Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 02, 2009

Gamelan

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.

Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, "Degung" (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.
Sumber: Wikipedia (2/12/09) 

Calung

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).

Pengertian calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. Ada dua bentuk calung Sunda yang dikenal, yakni calung rantay dan calung jinjing.

Sumber: Wikipedia (1/12/09)

Angklung

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dar Tanah Sunda, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).

Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya:
Si Oyong-oyong
Sawahe si waru doyong
Sawahe ujuring eler
Sawahe ujuring etan
Solasi suling dami
Menyan putih pengundang dewa
Dewa-dewa widadari
Panurunan si patang puluh
Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk.

Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.

Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.
Sumber: Wikipedia (1/12/09)

Kamis, April 16, 2009

Macam - Macam Tarian Daerah Indonesia

1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh

Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.

Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam

2. Tari-tarian Daerah Bali

Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.

Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa

3. Tari-tarian Daerah Bengkulu

Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.

Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.

4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta

Tart Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.

Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.

5. Tari-tarian Daerah Jambi

Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.

Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.

6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat

Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.

Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.

7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah

Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.

Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.

8. Tari-tarian Daerah JawaTimur

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.

Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.

9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat

Tarri Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi

Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat

10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan

Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.

Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.

11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah

Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.

Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur

Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.

Tari perang, Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

13. Tari-tarian Daerah Lampung.

Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.

Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.

14. Tari-tarian Daerah Maluku

Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.

Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.

15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara

Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.

Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.

16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat

Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.

Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.

17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur

Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.

Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.

18. Tari-tarian Daerah Papua Barat danTengah

Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).

Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawana, dan kegagahan rakyat Papua.

29. Tari-tarian Daerah Papua Timur

Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.

Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.

20. Tari-tarian Daerah Riau

Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.

Tori Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi

21 Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan

Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.

Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes.

22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah

Tari Lumense, tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.

Tari Peule Cinde, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.

23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara

Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.

Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.

24. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara

Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.

Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.

25. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat

Tari Piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sam.

Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.

26. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan

Tari Tanggal, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat.

Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan

27. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara

Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.

Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.

28. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Serimpi Sangu Pati, sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut.

Tari Bedaya, merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai

copy from : http://de-kill.blogspot.com/2009/04/macam2-tarian-daerah-indonesia.html

Selasa, Maret 18, 2008

nformasi Program Pertukaran Pelajar AFS/YES/Jenesys tahun keberangkatan 2009-2010

Bina Antarbudaya adalah lembaga nirlaba yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia. Bermitra dengan AFS Intercultural Programs yang merupakan organisasi pertukaran pelajar tertua dan terbesar di dunia.

Setiap tahun Bina Antarbudaya menerima dan mengirim putra-putri terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan, tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain : Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, Prancis dan Swiss.

Saat ini Bina Antarbudaya membuka kesempatan bagi semua anak-anak Indonesia berusia 15 – 16,7 tahun dan duduk di kelas 1 (satu) SMA atau sederajat (termasuk santri Pondok Pesantren) untuk mengikuti proses seleksi (3 Tahap) pertukaran pelajar AFS / YES / Jenesys tahun keberangkatan 2009 – 2010.

Untuk informasi tempat pendaftaran silahkan buka HYPERLINK "http://www.bina-antarbudaya.net" www.bina-antarbudaya.net

Bagi yang tinggal atau bersekolah di Jakarta, Tangerang, Bekasi dapat menghubungi / datang langsung ke :

Panitia Seleksi INAYPScNH 09-10 Bina Antarbudaya Chapter Jakarta

Jl. Limau 22, Kebayoran Baru, Jakarta 12130 HYPERLINK
"http://www.babjakarta.org"www.babjakarta.org HYPERLINK
"mailto:chapterjakarta@gmail.com"chapterjakarta@gmail.com

Pendaftaran & pengembalian formulir : 1 - 30 April 2008

Senin - Jum'at : 15.00-18.00 WIB
Sabtu & Minggu : 12.00 - 16.00 WIB
Hari libur Nasional : tutup
Contact persons : Alex: 0817 0770 380 Rassi: 0815 95 330 95
Titis: 0816 162 7 162

STRICTLY NO SMS!

Open House Bina Antarbudaya Chapter Jakarta :

6 April 2008
09.00 - 16.00 WIB
@ Jl. Limau 22, Kb. Baru, Jaksel

Be there or be square!

Senin, Februari 18, 2008

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Online

kbbi-daring Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikenal dengan sebutan KBBI terbit pertama 28 Oktober 1988 saat Pembukaan Kongres V Bahasa Indonesia. Sejak itu kamus tersebut telah menjadi sumber rujukan yang dipercaya baik di kalangan pengguna di dalam maupun di luar negeri. Setiap ada permasalahan tentang kata, KBBI selalu dianggap sebagai jalan keluar penyelesaiannya. Selain muatan isi, KBBI memang disusun tidak sekedar sebagai sumber rujukan, tetapi menjadi sumber penggalian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta peradaban Indonesia. Oleh karena itu, rujukan tersebut kemudian semakin mengakar di dalam kehidupan berbahasa Indonesia walaupun upaya penyempurnaan isi tidak selamanya mengimbangi perkembangan kosakata bahasa Indonesia.

KBBI Daring ini merupakan upaya penyediaan kemudahan akses terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia di manapun, kapanpun, dan siapapun selama dapat memanfaatkan jaringan teknologi informasi dan komunikasi.

Minggu, Desember 30, 2007

Visit Indonesia 2008

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik secara resmi menyatakan dimulainya Visit Indonesia 2008 atau tahun kunjungan wisata Indonesia 2008 dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu malam.

Awalnya kami cukup bangga mendengar slogan promosi pariwisata Indonesia untuk tahun 2008 ini. Sayang setelah browsing untuk mencari bahan publikasi di blog ini kami temukan banyak komentar yang kurang menyenangkan, berikut diantaranya :
Kementrian Budpar harus menanggapi komentar 'miring' ini sebagai kritik membangun dari masyarakat indonesia. Mulai bekerja lebih giat untuk membuktikan bahwa anggaran 17,5 milyar memberikan hasil nyata pada pariwisata Indonesia.

Konsep Logo:
  1. Bentuk Logo akan mengambil konsep Garuda Pancasila sebagai dasar Negara, tetapi dengan pengolahan yang modern.
  2. 5 sila akan digambarkan berupa 5 Garis Warna yang berbeda dan merupakan simbol diversity Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman.
  3. Logo akan diolah menjadi bentuk dan warna yang dinamis sebagai perwujudan dari Dinamika Indonesia yang sedang berkembang.
  4. Jenis Huruf dari Logo akan mengambil dari elemen otentik Indonesia yang disempurnakan dengan sentuhan modern.

Sabtu, November 17, 2007

Malaysia Akhirnya Akui "Rasa Sayange" Sebagai Milik Bersama

Jakarta (ANTARA News) - Pihak pejabat resmi Malaysia akhirnya mengakui lagu "Rasa Sayange" merupakan milik warisan bersama bangsa Melayu, Indonesia dan Malaysia.

"Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia," kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu.

Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program "Indonesia Now" di sebuah media televisi berita, Minggu petang.

Lagu "Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.

Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu "Rasa Sayang Hei" sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu "Burung Kakatua".

"Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu "Rasa Sayang Hei" oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Kan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya," ujar Devianti.

Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.

"Bisa dibilang kedatangan serentak karena memang ke-315 orang muda itu datang serentak dengan kapal `Nippon Maru` dan akan berada di Jakarta selama empat hari," ungkapnya.

Selama di Jakarta, menurut Devianti, ada beberapa program kenegaraan (resmi), seperti pertemuan dengan Walikota Jakarta Utara, Ketua DPR Agung Laksono, Anggota Komisi I dan Komisi IX DPR, Gubernur DKI Jakarta dan bersama pihak Departemen Luar Negeri RI.

"Di luar acara kenegaraan itu, ada kegiatan `home stay` selama dua malam dua hari bersama keluarga Indonesia yang tersebar di seluruh Jabodetabek," tambahnya.

Kepada warga Jakarta dan sekitarnya, demikian Devianti, bisa menikmati program `open ship` (acara terbuka untuk umum) selama satu hingga dua jam di KM `Nippon Maru`, pada hari Jumat (16/11) depan. (*)

sumber : www.antara.co.id

Senin, Agustus 06, 2007

KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA INDONESIA

ImageDari sekelompok penggemar sepeda MTB (mountain bike) di Jakarta yang punya semangat, gagasan dan harapan terwujudnya udara bersih di perkotaan khususnya Jakarta, maka lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (bike-to-work Community). Komunitas ini berkeinginan untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi, utamanya ke tempat kerja (bike-to-work).

Karenanya, sejak 6 Agustus 2004, Komunitas B2W telah melakukan kampanye rutin setiap bulan hingga saat ini dengan melakukan penyebaran media informasi berupa pamphlet (news flyer), serta menjalin kerjasama dengan berbagai media massa dan cetak. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2005, di Balai Kota DKI, disaksikan oleh Bapak Fauzi Bowo selaku Wakil Gubernur DKI, terselenggaralah DEKLARASI b2w-Indonesia.

Semoga kelak, bersepeda dengan AMAN dan NYAMAN bukan lagi merupakan suatu impian belaka, sehingga semakin banyak masyarakat yang mau menggunakan sepeda sebagai sarana transportasinya.Ingat, anak-cucu kita, keluarga kita, tetangga kita, lingkungan kita, kota kita juga butuh udara bersih dan segar.

Kamis, Juni 28, 2007

Daftar Museum di Jakarta

Ingin lebih mengenal sejarah dan budaya bangsa? Mungkin berkunjung ke museum-museum di Jakarta berikut ini dapat membantu keinginan anda tersebut.

1. Museum sejarah Jakarta, Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat
2. Museum Joang '45, Jl. Menteng Raya no. 31, Jakarta Pusat
3. Museum Wayang, Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat
4. Museum Seni Rupa dan Keramik, Jl. Pos Kota No. 2, Jakarta Barat
5. Museum Tekstil, Jl. KS Tubun No. 4, Jakarta Barat, Telepon & Faks : (021)5606613.
6. Museum Bahari, Jl. Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara.
7. Museum Taman Prasasti, Jl. Tanah Abang I, Jakarta pusat
8. Gedung M.H. Thamrin, Jl. Kenari II/15, Jakarta Pusat
9. Museum Sumpah Pemuda, Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat
10. Museum Kebangkitan Nasional, Jl. Abdurachman Saleh No. 26, Jakarta Pusat
11. Museum Nasional, Jl. Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat
12. Monumen Nasional, Jl. Silang Monas, Jakarta Pusat
13. Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl. Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat
14. Museum ABRI "Satriamandala" , Jl. Jend. Gatot Subroto No. 14, Jakarta Selatan
15. Museum Waspada Purbawisesa, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 16, Jakarta Selatan
16. Museum Ahmad Yani "Sasmitaloka" , Jl. Lembang No. 58, Jakarta Pusat
17. Monumen Pancasila Sakti, Jl. Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Jakarta Timur
18. Museum TNI AU "Dirgantara Mandala", Jl. Jend. Gatot Subroto No. 27, Jakarta Selatan
19. Museum TNI AL "Loka Jala Srana", Cilangkap, Jakarta Timur
20. Museum POLRI, Jl. Trunojoyo No. 1, Jakarta Selatan
21. Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
22. Museum Perangko Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
23. Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
24. Museum Asmat, Taman Mini Indonesia Indah
25. Museum Fauna Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
26. Museum Olah Raga, Taman Mini Indonesia Indah
27. Museum Purnabhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah
28. Museum Minyak dan Gas Bumi, "Graha Widya Patra" Taman Mini Indonesia Indah
29. Museum Telekomunikasi, Taman Mini Indonesia Indah
30. Museum Istana Kepresidenan "Puri Bhakti Renatama", Jl. Veteran No. 16,Jakarta Pusat
31. Museum Manggala Wanabhakti, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan
32. Museum Adam Malik, Jl. Diponegoro No. 29, Jakarta Pusat
33. Museum Serangga, Taman Mini Indonesia Indah
34. Museum Pusaka, Taman Mini Indonesia Indah
35. Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah
36. Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No. 17, Jakarta Barat
37. Tosan Aji Jl. Kwitang, Jakarta Pusat
38. Pra Museum Onrust, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara

Kamis, Juni 21, 2007

Wisata Malam di Kuburan Belanda

NightTrails at Museum
"Wisata Malam di Kuburan Belanda"

Museum Taman Prasasti
Sabtu, 30 Juni 2007. Pkl. 18.00-23.00 wib.

NARA SUMBER
Asep Kambali

HTM
Rp. 75.000,- (Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)

FASILITAS
Pin Unik Historia; Makan Malam (Nasi Ulam + Minum Bandrek sepuasnya); Air Mineral; Tour Guide; Nonton Film Tempo; Doeloe; Hands Out; Tiket Masuk Lokasi, Souvenir Unik.

TEMPAT:
Museum Taman Prasasti [Samping Kantor Walikotamadya Jak-Pus]
Jl. Tanah Abang I Jakarta Pusat

PESERTA
Umum Terbatas, hanya 75 orang!!! Buruan daftar....!! !

CARA PEMBAYARAN
Silahkan telpon terlebih dahulu untuk mendapatkan no. urut pembayaran, kemudian transfer ke no rekening di bawah, dengan menambahkan no. urut di belakangnya. kemudian telpon kembali/sms untuk konfirmasi bahwa anda sudah transfer.

Contoh: JP. Coen sudah telpon dan mendapatkan no urut pembayaran 9. Maka, yang harus dilakukan JP. Coen adalah mentransfer uang sejumlah Rp. 75.009 ke rekening dimaksud. Angka sebilan adalah no urut pendaftaran JP. Coen.

Silahkan Transfer melalui :
Acc. 697.0109.160 An. Asep Kambali
BCA Cab. Kartini Jakarta Pusat
Pembayaran di
TUTUP pada 28 Juni 2007, pkl. 21.00 wib.
Siapa Cepat Transfer, dialah fix sebagai peserta.

TIPS PERJALANAN
Karena acara 100% Walking Tour; Maka dipersilahkan untuk membawa obat-obatan/ cemilan/minuman pribadi secukupnya. Disarankan membawa kamera, handycam, recorder, dan handuk kecil. Gunakan pakaian casual, sandal/ sepatu kets.

Tidak Cocok untuk anak di bawah umur 8 tahun. Mohon berprilaku yang sopan dan tidak sombong ya. Juga yang paling penting adalah kita semestinya menghormati dan menghargai situs bersejarah

INFO DAN PENDAFTARAN
Rinie: 021. 7044.7220 / Udjo: 0818.0807.3636 [No SMS, Please]


KOMUNITAS HISTORIA
Phone: (021) 7044-7220, Mobile: 0818-0807-3636
kang_asepk@yahoo. com, komunitashistoria@ yahoogroups. co

http://kpsbi- historia. blogdrive. com

Sabtu, Juni 16, 2007

Nihon Bunka No Hi

NIHON BUNKA NO HI
(Festival Kebudayaan Jepang)

STBA LIA 2007

Jumat – Sabtu, 29 – 30 Juni 2007
10.00 WIB – selesai
Di Kampus STBA LIA
Jl. Pengadegan Timur Raya no. 3
Pancoran, Jakarta Selatan

Tema:
Shunkashuutou No Matsuri (Festival 4 musim)

Menampilkan:
Band Shuriken, Eureka, Onizuka
Demo kebudayaan Jepang Cha No Yu, Taiko, Musik Tradisional Jepang
Tarian Jan Kempyong, Yosakoi Soran, Minimoni Matsuken Samba
Demo ketrampilan Washi, Igo, Shodo
Demo aksi beladiri Aikido, Jujitsu, Kenjutsu, Ninjitsu
Obaku Shitsu (rumah hantu)
Lomba Cosplay
Stand Bazaar
Aneka games berhadiah

Puncak acara:
Bon Odori dan Hanabi (Kembang Api)

Informasi:
Reni (acara) : 0856 97 248 250
Dwi (stand) : 0856 84 6464 7

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...