Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 07, 2013

"Malas" : Pemicu Pengusaha Sukses

Hah? Jadi pengusaha cuma buat orang yang malas? Jangan becanda, Kak! Saya orang rajin lho dan saya pengusaha sukses! Eits, eits.. tunggu dulu dong. Itu yang bilang Mas Mono loh. Tahu kan Mas Mono? Itu loh pengusaha sukses Ayam Bakar Mas Mono.. Nah, Mas Mono pernah bilang tuh waktu saya berdiskusi dengan beliau (semoga beliau sih masing ingat, hehe..). Jadi waktu itu dia pernah mengatakan bahwa sebenarnya ga semua orang cocok jadi pengusaha. Walaupun memang sebenarnya semua orang bisa jadi pengusaha. Penasaran apa maksudnya? Yuk, baca artikelnya lebih lanjut..


Malas? Ya, beneran malas. Kata Mas Mono cuma orang malaslah yang sukses jadi pengusaha. Ada 5 kategori malas nih yang bisa bikin orang bisa jadi pengusaha sukses.

1. Malas Kalau Rezekinya Cuma Segitu

Rasulullah kan pernah bilang, 9 dari 10 kunci rezeki itu ada di perdagangan. Sementara berdagang adalah jantungnya berwirausaha. Jadi, ya pengusaha itu memang cuma cocok bagi orang yang malas kalau rezekinya segitu-segitu aja. Karena dia merasa kalau rezekinya cuma segitu maka kontribusi dan dampak yang dia berikan juga segitu aja (beda kalau rezekinya lebih besar)

2. Malas Kalau Manfaatnya Cuma Segitu

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.” Siapa bilang jadi pengusaha itu hanya memikirkan profit dan untung? Menjadi pengusaha kan berarti kita mencoba membantu pelanggan kita untuk memenuhi kebutuhan mereka kan? Disitulah titik pentingnya. Jika kamu masih berpikir bahwa pengusaha itu landasannya adalah keinginan untuk kaya, akan kalah sama pengusaha yang landasannya ingin membantu orang. Beneran lho.

3. Malas Kalau Usahanya Cuma Ada Satu

Nah kalau yang ini dari Mas Mono nih. Ibarat rezeki adalah sungai yang mengalir, maka jangan siapkan satu ember buat menganbilnya. Buatlah 2, 3, 4, bahkan berbelas-belas ember agar mengambilnya lebih cepat. Hehe.. Tapi tentunya fokuskan dulu pada usaha yang sedang kita bangun. Kalau sudah mapan, barulah membuat usaha-usaha yang lain.

4. Malas kalau Temannya Cuma Segitu

“Silaturahmi itu memanjangkan umur dan melapangkan rezeki.” Nah, itu memang benar. Pengusaha sukses itu rata-rata malas kalau temannya cuma segitu-segitu aja. Jaringannya luas dan bisa saling memberi manfaat. Jadi, kalau kamu malas temanmu segitu-gitu aja, maka menjadi pengusaha adalah upaya yang cocok banget buat kamu. Hehe..

5. Malas Kalau Ilmunya Cuma Segitu

Ini juga penting lho. Karena kalau menjadi pengusaha itu kan dituntut untuk terus kreatif dan inovatif terkait pergeseran dan perkembangan usaha yang sangat cepat dan kompetitif apalagi di masa yang sekarang ini. Iya kan? Beda sama mereka yang mungkin kerjanya itu-itu saja maka memang akan sulit mengembangkan ilmu. Tetapi kalau pengusaha, ilmu ga berkembang ya terancam bangkrut.

6. Malas Kalau Ibadahnya Cuma Segitu

Yang ini spesial nih. Menjadi pengusaha itu berpotensi membuka pintu-pintu ibadah yang lain. Misalnya, meningkatkan jumlah zakat, meningkatkan jumlah sedekah, membangun masjid atau tempat ibadah, dan lain sebagainya. Jadi buat mereka yang memang malas kalau ibadahnya cuma segitu, bisa sedekahnya cuma segitu, dan zakatnya cuma segitu-gitu aja, maka menjadi pengusaha cocok untuk kamu. Hehe..

Oke. jadi itu dia alasan kenapa hanya orang malaslah yang cocok jadi pengusaha. Pengusaha itu kan sebenarnya merupakan pilihan profesi. Tapi, kalau kamu memang ga cocok ya ga usah jadi pengusaha. Masih banyak pilihan profesi lainnya. Hehe..

Bagaimana menurut kamu?
sumber: arryrahmawan.net

Sabtu, Agustus 01, 2009

Kontes Suara Konsumen 2009

Kegiatan Kontes Suara Konsumen ini merupakan kegiatan dari Perbankan Nasional yang diselenggarakan oleh Tim Kelompok Kerja (POKJA) Edukasi Masyarakat di Bidang Perbankan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk & jasa Bank serta kesadaran hak dan kewajibannya sebagai nasabah.


Latar Belakang
  • Bank sebagai lembaga intermediasi dan pelaksana sistem pembayaran memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia mengingat pangsa perbankan yang masih sangat mendominasi sistem keuangan di Indonesia.
  • Namun demikian, interaksi antara perbankan dan masyarakat belum se-intensif yang diharapkan.
  • Hasil baseline survey tingkat literasi dan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dan perbankan di tahun 2006 menyimpulkan edukasi sangat diperlukan. Untuk itulah Bank Indonesia (BI), bank-bank, dan asosiasi perbankan menetapkan tahun 2008 sebagai Tahun Edukasi Masyarakat di Bidang Perbankan.
  • Dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang diluncurkan Januari 2004 ada program utama dalam peningkatan perlindungan & pemberdayaan nasabah.
    1. penyusunan mekanisme pengaduan nasabah bank;
    2. pembentukan lembaga mediasi independen;
    3. penyusunan standar transparansi informasi produk perbankan; dan
    4. edukasi nasabah.

Tujuan dan Manfaat

  • Mengetahui seberapa besar pemahaman masyarakat terhadap produk /Jasa Bank & LPS
  • Sarana mengekspresikan pemikiran dan pendapat masyarakat tentang Bank
  • Memberikan masukan ke Bank terhadap pelayanan selama ini sehingga dapat memperbaiki produk & jasa yang ditawarkan
  • Mengedukasi masyarakat dalam memilih & memanfaatkan produk & jasa perbankan sesuai dengan profil nasabah
  • Lebih teredukasi untuk mengetahui manfaat, hak, kewajiban dan risiko yang dihadapi
  • Tahu lebih banyak lagi fungsi Bank meningkatkan partisipasi aktif masyarakat di dunia perbankan

Tema “Aku dan Bank” – voice of customer (suara konsumen) mencakup pengalaman masyarakat tentang produk dan layanan bank, peran bank di keluarga, masyarakat dan Negara. Merupakan ekspresi, pengalaman maupun persepsi masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan antara lain: Tabungan,Kartu Kredit, ATM, Customer Service, Kredit Tanpa Anggunan dan Produk Perbankan (Bank Umum, Bank Syariah, Bank BPR)


Bentuk Suara Konsumen yang dilombakan :



















Ketentuan lomba sekurangnya mencakup batasan bank yang diperluas ke bank umum, syariah, BPR/S


KATEGORI PESERTA
  1. Pelajar Sekolah menengah Atas di seluruh Indonesia,dan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri/ swasta di seluruh indonesia dari segala jurusan dan disiplin ilmu / berusia 16 – 25 tahun (kode: PPM)
  2. Guru/ Dosen/Wartawan media nasional atau daerah yang meliputi bidang ekonomi, keuangan, perbankan dan hukum (kode: PDW)
  3. Masyarakat Umum (kode: PMU)

Finalis akan diumumkan melalui surat dan website Bank Indonesia (www.bi.go.id) serta di kontessuarakonsumen.blogspot.com pada tanggal 15 September 2009

Sabtu, Maret 08, 2008

"Warren Buffett" orang terkaya di dunia

Warren Edward Buffett (lahir 30 Agustus 1930) adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat.

Ia memiliki julukan Oracle of Omaha; Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, di mana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih AS $44 milyar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates.

Pada tahun 2008, ia menggantikan posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes dengan jumlah kekayaan AS $62 milyar.


Link terkait: Warren Buffet - CNBC Interview

Kamis, Januari 24, 2008

Jam Kerja dan Sekolah di Jakarta Akan Ditata

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengkaji pengaturan jam kerja dan jam sekolah sehingga tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas pada jam dan titik yang sama di sejumlah wilayah.

"Kajian itu belum tuntas, namun sudah ada beberapa indikasi jam masuk sekolah bisa dimajukan lebih pagi, kita memang belum menentukan tepatnya pukul berapa, bisa saja menjadi pukul 06.30 WIB atau 06.45 WIB," katanya.

Gubernur DKI mengatakan, upaya pengaturan jam masuk kerja dan jam masuk sekolah ini harus didukung dengan upaya lain seperti pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, peningkatan penggunaan transportasi umum massal dan juga pengembangan jaringan jalan secara horizontal dengan membangun jalan layang sehingga kemacetan lalu lintas bisa diatasi.

sumber : http://www.antara.co.id

Kamis, Maret 15, 2007

Cara Memakai Dasi (How to wear a tie)

Memakai dasi sering kali menjadi bagi kaum pria khususnya bagi mereka yang belum terbiasa. Ternyata memakai dasi itu ada beberapa cara (model), lihat aja gambar-gambar di bawah ini :







Yang mana model favorit anda?
Semoga dapat menambah percaya diri teman-teman!

other reference : http://www.tie-a-tie.net ; http://www.tieguide.com
sumber : milis

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...