Tampilkan postingan dengan label Scholarship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scholarship. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 18, 2008

nformasi Program Pertukaran Pelajar AFS/YES/Jenesys tahun keberangkatan 2009-2010

Bina Antarbudaya adalah lembaga nirlaba yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia. Bermitra dengan AFS Intercultural Programs yang merupakan organisasi pertukaran pelajar tertua dan terbesar di dunia.

Setiap tahun Bina Antarbudaya menerima dan mengirim putra-putri terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan, tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain : Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, Prancis dan Swiss.

Saat ini Bina Antarbudaya membuka kesempatan bagi semua anak-anak Indonesia berusia 15 – 16,7 tahun dan duduk di kelas 1 (satu) SMA atau sederajat (termasuk santri Pondok Pesantren) untuk mengikuti proses seleksi (3 Tahap) pertukaran pelajar AFS / YES / Jenesys tahun keberangkatan 2009 – 2010.

Untuk informasi tempat pendaftaran silahkan buka HYPERLINK "http://www.bina-antarbudaya.net" www.bina-antarbudaya.net

Bagi yang tinggal atau bersekolah di Jakarta, Tangerang, Bekasi dapat menghubungi / datang langsung ke :

Panitia Seleksi INAYPScNH 09-10 Bina Antarbudaya Chapter Jakarta

Jl. Limau 22, Kebayoran Baru, Jakarta 12130 HYPERLINK
"http://www.babjakarta.org"www.babjakarta.org HYPERLINK
"mailto:chapterjakarta@gmail.com"chapterjakarta@gmail.com

Pendaftaran & pengembalian formulir : 1 - 30 April 2008

Senin - Jum'at : 15.00-18.00 WIB
Sabtu & Minggu : 12.00 - 16.00 WIB
Hari libur Nasional : tutup
Contact persons : Alex: 0817 0770 380 Rassi: 0815 95 330 95
Titis: 0816 162 7 162

STRICTLY NO SMS!

Open House Bina Antarbudaya Chapter Jakarta :

6 April 2008
09.00 - 16.00 WIB
@ Jl. Limau 22, Kb. Baru, Jaksel

Be there or be square!

Selasa, Februari 05, 2008

Pameran Pendidikan Jepang 2008

Kami, Japan Student Services Organization ( JASSO ) adalah lembaga resmi dibawah naungan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan,
Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang ( Monbukagakusho ) yang bertugas menyebarluaskan informasi belajar di Jepang.

Bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu sekalian untuk menghadiri "Pameran Pendidikan Jepang 2008 " yang akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal : Sabtu, 9 Februari 2008
Jam : 10:00 - 16:00
Tempat : Sheraton Surabaya Hotel Surabaya Jl. Embong Malang 25-31 Surabaya

Hari /Tanggal : Minggu , 10 Februari 2008
Jam : 11:00 - 17:00
Tempat : Balai Sidang Jakarta Convention Center Jl.Gatot Subroto Jakarta

Pameran ini diikuti langsung oleh berbagai Universitas, Professional Training College, Lembaga Pendidikan Bahasa di Jepang. Dan
dihadiri juga oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Perhimpunan Alumni dari Jepang (
PERSADA )

Pameran ini merupakan ajang yang sangat baik untuk mengetahui informasi beasiswa untuk studi di Jepang dan mengenai serta memperluas
wawasan tentang studi di Jepang dan jenjang pendidikan tinggi di Jepang.

Pameran ini gratis & terbuka untuk umum.Dan informasi pameran ini bebas diinformasikan pada siapa saja yang tertarik untuk studi ke
Jepang.

Hormat kami,

Verawati
Representative
JASSO-JEIC, Jakarta
Gedung Summitmas Tower 1, Lt. 2
Jl.Jend.Sudirman Kav.61-62 Jakarta 12190
Tel. 021-252-1912
Fax. 021-252-1913
Email: info@jasso.or.id
Website: http://www.jasso.or.id

Selasa, Agustus 21, 2007

Scholarship: Eight weeks in the United States!

Indonesia English Language Study Program (IELSP)

Scholarship: Eight weeks in the United States!

You will be awarded a valuable opportunity to improve your English language proficiency and learn to develop critical thinking skills while immersing yourself in the U.S. exchange experience.

Eligibility
  • you are 19 - 24 years of age, and
  • you are an undergraduate student at least on the fifth semester in any field of study from any university in Indonesia;
  • you prove that you are proficient in English with a minimum TOEFL®ITP score of 470;
  • you can fully participate in an intensive academic program in the United States (the 1st cohort is scheduled to leave on 19 October 2007 and will stay for two months in the United States);
  • you are mature, responsible, independent, confident, open-minded, tolerant, thoughtful and inquisitive.
Application Deadline: August 24, 2007

To obtain application form/to learn more about the program, contact:

The Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium 28th Floor, Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Phone: 021 - 8317330 Fax: 021 - 8317331
Email: iief@indo.net. id

Jumat, Juni 15, 2007

IKUTI PROGRAM BEASISWA UNGGULAN 2007

Setelah berhasil meraih Akreditasi A, Program studi S-1 Bahasa Jepang di STBA LIA JAKARTA kini membuka kesempatan bagi lulusan2 terbaik/berprestasi untuk dapat mengenyam pendidikan GRATIS selama kuliah (ditanggung DEPDIKNAS) melalui PROGRAM BEASISWA UNGGULAN (Double Degree: 3 tahun belajar di STBA LIA dan 1 tahun belajar di Jepang)

KETENTUAN PENERIMA BEASISWA :
  1. Lulusan Terbaik (dari SMK/MA/SMK/PONPES yang direkomendasikan oleh Pemda,LSM dan industri)
  2. Pemenang Lomba IPTEK/Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional dan
  3. Internasional
  4. Pemenang LKS (Lomba Kompetensi Siswa) tingkat Nasional & Internasional
  5. Pemenang Lomba Olimpiade Tingkat Nasional & Internasional
  6. Pemenang Lomba Bidang Olahraga/Seni/Sastra/Sains tingkat Nasional & Internasional


Staf Pemda Dan Staf Diknas dari unit-unit utama serta jajarannya.

WAKTU PENDAFTARAN;
- 25 Mei- 26 Juni 2007
- 27 Juni - 19 Juli 2007
- 20 Juli - 23 Agustus 2007

INFORMASI & PENDAFTARAN

1. SEKRETARIAT PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
DEPDIKNAS BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI
Jl. Jend. Sudirman, Gedung C, Lantai VI
Telp: (021) 5785 2458
Fax : (021) 573 8181
Website : http://www.beasiswaunggulan.depdiknas.org

2. STBA LIA JAKARTA
Jl. Pengadegan Timur Raya, No. 3
Pancoran - Jakarta Selatan 12770
Telp: (021) 7918-1051 ext. 129
Fax : (021) 7919-0421
Telepon Bebas Pulsa : 0 800 1 4030 27

Jumat, Maret 30, 2007

Informasi Seleksi Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya / AFS 2007

Bina Antarbudaya adalah lembaga nirlaba yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia . Bermitra dengan AFS Intercultural Programs yang merupakan organisasi pertukaran pelajar tertua dan terbesar di dunia, setiap tahunnya Bina Antarbudaya menerima dan mengirim siswa dalam berbagai program ke berbagai penjuru dunia.

Kami menyeleksi putra-putri terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan, tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain : Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, dan Swiss.

Saat ini Bina Antarbudaya membuka kesempatan bagi semua siswa Indonesia berusia
15 – 16,7 tahun dan duduk di kelas 1 (satu) SMA atau sederajat untuk mengikuti proses seleksi ( 3 Tahap ) pertukaran pelajar INAYPsc '08-'09 tahun keberangkatan 2008 – 2009.

Bagi yang tinggal di Jakarta , Tangerang, Bekasi dapat menghubungi /datang langsung ke :

Sekretariat Bina Antarbudaya Chapter Jakarta :
Jalan Teuku Cik Ditiro 78, Menteng Jakarta Pusat 10310.
Telp / Fax. : 021 – 319 03457
Website : www.babjakarta. org
E-mail : Chapterjakarta@gmail.com

Pendaftaran dan pengembalian formulir

*1 April 2007 sampai 30 April 2007*

-Senin s/d Jum'at : 13.00 - 17.30 WIB.
-Sabtu – Minggu : 11.00 - 16.00 WIB.

untuk informasi / presentasi hubungi (khusus Chapter Jakarta ) :

Ei = 0811 809 480
Rassi = 0815 953 3095
Alex = 0817 0770 380

(STRICTLY NO SMS)

Senin, Maret 26, 2007

Perguruan Tinggi setara Program D-III/IV - Departemen Perindustrian

Pembangunan Nasional bidang pendidikan merupakan upaya mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional Departemen Perindustrian telah memiliki
Unit Pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan ketrampilan dalam rangka menyiapkan tenaga professional untuk memenuhi kebutuhan sektor industri.

Departemen Perindustrian mempunyai beberapa Unit Pendidikan khususnya Perguruan Tinggi setara Program D-III/IV antara lain :

1. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) di Bandung

STTT Bandung adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang teknologi tekstil yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian.

STTT Bandung menyelenggarakan Program Diploma IV dalam bidang teknologi tekstil dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Teknik Tekstil
b. Kimia Tekstil
c. Barang Jadi Tekstil

2. Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) di Jakarta

STMI Jakarta adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang teknologi industri yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian.

STMI Jakarta menyelenggarakan Program Diploma IV dalam bidang teknologi industri dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Teknik dan Manajemen Industri
b. Teknik dan Manajemen Informatika
c. Teknik Kimia Industri

3. Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) di Medan

PTKI Medan adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang teknologi kimia industri yang bernaung dibawah Departemen Perindustrian.

PTKI Medan menyelenggarakan Program Diploma III dalam bidang teknologi kimia industri dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Teknologi Kimia Industri
b. Teknologi Mekanik Industri

4. Akademi Teknologi Industri (ATI) di Padang

ATI Padang adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang teknologi industri yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian.

ATI Padang menyelenggarakan Program Diploma III dalam bidang teknologi industri dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Teknologi Kimia
b. Sistem Produksi Industri
c. Kimia Analisis
d. Lingkungan Industri
e. Manajemen Industri

5.Akademi Teknik Industri (ATI) di Makassar

ATI Makassar adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang teknologi industri yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian.

ATI Makassar menyelenggarakan Program Diploma III dalam bidang teknologi industri dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Manajemen Teknik Industri
b. Teknik Mekanik Industri
c. Teknik Elektro Industri
d. Teknik Pengendalian Mutu dan Lingkungan Industri

6. Akademi Teknologi Kulit (ATK) di Yogyakarta

ATK Yogyakarta adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang teknologi kulit yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian.

ATK Yogyakarta menyelenggarakan Program Diploma III dalam bidang teknologi kulit dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Teknologi Bahan Kulit, Karet dan Plastik
b. Teknologi Pengolahan Kulit
c. Desain dan Teknologi Sepatu
d. Desain dan Teknologi Produk Kulit

7. Akademi Kimia Analisis (AKA) di Bogor

AKA Bogor adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang kimia analisis yang bernaung di bawah Departemen Perindustrian.

AKA Bogor menyelenggarakan Program Diploma III dalam bidang kimia analisis dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Kimia Analisis

8. Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) di Jakarta

APP Jakarta adalah Perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan vokasi dan profesi bidang ilmu manajemen industri dan perdagangan yang bernaung dibawah Departemen Perindustrian.

APP Jakarta menyelenggarakan Program Diploma III dalam bidang manajemen industri dan perdagangan dan mempunyai jurusan pendidikan sebagai berikut :

a. Manajemen SDM
b. Manajemen Produksi
c. Manajemen Pemasaran
d. Manajemen Keuangan
e. Perdagangan Internasional

B. PROGRAM BEASISWA CALON TPL

Unit-unit Pendidikan di Lingkungan Departemen Perindustrian dapat dipersiapkan untuk menciptakan tenaga professional dalam mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui penyiapan Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) yang professional yang dapat ditempatkan di seluruh Kabupaten/Kota dimana yang bersangkutan berasal sebagai calon Pembina Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Wirausahawan IKM.

Dalam usaha mendukung kebijakan pembangunan industri yaitu pengembangan Usaha Kecil dan Menengah agar menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi nasional,Departemen Perindustrian merupakan salah satu instansi yang berkompeten dan berperan aktif
mempersiapkan tenaga-tenaga profesional khususnya Tenaga Penyuluh Lapangan, sebagai salah satu ujung tombak untuk memicu pertumbuhan perekonomian melalui Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Untuk itu Departemen Perindustrian berusaha dan berupaya dengan
merekrut Siswa-Siswa berprestasi dilingkungan Sekolah Menengah
Tingkat Atas dengan memberikan Beasiswa untuk disekolahkan pada Unit
Pendidikan di Lingkungan Departemen Perindustrian.

Dalam rangka penyelenggaraan Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) tadi semua Unit Pendidikan di Lingkungan Departemen Perindustrian diharapkan dapat menciptakan Tenaga Profesional Penyuluh Lapangan yang berkemampuan setara Program D-3 sesuai dengan berbagai Jurusan disesuaikan dengan Potensi Daerah masing-masing. Program D-3 untuk
Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) dapat ditempuh selama 3 (tiga) tahun (6 semester) sebanyak 110 - 120 sks.

Untuk download Formulir / Pendaftaran Online dapat mengkases ke www.depperin. go.id/tpl

Mohon untuk disebarluaskan informasi ini..
terima kasih

Biro Kepegawaian
Departemen Perindustrian
"Industrialisasi Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik"

Senin, Februari 26, 2007

The SembCorp Industries Undergraduate Scholarships 2007

The SembCorp Industries Undergraduate Scholarships are awarded to applicants of Indonesian nationality who have completed the SMU UAN (Ebtanas) in 2006, or are completing the SMU UAN (Ebtanas) in 2007, or its equivalent.

Applicants who have excellent actual SMU UAN (Ebtanas) results or the most recent school examinations results, or equivalent high school results will be considered. Candidates are expected to show strong records of participation in co-curricular activities. Candidates who are completing the SMU Ebtanas in 2007 may be required to sit the University Entrance Examination (UEE).

Candidates will be considered and shortlisted for interviews through their application for admission to NUS. No separate scholarship application is required.


Terms and Conditions
  1. The scholarship covers the following:
    • tuition fees and all compulsory fees.
    • a one-off settling-in allowance of S$200.
    • accommodation allowance (pegged to the lowest double room rate for on-campus accommodation).
    • an annual living allowance of S$6,000. The scholarship is tenable for the minimum period of candidature for the respective undergraduate course at NUS.
    • One-way air passage from home country to Singapore at the beginning of the course of study and two-way air passage upon completion of the course of study.
  2. Scholars are required to serve a six-year bond with the sponsoring company, its subsidiaries or other approved Singapore-registered companies.

  3. The scholarship is tenable for studies in the School of Computing (Computing and Computer Engineering), Faculty of Engineering (Bioengineering, Chemical Engineering, Computer Engineering, Civil Engineering, Electrical Engineering, Engineering, Engineering Science, Materials Science & Engineering, Mechanical Engineering and Industrial & Systems Engineering) and the Faculty of Science (excluding Pharmacy).

  4. Recipients of the scholarship may not concurrently hold any other scholarship, fellowship, grant or award without the prior approval of the University.

  5. The University does not guarantee employment to the scholar upon graduation.

  6. The scholarship covers the entire duration of undergraduate studies on condition that scholars maintain a satisfactory CAP (Cumulative Average Point). The academic performance is monitored each semester.

  7. If the scholar decides to terminate the scholarship prematurely, the university reserves the right to request repayment on a case-by-case basis.
Application and shortlisting process

Please click here for the appplication and shortlisting process of the SembCorp Industries Undergraduate Scholarship.

Frequently Asked Questions
  • For SembCorp Undergraduate Scholarship FAQ, please click here.

  • For SIA-NOL Undergraduate Scholarship FAQ, please click here.
Enquiries

For enquiries, please click here to send us an email.

For information details about this program please open the website below:
http://www.nus.edu.sg/oam/scholarship/sembcorpst

Kamis, Februari 22, 2007

Pertukaran Pelajar Internasional

Melihat "Shout-nya" Faris marino dalam shout box 109 high blogs pada 21 Februari 2007 tentang keinginannya untuk memperoleh informasi Pertukaran Pelajar (exchange student for intercultural purpose), sepertinya info tersebut memang cukup baik untuk diketahui oleh adik-adik di Sekolah. Coba-coba browsing di internet, tanpa bermaksud untuk promosi institusi, inilah yang saya temukan.

Bina Antarbudaya (www.bina-antarbudaya.net) adalah lembaga nirlaba yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia. Bermitra dengan AFS Intercultural Programs (www.afs.org) yang merupakan organisasi pertukaran pelajar tertua dan terbesar di dunia, setiap tahunnya Bina Antarbudaya menerima dan mengirim siswa dalam berbagai program ke berbagai penjuru dunia.

Bina Antarbudaya didirikan pada tanggal 2 Mei 1985 oleh kak Taufiq Ismail, kak Tanri Abeng, kak Irid Agoes, kak Kartono Mohamad dan kak Sophie Gunawan Satari. Lahir bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, Bina Antarbudaya mengambil posisi sebagai organisasi pendidikan di saat kebutuhan terhadap pengenalan budaya lain sangat diperlukan dalam interaksi global.

Dengan misi turut mewujudkan perdamaian dunia, Bina Antarbudaya bertujuan untuk menciptakan persahabatan internasional melalui program pertukaran dan pendidikan antarbudaya. Mereka yang tersentuh hidupnya oleh program-program Bina Antarbudaya diharapkan dapat menjadi pemimpin yang secara aktif mewujudkan perdamaian dunia dan kerjasama antarbangsa dalam bidang kerja masing-masing.

Setiap tahun Bina Antarbudaya menerima dan mengirim putra-putri terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan, tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain : Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, dan Swiss.

Untuk lebih jelasnya, silahkan menghubungi sekretariat chapter terdekat, bagi yang tinggal di Jakarta, Tangerang, Bekasi dapat menghubungi / datang langsung ke :

Sekretariat Bina Antarbudaya Chapter Jakarta :
Jalan Teuku Cik Ditiro 78, Menteng Jakarta Pusat 10310.
Telp / Fax. : 021 - 319 03457
Website : www.bina-antarbudaya.net
E-mail : Chapterjakarta@yahoo.com

Selasa, Februari 20, 2007

Five Tips on How to Win a Scholarship

Step One: Be Proactive
Review scholarship applications and requirements and apply only to those in which you meet the requirements. Develop a time line on each scholarship and make notes on what items will be needed for each application. Search for as many scholarship resources as possible. Resources may include local non-profile community organizations, employers and college campuses.

Step Two: Be Organized
Request several sealed transcripts and make several copies of your resume and recommendation letters. Make sure all documents are clean and easy to read.

Step Three: Be Prepared
Complete all required steps in the application process including completion of the Free Application for Federal Student Aid (FAFSA) form. In order to complete this FAFSA you’ll need your social security number, most recent year’s tax forms, or end of year pay stubs, W-2 forms and records of the recent year’s untaxed income, such as child support or Social Services, Social Security and the Veterans Administration.

Step Four: Be Careful
Realizing the potential of possible scams, avoid using scholarship/financial search organizations that make guarantees of receiving a scholarship. There is no such thing as a guaranteed scholarship. Don't procrastinate: Meet all application deadlines and make sure you complete all required steps. Most scholarship organizations attribute incomplete applications as the primary reason why students do not meet eligibility requirements.

Step Five: Be Positive and Patient
Once you carefully read eligibility criteria and complete all the necessary paperwork and submit items requested, your chances of winning a scholarship are greater than those who never even apply. Remain positive and await a response.

Tips Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri

Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah ‘gratis’ di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada ‘gratis’ karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.

Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.

Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: ‘kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3′. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.

Tips Beasiswa Berdasarkan Negara dari Sdr. Amwibowo

  1. Amerika Serikat
  2. Kanada
  3. Jerman
  4. Belanda
  5. Austria & Swiss
  6. Jepang
  7. Singapura
  8. Australia & Inggris
Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:tidak memiliki ikatan dinas sama sekali
mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Jepang (6)

Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.

Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:

a. INPEX Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN

b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN

c. The Hitachi Scholarship
Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN

d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February - Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.
Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN

e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN

f. The Japan Securities Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amerika Serikat (1)

Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.

Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).

Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah … :-p

Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.

Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.
mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa
Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.
Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).


Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Kanada (2)

Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Belanda (4)

Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Austria & Swiss (5)

Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan - 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis):swiemjak@rad.net.id

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Jerman (3)

Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’ mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?


Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Singapura (7)

Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

Tips Beasiswa Luar Negeri : Australia & Inggris (8)

Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2 uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.

Tips Beasiswa Luar Negeri : Amwibowo

Amerika Serikat (1); Kanada (2); Jerman (3); Belanda (4); Austria & Swiss (5); Jepang (6); Singapura (7); Australia & Inggris (8)

sumber : http://portalbeasiswa.web.id/content/view/27/27/

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...