku

Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju


Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Hari Merdeka (Ciptaan : H. Mutahar)

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari Merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
merdeka . . .

S'kali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Halo-Halo Bandung (Ciptaan : Ismail Marzuki)

Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Ibu Kartini (Ciptaan : WR Supratman)

Ibu kita Kartini Putri sejati
Putri Indonesia Harum namanya

Ibu kita Kartini Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini Putri jauhari
Putri yang berjasa Se Indonesia

Ibu kita Kartini Putri yang suci
Putri yang merdeka Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu Se-Indonesia

Ibu kita Kartini Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia




Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Indonesia Pusaka (Ciptaan : Ismail Marzuki)

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata


Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Indonesia Raya (Ciptaan : WR Supratman)

(I)
Indonesia , tanah airku , tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri , jadi pandu ibuku
Indonesia , kebangsaanku , bangsa dan tanah airku
marilah kita berseru : Indonesia bersatu

hiduplah tanahku, hiduplah negriku
bangsaku, rakyatku, semuanya
bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya, merdeka merdeka
tanahku, negriku, yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
hiduplah Indonesia Raya

(II)
Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada, untuk s'lama lamanya
Indonesia tanah pusaka, p'saka kita semuanya
Marilah kita mendo'a, Indonesia bahagia

Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

(III)
Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri, 'njaga ibu sejati
Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi

S'lamatlah rakyatnya, s'lamatlah putranya
Pulaunya, lautnya semuanya
Majulah negrinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya



Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Indonesia Tetap Merdeka (Ciptaan : C. Simanjuntak)

Sorak sorak bergembira
Bergembira semua
Sudah bebas negri kita
Indonesia merdeka

Indonesia merdeka
Republik Indonesia
Itulah hak milik kita
Untuk s'lama lamanya

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Indonesia Tumpah Darahku (Ciptaan : Ibu Sud)

Di mana sawah luas menghijau
Di mana bukit biru menghimbau
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka yang kaya raya
Harum namanya Indonesia

Di mana puput berbunyi merdu
Di bawah gunung lembah yang biru
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka aman sentausa
Harum namanya Indonesia

Di mana nyiur melambai-lambai
Di mana padi masak mengurai
Tanah pusaka bahagia mulia
Harum namanya Indonesia

 
Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Maju Tak Gentar (Ciptaan : C. Simanjuntak)

Maju tak gentar
Membela yang benar
Maju tak gentar
Hak kita diserang

Maju serentak
Mengusir penyerang
Maju serentak
Tentu kita menang

Bergerak bergerak, Serentak serentak
Menerkam menerjang terjang
Tak gentar tak gentar, Menyerang menyerang
Majulah majulah menang

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Rayuan Pulau Kelapa (Ciptaan : Ismail Marzuki)

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff:

Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana

Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Satu Nusa Satu Bangsa (Ciptaan : L. Manik)

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita

Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

Syukur (Ciptaan : H. Mutahar)

Dari yakinku teguh, hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu, tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan, kehadiratMu Tuhan

Dari yakinku teguh, cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan ke bawah duli Tuhan

Dari yakinku teguh, bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu, pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan ke hadapanMu Tuhan

Anda yang ingin mengetahui lirik lagu-lagu dengan tema nasionalise lainnya?

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...