Tampilkan postingan dengan label HIV-Aids. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIV-Aids. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 02, 2013

Hari AIDS Sedunia, Bukan Perayaan tapi Peringatan

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa pada masa ini hampir setiap individu sudah terjangkiti suatu penyakit yang tidak berbahaya namun meresahkan sebagian orang yang telah menyadari apa arti penyakit ini. Seiring berkembangnya  sosial media saat ini, maka semakin gencar pulalah perayaan (update status) “ucapan selamat” di akun sosial media sekarang ini.  Bukan sosial media dan perayaan itu yang  disalahkan, namun pemikiran orang yang melakukan hal itulah yang wajib dipertanyakan dan dikoreksi ulang.
 
Layaknya hari besar yang lain, ucapan “selamat” dalam menyambut suatu perayaan adalah hal yang sederhana dan biasa-biasa saja jika dilontarkan untuk mengisi peringatan atau perayaan seperti “Selamat Hari Ibu” ataupun “Selamat Hari Guru”. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah jika ada yang mengupdate status di sosial medianya yaitu “ Selamat Hari Aids Sedunia”.

Pertanyaan menariknya adalah pantaskah ucapan “Selamat” itu untuk mendeskripsikan peringatan Hari AIDS Sedunia ini ? “Selamat” untuk siapa ? dan Apa yang terjadi sehingga diucapkan kata “Selamat” ?

Bukan Perayaan melainkan Peringatan
 
Tanggal 1 Desember bukanlah suatu perayaan melainkan suatu peringatan akan kewaspadaan serta meningkatkan kesadaran untuk pencegahan terhadap sindrom penurunan sistem kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV (Human Immune deficiency  Virus). Kekebalan tubuh bisa sangat menurun terjadi pada keadaan akibat transpalantasi organ atau supresi oleh karena obat-obatan steroid, dengan kata lain bukan dikarenakan HIV saja. Jadi, tentu selama ini sebagian masyarakat salah kaprah, mungkin dikarenakan asyik merayakan suatu perayaan di sosial medianya sampai-sampai mereka lupa bahwa “Hari Aids Sedunia” beda dengan hari perayaan  lainnya, serta “Hari Aids Sedunia”  bukan sebagai bentuk perayaan namun sebagai peringatan keras akan bahaya sindrom ini.

Ancaman Bahaya HIV/AIDS
 
Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwasanya virus HIV dan penyakitnya AIDS tidak hanya berhasil memberikan ancaman sebagai virus yang mematikan bagi yang terinfeksi, tetapi juga juga berhasil menyebabkan parno berat dalam masyarakat. Sebagai contoh, kalangan medis yang akan menangani masalah sindrom penurunan sistem kekebalan ini akan sangat berhati-hati ketika berhadapan dengan kasus ini. Betapa tidaknya, meskipun kalangan medis sudah dibekali dengan pengetahuan yang tinggi dibanding masyarakat awam serta bekerja sesuai dengan prosedur serta berbasis kompetensi  namun hal ini membutuhkan kewaspadaan yang ekstra bahkan dapat dipastikan terselip rasa takut apabila terjadi “kecelakaan atau sesuatu yang tidak diinginkan”  ketika mengoperasikan alat-alat kedokteran saat bersentuhan dengan cairan tubuh penderita HIV/AIDS ini.

Begitu pula paranoid (kewaspadaan) ini menjangkiti masyarakat awam secara umum. Kewaspadaan pun mutlak dan sepatutnya dirasakan oleh orang-orang yang dekat dengan kasus ini, seperti keluarga penderita, pengguna narkoba dan pekerja dunia kelam (seks komersial) yang mendominasi berisiko tinggi terjangkit penyakit ini. Namun demikian, masyarakat yang menurut lingkungan dan perilakunya bisa dikatakan minim beresiko, bisa jadi tertular penyakit ini. Sebagai contoh mirisnya kasus ini adalah  bayi-bayi yang baru lahir yang tidak berdosa bisa jadi korban akibat tertular melalui transmisi perinatal, tertular ibu kandung yang terinfeksi virus HIV dalam tubuhnya cukup tinggi baik saat kehamilan, persalinan, maupun saat masa menyusui.
 
Begitu mirisnya paranoid pada kasus sindrom penurunan system kekebalan ini, baik di kalangan paramedis, masyarakat yang beresiko tinggi hingga masyarakat yang minim sekali resikonya untuk terjangkit virus ini. Peringatan atau bahkan perayaan terhadap Hari Aids Sedunia semestinya dijadikan sebagai momentum untuk berintrospeksi diri, untuk saling mengingatkan tentang bahaya HIV/AIDS  dengan catatan tidak hanya membuat baliho dengan slogan “ Bahaya AIDS”  tetapi juga memberikan informasi dan pendidikan kepada msyarakat secara umum, serta tidak hanya membuat kegiatan atau dalam skala kecil yaitu update status di akun sosial media  yang bertema perayaan HIV/AIDS ini, karena yakinlah seorang yang terjangkiti penyakit ini tidak akan merayakan keadaannya, bahkan ia akan memilih lebih baik mengakhiri hidupnya daripada harus mengidap penyakit berbahaya ini.

Lara Novianti
Humas KAMMI Tanjungpinang
[http://suar.okezone.com/]

Minggu, November 29, 2009

Hari AIDS Sedunia


Hari AIDS Sedunia jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pasca-pemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.

Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.

Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Mann, atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengan Dr. Mann (seorang epidemolog untuk Pusat Pengendalian Penyakit) dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Pgoram AIDS Global. Bersama-sama dengan Netter, ia menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sednia pertama - kini inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang paling lama berlangsung dalam jenisnya dalam sejarah kesehatan masyarakat.)

Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia. Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun.

Sabtu, Juli 25, 2009

Akibat Seks Bebas, Enam Pelajar Kena HIV/AIDS

Inilah hasil penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Enam pelajar di kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan pengidap HIV/AIDS. Remaja 15-18 tahun yang duduk di bangku sekolah menengah atas ini tertular virus karena hubungan seks bebas. Para pelajar itu diduga memakai jasa pekerja seks di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Malang. "Kami prihatin, HIV/AIDS mulai menyerang pelajar," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin kemarin.

Selama 1991-2009, jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Malang 370 orang, 38 di antaranya meninggal. Namun, dari hasil estimasi, pengidap HIV/AIDS yang tak terdeteksi diperkirakan mencapai 3.700 orang. "(Tingkat) penularan HIV/AIDS terus melonjak," katanya.
Sumber: Tempointeraktif.Com

Senin, Juli 20, 2009

Indonesia, Penularan HIV/AIDS Tercepat di Asia

Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait penularan dan pencagahan virus Human Immuno Deficiency Virus (HIV) Acquired Immuno Deficiency Syndrome) AIDS, menjadikan Indonesia sebagai negara tercepat dalam penularan HIV/AIDS di Asia.

Dikatakan oleh Yudhi F Oktaviadhi dalam Kompas.com, penulis buku Syair Untuk Sahabat mengatakan hal itu dalam acara bedah buku Syair Untuk Sahabat dan kampanye AIDS di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA, kematian akibat HIV AIDS, umumnya akibat terlambat diagnosis karena masyarakat Indonesia tidak sadar bahwa virus AIDS bisa menjangkit pada siapapun meski tidak melakukan hubungan seksual, narkoba dan mengonsumsi alkohol. Namun jika mengonsumsi obatan-obatan terlarang secara bersama-sama resikonya lebih besar. Orang yang mimum obat-obatan bersama-sama, dalam waktu tiga atau empat tahun kemudian, 99 persen dapat lebih muda terkena AIDS.

Jumat, Januari 11, 2008

Millennium Development Goals (MDGs)

Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals) adalah delapan sasaran atau tujuan yang telah disetujui untuk diupayakan agar tercapai pada tahun 2015 oleh seluruh anggota PBB yang berjumlah 191 negara.

Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2005 menyetujui agar semua negara:

1. Menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan yang parah
  • Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
2. Pencapaian pendidikan dasar secara universal
  • Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
3. Mengembangkan kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan
  • Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
4. Mengurangi tingkat kematian anak
  • Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
5. Meningkatkan kesehatan ibu
  • Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
  • Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.
7. Menjamin berlanjutnya pembangunan lingkungan
  • Target:
  • Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
  • Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
  • Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
  • Target:
  • Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
  • Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
  • Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.
  • Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.
  • Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda
  • Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical", menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang
  • Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tujuan_Pembangunan_Milenium

Rabu, Mei 23, 2007

Think before...

Injecting drug use is the driving force behind the HIV/AIDS epidemic in many parts of the world. In response to this situation, the United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) launched a global campaign to raise awareness about the relationship between drug use, sharing needles and HIV/AIDS. The 'Think' slogan is designed to get young people to consider the possible consequences of drug use.

Selasa, Desember 19, 2006

Narkotika Opioid

Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid). Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :

Candu

Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.


Morfin

Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.

Heroin (putaw)

Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam cairan. Seseorang yang sudah ketergantungan heroin bisa di sebut juga "chasing the dragon." Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi obat bius itu, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan.Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Efek pemakaian heroin: kejang-kejang, mual, hidung dan mata yang selalu berair, kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh, mengantuk, cadel, bicara tidak jelas, tidak dapat berkonsentrasiSakaw atau sakit karena putaw terjadi apabila si pecandu putus menggunakan putaw. Sebenarnya sakaw salah satu bentuk detoksifikasi alamiah yaitu membiarkan si pecandu melewati masa sakaw tanpa obat, selain didampingi dan dimotivasi untuk sembuh.Gejala sakau: mata dan hidung berair, tulang terasa ngilu, rasa gatal di bawah kulit seluruh badan, sakit perut/diare dan kedinginan.Tanda-tanda dari seseorang yang sedang ketagihan adalah : kesakitan dan kejang-kejang, keram perut dan menggelepar, gemetar dan muntah-muntah, hidung berlendir, mata berair, kehilangan nafsu makan, kekurangan cairan tubuh. Heroin disebut juga dengan nama : putauw, putih, bedak, PT, etep, dll.


Codein

Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.


Demerol

Nama lainnya adalah Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.


Methadone

Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphine adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid.


Efek yang ditimbulkan dari Opoid ini adalah:

  • Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara
  • Kerusakan penglihatan pada malam hari
  • Mengalami kerusakan pada liver dan ginjal
  • Peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya .
  • Penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.
Gejala putus obat dari ketergantungan opioid adalah:
  • Kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
  • Seseorang yang ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
  • Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah.
sumber : http://portal.cbn.net.id

Jumat, November 10, 2006

Kita bisa cegah HIV/AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV, obatnya belum diketahui. Kita bisa cegah HIV/AIDS adalah sebuah slogan yang disodorkan Komunitas SMAN 109 Jakarta "CIX-ers" mengajak seluruh masyarakat untuk peduli atas Pencegahan/Penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut!

Mungkin tidak semua orang dapat peduli bentuk materi (uang, sumbangan untuk yayasan, atau sejenisnya), melalui sosialisasi informasi penting berupa penularan, pencegahan, dan kondisi rawan tentang AIDS mungkin bisa bermanfaat bagi masyarakat.

AIDS adalah akronim dalam bahasa Inggris dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV, obatnya belum diketahui. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah kesehatan, fungsi kekebalan, layanan kesehatan, dan infeksi lain.
.........
Pita Merah (Red Ribbon) seperti ini adalah simbol solidaritas untuk orang yang positif HIV dan terkena AIDS, dan tanggal 1 Desember telah ditetapkan sebagai Hari AIDS Internasional.
.........
(Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS)



PENULARAN HIV / AIDS

.........
Penularan HIV ke dalam tubuh dapat melalui aliran darah, melalui luka, pembuluh darah maupun lewat membran mukosa (selaput lendir). Media penularannya adalah darah, cairan sperma, dan cairan vagina. Beberapa kegiatan yang dapat menularkan HIV yaitu:
  • Hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
  • Penggunaan jarum suntik, tindik, tato yang dapat menimbulkan luka yang tidak disterilkan secara bersama-sama dan sebelumnya telah dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV.
  • Melalui transfusi darah yang tercemar HIV.
  • Ibu hamil yang tercemar HIV pada anak yang dikandungnya.
HIV tidak dapat menular lewat kontak sosial seperti makan-minum bersama, bersalaman, menggunakan WC umum bersama penderita HIV/AIDS, berenang dengan penderita HIV. Berciuman dengan penderita HIV juga tidak akan menular kalau tidak ada luka seperti sariawan. Kami mendukung usahamu untuk tetap berteman dan menolong sahabatmu yang menderita AIDS, memberikan semangat kepadanya untuk tetap berobat dan menjalani kehidupan dengan normal. ... Ada sedikit saran dari kami karena kebersihan itu penting untuk kesehatan, maka kami sarankan supaya hal-hal yang bersifat pribadi sebaiknya dipakai masing-masing, misalnya handuk.
.........
(KOMPAS https://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/23/muda/326457.htm)

SIAPA YANG RAWAN TERHADAP VIRUS AIDS ?
.........
Pada bulan September 2005, Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan RI melaporkan 8.251 kasus HIV/AIDS, dimana di 32 propinsi, 4.065 merupakan kasus HIV dan di 31 propinsi, 4.186 merupakan kasus AIDS. Dari kasus yang dilaporkan ini, persentase tertinggi (59,04%) ditemukan pada kelompok usia 20-29 tahun. Sedangkan kelompok usia dibawah 14 tahun persentasenya adalah 2,12 %. Dari kasus AIDS yang dilaporkan ini, penyalahgunaan narkoba suntik sebesar 59,9%, hubungan seks dengan lawan jenis 47,8 %, lain-lain 7,7 %. Laju kasus AIDS nasional per 100.000 penduduk adalah 2,08.
.........
(UNICEF http://www.unicef.org/indonesia/id/Bersatu_untuk_Anak_Bersatu_lawan_HIV_AIDS_Bhs_Inds_.pdf)

Laporan Departemen Kesehatan RI tersebut menunjukan bahwa orang-orang yang rawan terhadap AIDS yang terbesar adalah mereka yang terlibat dengan NARKOBA SUNTIK dan HUBUNGAN SEX.


KITA bisa cegah HIV/AIDS (Contoh Keberhasilan)
.........
Apa kuncinya?
Kenapa Uganda berhasil? Ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan Uganda ini. Pertama adalah pengetahuan masyarakat terhadap AIDS/HIV, tidak hanya masyarakat kota tapi juga masyarakat desa. Ini merupakan hasil penyuluhan pemerintah dengan bantuan masyarakat itu sendiri. Data menunjukkan bahwa 82% wanita Uganda mengenal AIDS/HIV.
Kunci keberhasilan yang kedua adalah pengetahuan masyarakat tentang siapa yang tengah mengidap AIDS/HIV. Diketahuinya seseorang mengidap AIDS bukan berarti orang tersebut akan didiskriminasikan. Namun tidak lebih dari peringatan terhadap orang-orang di sekitarnya. Hal ini tentunya menuntut jiwa ìmembuka diriî dari ODHA sendiri, serta jaringan komunitas masyarakat yang akan melindungi ODHA dari diskriminasi lingkungannya.

Melalui pendidikan dan penyuluhan, Uganda telah berhasil menekan jumlah ODHA secara drastis. Melalui upaya ini, kita memberikan pengetahuan tentang AIDS/HIV, bahayanya, kondisi terapi dan vaksinasi saat ini, serta cara penanggulangannya. Untuk memperingati warganya akan bahaya AIDS/HIV, pemerintah Uganda mengeluarkan slogan dan peringatan yang berbunyi AIDS was fatal and required an immediate population response based on zero grazingî. ìZero grazingî artinya tidak seperti ternak liar.

Memang harus disadari bahwa cara penanggulangan AIDS/HIV yang efektif saat ini adalah pencegahan. Ini bisa kita lakukan karena kita telah mengetahui mekanisme penyebaran virus HIV ini. Faktor yang utama adalah hubungan seks. Sehingga jika kita ingin bebas dari ancaman AIDS/HIV, janganlah melakukan hubungan seks selain isteri.(*)
(Dr. Andi Utama - Puslit Bioteknologi LIPI http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2004/0625/kes1.html)
ket : ODHA = orang dengan HIV/AIDS

Semoga dengan informasi ini semakin meningkatkan kesadaran kita bersama, anda juga dapat membatu menyebarkan informasi ini dengan meneruskan artikel ini kepada semua saudara-saudara kita atau membuat link dari blog atau website anda ke artikel ini. Code/scrip berikut ini dapat anda gunakan untuk membuat link pada blog/website anda.




Atau anda dapat membuat artikel sendiri yang lebih sesuai dengan kondisi orang-orang yang ingin anda informasikan, mari bersama KITA CEGAH HIV/AIDS

Senin, November 06, 2006

AIDS

AIDS adalah akronim dalam bahasa Inggris dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV, obatnya belum diketahui. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah kesehatan, fungsi kekebalan, layanan kesehatan, dan infeksi lain.
AIDS diperkirakan muncul di Afrika Sub-Sahara pada abad ke-20 dan sekarang menjadi wabah global. WHO memperkirakan 2,8 - 3,5 juta jiwa melayang karena AIDS pada tahun 2004.
Di negara-negara yang memiliki akses ke penanganan obat antiretroviral, tingkat kematian dan kejadian menurun. Namun, obat tersebut juga memiliki efek samping seperti lipodystrophy, dyslipidaemia, dan penolakan insulin.
Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Penularan

Sejak awal wabah, tiga jalur penularan HIV sudah diketahui:
  • Jalur seksual, yang menjadi penyebab utama infeksi HIV.
  • Jalur darah atau produk darah, yang terutama mengancam pemakai narkoba, orang dengan hemophilia, dan penerima transfusi darah.
  • Jalur ibu-anak, dengan penularan pada minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat kelahiran. Awalnya, tingkat penularan jalur ini adalah 20%. Setelah ada penanganan, menurun hingga tinggal 1%
HIV juga ditemukan di air liur, air mata, dan air seni orang yang terinfeksi dengan konsentrasi virus yang sangat kecil.
Pita Merah (Red Ribbon) seperti ini adalah simbol solidaritas untuk orang yang positif HIV dan terkena AIDS.

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS

Selasa, Oktober 03, 2006

LOMBA CIPTA IKON ANTI NARKOBA

[19 September 2006]

Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2006, Badan Narkotika Nasional mengajak masyarakat umum dan para perancang grafis untuk berpartisipasi dalam Lomba Ikon Anti Narkoba. Ikon yang dimaksud adalah semacam logo sederhana, mudah diingat dan ditiru yang berkaitan dengan gerakan melawan penyalahgunaan Narkoba, seperti gambar pita untuk HIV/AIDS, lingkaran biru untuk Keluarga Berencana (KB), dsb.

Kriteria Ikon
Dalam mewujudkan rancangan ikon, harus dipertimbangkan kriteria sebagai berikut:
1. Mencerminkan aspirasi gerakan Anti Narkoba seperti yang dipaparkan di atas. Ikon ini akan digunakan sebagai penanda aspirasi dan gerakan oleh masyarakat luas, bukan dimaksud sebagai logo BNN ataupun lembaga pemerintah lain.
2. Ikon tersebut unik dan menarik, mempunyai citra kuat yang cepat dikenali.
3. Penampilannya sederhana, mudah diingat dan diterapkan ke berbagai kemungkinan teknik dan media serta mudah ditiru oleh masyarakat luas.
4. Ikon tersebut bukan berasal ataupun modifikasi dari huruf atau kata (logotype), melainkan berupa bentuk ataupun gambar (logogram), terdiri dari maksimal dua warna.

Ketentuan Teknis
1. Tiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu rancangan Ikon
2. Rancangan Ikon dibuat dalam file komputer format JPEG / JPG, 300 DPI, ukuran kurang lebih 2000 pixel X 2000 pixel, diserahkan dalam bentuk CD disertai hasil printout di atas kertas ukuran 210 mm X 300 mm (A4). Rancangan tersebut ditempel di atas karton tebal dan tidak dilipat.
3. Pada bagian kanan bawah halaman rancangan disertakan contoh pengecilan ikon setinggi 25mm dalam: (1) warna, (2) hitam-putih dan (3) putih-hitam (diapositif)
4. Pada halaman rancangan ikon TIDAK BOLEH dicantumkan nama, tandatangan, ataupun tanda apapun oleh peserta
5. Keterangan tertulis tentang arti dan makna rancangan ikon diketik dengan huruf arial 12 point maksimal dua pertiga halaman A4 dan ditempel di belakang karya
6. Lampirkan keterangan tertulis menyatakan bahwa rancangan ikon tersebut asli karya sendiri, tak pernah dipublikasi sebelumnya, dan ditandatangani di atas meterai Rp 6000,-, dimasukkan DALAM AMPLOP TERTUTUP bersama nama, alamat peserta dan fotokopi KTP atau tanda bukti diri lain. Amplop tertutup tersebut ditempelkan di belakang karya.

Karya berbentuk CD dan print out beserta semua kelengkapannya dimasukkan ke dalam amplop tebal, aman, tahan air serta tidak dilipat dan dikirim ke alamat:


KABAG HUMAS BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN)
D/A GEDUNG BNN
JL. MT. HARYONO NO. 11, CAWANG – JAKARTA TIMUR
Telp. 021-80871566, 80871567 Ext. 117 & 130
Fax. 021-80885225, 80871591, 80871592, 80871632



Jadwal Penerimaan dan Penjurian:
1. Karya yang masuk harus diterima panitia selambat-lambatnyanya 3 November 2006 Pk.16:00 WIB
2. Pengumuman pemenang dipublikasikan pada akhir November 2006 melalui Harian Media Indonesia
3. Juri berhak menyempurnakan hasil karya pemenang bilamana diperlukan.
4. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.
5. Dewan Juri terdiri dari para akademisi, praktisi, designer dan seniman.

Pemenang:
1. Hadiah :
a. Pemenang pertama sebesar sebesar: Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dan sertifikat.
b. Pemenang kedua terdiri dari empat nominator, masing - masing sebesar Rp. 1.000.000,- dan sertifikat.
c. Pajak ditanggung oleh panitia.

2. Penganugerahan hadiah dan peresmian penggunaan ikon terpilih akan dilakukan di Gedung BNN.
3. Rancangan ikon pemenang menjadi hak milik panitia untuk dipergunakan dalam segala kegiatan yang berhubungan dengan kampanye masyarakat anti narkoba.
4. Karya yang tak terpilih (tidak menang) dapat diambil kembali alamat panitia diatas.


Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Bagian Humas BNN.


PANITIA

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...