KBBI Daring ini merupakan upaya penyediaan kemudahan akses terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia di manapun, kapanpun, dan siapapun selama dapat memanfaatkan jaringan teknologi informasi dan komunikasi.
Senin, Februari 18, 2008
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Online
KBBI Daring ini merupakan upaya penyediaan kemudahan akses terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia di manapun, kapanpun, dan siapapun selama dapat memanfaatkan jaringan teknologi informasi dan komunikasi.
PCMAV - AntiVirus Lokal untuk Virus Lokal!
PCMAV merupakan software antivirus Dikembangkan secara intensif oleh PC Media, salah satu majalah komputer yang beredar di Indonesia, yang didukung oleh jaringan distribusi Pinpoint Publications.Selain menggunakan engine antivirus-nya sendiri, PCMAV juga dapat mengkombinasikan engine dari ClamAV (www.clamav.net) program antivirus opensource untuk Unix yang berlisensi GPL sebagai plugin. Penggunaan double engine ini bertujuan agar hasil pendeteksian virus bisa didapat lebih banyak lagi.
Versi terbaru PCMAV dapat diperoleh secara rutin setiap bulan yang dibundel dalam CD/DVD majalah PC Media yang terbit tiap bulan. Selain itu update PCMAV dapat diperoleh melaui sebuah website Virus Indonesia [beta] (http://virusindonesia.com/), namun update terbarunya hanya terbatas untuk versi terakhir yang telah beredar.
Pembuatnya meng-klaim bahwa "PCMAV merupakan antivirus yang mengandung formula dan teknologi khusus yang unik dan tangguh untuk mengatasi virus komputer yang menyebar luas di Indonesia, baik jenis lokal maupun mancanegara (asing), secara akurat dan tuntas 100% tanpa merusak sistem Windows, dokumen dan file penting."
PCMAV diciptakan dan dikembangkan sebagai bentuk rasa cinta dan terimakasih kepada para pembaca setia PC Media. Namun demikian, masyarakat umum juga boleh manfaatnya tentunya sesuai dengan ketentuan penggunaan (end-user license).
Berikut ini adalah link-link download PCMAV yang ditemui oleh CIX-ers :
PCMAV 1.0 Final Release
Jumat, Februari 08, 2008
Abad 21, Satu Miliar Jiwa Meninggal Akibat Rokok
Hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah laporannya, Kamis (7/2), memperkirakan sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia akan meninggal akibat rokok pada abad 21 jika Pemerintah dan warga sipil tidak segera bertindak mengatasi epidemik penggunaan tembakau.
Riset WHO merekomendasikan perlunya penerapan enam strategi berlapis untuk memerangi epidemik tersebut.Enam strategi ini adalah memantau penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya, melindungi masyarakat dari rokok, menawarkan bantuan untuk berhenti menggunakan tembakau, memperingati akan bahaya tembakau, menerapkan larangan bagi promosi dan iklan produk tembakau, serta menaikkan pajak produk tembakau.
“Seratus juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ke-21. Bila tidak dikendalikan, kematian yang berkaitan dengan tembakau akan meningkat lebih dari delapan juta per tahunnya pada 2030, dan 80 persen dari kematian tersebut akan terjadi di negara-negara berkembang,” ungkap laporan yang disampaikan Direktur Jendral WHO, Margaret Chan, dalam jumpa pers dengan Walikota New York, Michael Bloomberg.
Diungkapkan pula dalam laporan itu, hampir dua pertiga dari perokok di dunia tinggal di 10 negara : yakni China ( 30 persen), India (10 persen), Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Brazil, Bangladesh, Jerman dan Turki.
Riset WHO merekomendasikan perlunya penerapan enam strategi berlapis untuk memerangi epidemik tersebut.Enam strategi ini adalah memantau penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya, melindungi masyarakat dari rokok, menawarkan bantuan untuk berhenti menggunakan tembakau, memperingati akan bahaya tembakau, menerapkan larangan bagi promosi dan iklan produk tembakau, serta menaikkan pajak produk tembakau.
“Seratus juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ke-21. Bila tidak dikendalikan, kematian yang berkaitan dengan tembakau akan meningkat lebih dari delapan juta per tahunnya pada 2030, dan 80 persen dari kematian tersebut akan terjadi di negara-negara berkembang,” ungkap laporan yang disampaikan Direktur Jendral WHO, Margaret Chan, dalam jumpa pers dengan Walikota New York, Michael Bloomberg.
Diungkapkan pula dalam laporan itu, hampir dua pertiga dari perokok di dunia tinggal di 10 negara : yakni China ( 30 persen), India (10 persen), Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Brazil, Bangladesh, Jerman dan Turki.
sumber : Kompas.Com
Categories :
Fight Tobacco,
Health,
International,
National
Langganan:
Postingan (Atom)