Minggu, Juni 04, 2017

Informasi 50 besar peringkat passing grade SMA Negeri di Provinsi DKI Jakarta

Informasi 50 besar peringkat passing grade SMA Negeri di Provinsi DKI Jakarta dari 114 sekolah:

1. SMA 8 passing grade 36.75
2. SMA 28 passing grade 36.45
3. SMA 81 passing grade 35.85
4. SMA 68 passing grade 35.55
5. SMA 34 passing grade 35.40
6. SMA 61 passing grade 35.20
7. SMA 70 passing grade 35.20
8. SMA 26 passing grade 34.75
9. SMA 47 passing grade 34.45
10. SMA 39 passing grade 34.35
11. SMA 71 passing grade 34.35
12. SMA 21 passing grade 34.25
13. SMA 78 passing grade 34.10
14. SMA 38 passing grade 34.00
15. SMA 6 passing grade 33.90
16. SMA 12 passing grade 33.80
17. SMA 48 passing grade 33.75
18. SMA 14 passing grade 33.70
19. SMA 82 passing grade 33.20
20. SMA 3 passing grade 32.95
21. SMA 13 passing grade 32.90
22. SMA 90 passing grade 32.70
23. SMA 49 passing grade 32.60
24. SMA 54 passing grade 32.45
25. SMA 99 passing grade 32.40
26. SMA 103 passing grade 32.35
27. SMA 77 passing grade 32.25
28. SMA 91 passing grade 32.25
29. SMA 62 passing grade 31.85
30. SMA 67 passing grade 31.85
31. SMA 66 passing grade 31.75
32. SMA 112 passing grade 31.75
33. SMA 44 passing grade 31.70
34. SMA 55 passing grade 31.70
35. SMA 29 passing grade 31.60
36. SMA 42 passing grade 31.40
37. SMA 63 passing grade 31.15
38. SMA 98 passing grade 31.15
39. SMA 33 passing grade 31.05
40. SMA 46 passing grade 31.05
41. SMA 87 passing grade 31.05
42. SMA 58 passing grade 30.90
43. SMA 65 passing grade 30.90
44. SMA 53 passing grade 30.80
45. SMA 1 passing grade 30.75
46. SMA 60 passing grade 30.60
47. SMA 59 passing grade 30.40i
48. SMA 2 passing grade 29.95
49. SMA 109 passing grade 29.90
50. SMA 32 passing grade 29.85

Sumber: Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Rabu, Oktober 14, 2015

Jangan Menunggu

13 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
**********************
πŸ‘1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
🌻2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
🌻3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
🌻4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan org lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
🌻5. Jangan menunggu org memahami kamu. baru kamu memahami dia, tÒÞi pahamilah org itu, maka org itu paham dgn kamu.
🌻6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dlm tulisanmu.
🌻7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
🌻8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
🌻9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dgn tenang. Percayalah bukan sekadar uang yg datang tapi juga rezeki yg lainnya.
🌻10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yg diikuti.
🌻11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
🌻12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
🌻13. Jangan menunggu waktu luang utk ber-Ibadah.
Tapi luangkan waktu utk ber-Ibadah.
🌺Dan… Jangan menunggu lama lagi utk membagikan tulisan ini kpd semua org yg anda kenal…
Sehingga kita semua tersadar … Amiiin πŸ˜‡.

Minggu, Desember 07, 2014

Mendikbud Anies Baswedan Putuskan Kurikulum 2013 Dihentikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013. Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.

"Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015," kata Anies di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).

Anies menginstruksikan sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Anies menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006.

"Jadi tidak ada alasan bagi guru-guru untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kela‎s," kata Anies.

Selain itu, masih ada pula sekolah-sekolah yang sudah menetapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah-sekolah itu diharapkan tetap menerapkan Kurikulum 2013 dan dijadikan sebagai sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013.

"Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya," terang Anies.

Namun apabila ada sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013 dengan alasan ketidaksiapan dapat mengajukan diri kepada Kemendikbud untuk dikecualikan. ‎Sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester ini jumlahnya 6.221 dari 208.000 sekolah (SD/SMP/SMA/SMK).

Kemudian, Anies juga memutuskan untuk mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek.

"Kemendikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru," ucap Anies.

Anies juga mengatakan malam ini juga surat edaran kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia akan disiapkan dan segera dikirimkan ke sekolah-sekolah tersebut.
sumber: detikcom

Sabtu, November 15, 2014

Terlibat Tawuran, 20 Siswa SMA 109 Dikeluarkan

Tindakan tegas diambil pihak SMA Negeri 109 Jakarta terhadap siswanya yang terlibat tawuran. Sebanyak 20 siswa di sekolah tersebut yang terlibat tawuran dengan siswa SMA Negeri 60 Jakarta dikeluarkan dari sekolah.

"Dalam rapat pleno Kamis (13/11) kemarin, diputuskan 20 orang siswa kita dikeluarkan atau dikembalikan ke orangtua," ujar Sugiono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 109 Jakarta, Jumat (14/11).

Menurut Sugiono, para siswa yang dikeluarkan telah melakukan pelanggaran yang melewati batas. Sehingga memang menurut aturan harus dikembalikan ke orangtua. "Ya memang sebelumnya beberapa anak sudah memiliki poin pelanggaran lain. Jadi kalau ditambah dengan kasus kemarin menurut aturan harus begitu," katanya.

Sugiono mengatakan, siswa yang dikeluarkan itu tidak berada di satu angkatan. Sebanyak 8 orang kelas XI, 10 orang kelas XII, dan 2 orang kelas X. "Sudah ada beberapa siswa yang diperiksa oleh pihak kepolisian dari Polsek Pasar Minggu. Ada yang diperiksa di sekolah dan juga di Polsek, bahkan ada sampai tengah malam," jelasnya.

Dia mengakui awalnya pihak sekolah tidak mengetahui penyebab tewasnya Andi Audi Pratama (16) siswa SMAN 109 kelas XI. "Tadinya kami kira meninggal akibat kecelakaan. Tapi setelah ditelurusi, ternyata meninggal akibat aksi yang tidak wajar," ucapnya.

Sugiono berharap, kasus ini bisa terselesaikan dengan baik oleh pihak kepolisian. "Kita akan terbuka terhadap proses hukum. Semoga ini kasus yang terakhir," harapnya.

Sementara pihak SMA Negeri 60 Jakarta hingga saat ini belum bersedia memberikan keterangan. "Kepala sekolah dan wakil sedang ada rapat di Dinas Pendidikan. Senin saja coba lagi," ucap salah satu staf yang tak mau disebutkan namanya.

Andi Audi Pratama (16) siswa kelas XI SMA Negeri 109 Jakarta diketahui tewas di RS JMC, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/11) usai dikeroyok belasan siswa SMA Negeri 60 Jakarta di sisi Jalan Raya Warung Buncit, tepatnya simpang Pejaten Village, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (7/11) malam lalu.

Hari ini pihak kepolisian dan tim dokter dari RS Polri Sukamto membongkar kembali makam korban di TPU Jeruk Purut untuk kepentingan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, sudah ada 12 orang saksi yang diperiksa polisi terkait kasus tersebut.
sumber: BeritaJakarta

Senin, Oktober 06, 2014

Awas! Remas Payudara Siswi SMA Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 5 M

Revisi UU Perlindungan Anak yang baru diketok DPR membuat ancaman hukuman pencabulan naik dari minimal 3 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. Salah satu contoh perbuatan cabul terhadap anak-anak yaitu meremas payudara siswi SMA yang belum berusia 18 tahun.

"Ya, termasuk (meremas payudara adalah perbuatan cabul)," kata ahli pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Dr Mudzakir saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/10/2014).

Meremas payudara dinilai memenuhi unsur pasal 76E UU Perlindungan Anak yang menyatakan setiap orang dilarang melakukan:

- kekerasan atau ancaman kekerasan;
- memaksa;
- melakukan tipu muslihat;
- melakukan serangkaian kebohongan;
- membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan;

perbuatan cabul.

Adapun ancaman pidananya disebutkan dalam pasal 82 ayat 1 yaitu:
Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagimana dimaksud padal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Lantas bagaimana jika yang melakukan perbuatan cabul dengan meremas payudara siswi SMA itu adalah orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik dan tenaga kependidikan? UU Perlindungan Anak tersebut memperberat ancaman pidana pelaku pencabulan dan pemerkosaan anak dengan pelaku seperti dia atas menjadi 20 tahun penjara.

Namun Mudzakir memberi catatan dalam kasus ini yaitu meremas payudara itu dilakukan dalam ruang tertutup.

"Jika dilakukan di depan publik maka masuknya sebagai delik tindak pidana kesusilaan atau pelecehan seksual," papar Mudzakir.

Aturan di atas berlaku bagi korban yang usianya belum mencapai 18 tahun. Tidak hanya itu, ancaman di atas juga berlaku bagi perbuatan pemerkosaan atau persetubuhan dengan korban yang belum berusia 18 tahun.
sumber: detikcom

Selasa, September 23, 2014

PR Matematika Anak Kelas 2 SD Bikin Heboh di Facebook dan Twitter

Media sosial Twitter dan Facebbok sejak Minggu (22/9/2014) diramaikan oleh sebuah perdebatan matematika, tepatnya tentang operasi perkalian.

Persoalan dimulai dari posting Muhammad Erfas Maulana di facebook, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Erfas yang membantu adiknya mengerjakan tugas matematika memertanyakan alasan guru menyalahkan jawaban sebuah soal.

Dalam tugas itu, guru meminta adik Erfas untuk menyatakan 4+4+4+4+4+4 dalam operasi perkalian.

Senin, September 15, 2014

Pengguna Narkoba Tak Lagi Dipenjara?


“Kenapa sih kok bisa enggak dipenjara? Kan dia pemakai narkoba? Loh, kenapa dan alasannya apa? Bukannya narkoba dan obat-obatan sejenisnya dilarang keras untuk diedarkan apalagi dikonsumsi di Negara manapun? Tak terkecuali di Indonesia sendiri?”. Inilah pertanyaan yang ada di dalam pikiran saya ketika membaca artikel di portal berita ternama. Mengapa oh mengapa pengguna narkoba tidak dipenjara yaa? Pertanyaan saya akhirnya terjawab sudah setelah membaca artikel tersebut. Menarik memang. Selama ini yang saya tahu yaa kalau memakai narkoba, apalagi sampai ketahuan sama petugas polisi bisa panjang urusannya.

Beberapa minggu yang lalu, tujuh lembaga negara menandatangani nota kesepahaman tentang Peraturan Bersama Penanganan Pecandu Narkoba dan Korban Peyalahgunaan ke Dalam Lembaga Rehabilitasi. Ketujuh lembaga negara tersebut adalah Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Indonesia serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Peraturan bersama ini bertujuan untuk:
  1. Mewujudkan koordinasi dan kerjasama secara optimal penyelesaian permasalahan narkotika dalam rangka menurunkan jumlah pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika melalui program pengobatan, perawatan, dan pemulihan dalam penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika sebagai tersangka, terdakwa, atau narapidana; dengan tetap melaksanakan pemberatasan peredaran gelap Narkotika
  2. Menjadi pedoman teknis dalam penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika sebagai tersangka, terdakwa atau narapidana untuk menjalani Rehabilitasi Medis dan/ Rehabilitasi Sosial
  3. Terlaksananya proses Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosila di tingkat penyidikan, penuntutan dan pemidanaan secara sinergis dan terpadu.

Peraturan bersama ini merupakan langkah pemerintah dalam menekan jumlah pengguna/pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika yang hingga saat ini mencapai 4 juta jiwa. Serta menjadikan Indonesia bebas dari pengguna/pecandu maupun pengedar narkotika. Dan di tahun 2014 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencanangkan sebagai tahun penyelamatan dan penyalahgunaan narkotika. Dan dalam peraturan bersama pun dijelaskan bahwa nantinya pengguna narkotika akan direhabilitasi, bukan di penjara. Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan bahwa pengguna/pecandu narkotika tidak akan diproses secara hukum jika melapor. Namun jika tertangkap tangan oleh petugas, mereka (pengguna/pecandu narkotika) akan diproses hukum.

Rabu, Juli 23, 2014

CAMEO Fun Campaign: Cinta Indonesia Project #3PersatuanIndonesia

Perbedaan itu indah, dan akan lebih indah jika Indonesia DAMAI dalam Perbedaan.



Minggu, Juni 22, 2014

Siswa Sekolah Diwajibkan Memakai Badge Merah Putih di Seragamnya

ilustrasi (www.kaskus.co.id)
Seragam sekolah secara nasional baik tingkat SD, SMP, SMA, mulai tahun ajaran baru 2014/2015 diwajibkan ditambah bendera merah putih ukuran 5 x 3 cm di atas saku kiri baju seragamnya.

Jika siswa tidak mengenakan (tambahan) bendera merah putih tersebut, maka sekolah wajib untuk memberikan sanksi bagi para siswa yang tidak mengenakannya.

"Ya harus ada sanksi. Ini kan wajib. Sanksinya sama dia tidak memakai seragam," ujar Mendikbud M Nuh kepada wartawan usai acara Rapat terbuka senat dan Dies natalis 1 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Hotel JW Marriott Surabaya, Sabtu (14/6/2014).

Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian seragam sekolah. Setiap siswa SD yang mengenakan seragam putih merah, seragam SMP putih biru dan seragam SMA/SMK diwajibkan menambah badge bendera merah putih ukuran 5 x 3 cm yang diletakkan di atas saku kiri seragam bajunya.

Diterbitkannya Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tersebut, karena alasannya diantaranya seperti, masih adanya silang pendapat tentang seragam, terutama sudah menyangkut dengan keyakinan.

"Oleh karena itu, kami ini menegaskan kembali dan kami tuangkan di dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014," tuturnya sambil menambahkan fungsi dari penyeragaman sekolah yang ada penambahan badge bendera merah putih.

"Fungsi pertama, seragam itu apa. Seragam ya seragam, yaitu untuk menyeragamkan. Artinya, jangan sampai di sekolah itu karena tidak ada seragam, sehingga nampak simbol yang dipakai orang kaya sama yang tidak. Jadi fungsi yang pertama ini untuk mengeliminasi status sosial di sekolah," paparnya.

Fungsi kedua badge bendera merah putih tersebut sebagai bagian dari membangun karakter bangsa. "Oleh karena itu, yang baru ini (peraturan seragam sekolah) ini kuta tambah karakter Indonesia kita. Apa itu? yaitu merah putih," terangnya.

Seragam sekolah yang ada penambahan 'badge' merah putih di atas saku kiri baju diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2014/2015. Merah putih tersebut bisa ditambahkan ke seragam yang sebelumnya tidak ada bendera merah putihnya.

"Nasionalisme kita tingkatkan lagi. Dan peraturan ini tidak ada kaitanyya dengan periode 5 tahunan (pemilu presiden), tapi ini murni kita tanamkan ke adik-adik kita mulai dari kecil SD, SMP, SMA, SMK," tandasnya.
[detikcom]

Rabu, Februari 26, 2014

Siaran Pers: Pameran Rokok Inter-tabac Asia di Bali Dibatalkan!


Jakarta, 25 Februari 2014 – Inter-Tabac Asia yang merupakan sebuah ajang promosi produk dan teknologi rokok internasional rencananya akan diadakan di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) pada tanggal 27 – 28 Pebruari 2014 mendatang. Berdasarkan informasi dari pihak BNDCC-BTDC pihak penyelenggara Inter-Tabac sudah mengajukan ijin penyelenggaraan kegiatan dengan melampirkan surat ijin keamanan dari Kepolisian RI. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat penentangan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya organisasi pemerhati kesehatan.

3 Hari yang lalu, perusahaan penyelenggara pameran Westfalenhallen memberikan informasi melalui website resminya bahwa mereka membatalkan pameran Inter-tabac Asia 2014 di Indonesia. http://www.westfalenhallen.de/messen/intertabac-asia/en/

Berbagai penolakan baik di dalam negeri maupun dari luar negeri disuarakan oleh berbagai organisasi, lembaga, dan komunitas yang konsen terhadap pengendalian tembakau. Yosef Rabindanata Nugraha yang juga inisiator dari gerakan Indonesia Bebas Rokok memulai dengan petisi online melalui situs change.org bersama Max Vollmer yang juga merupakan ketua dari organisasi Deutscher Jugendschutzverband di Dortmund pada tanggal 1 Desember 2013. Petisi tersebut berhasil ditandatangani oleh lebih dari 12.000 orang, diantarnya adalah 8.000 masyarakat Indonesia, 3.000 masyarakat Jerman, dan selebihnya masyarakat dari negara lain.

Penggalangan dukungan melalui online dan audiensi para aktivis pengendalian tembakau dengan Gubernur Bali, Bupati Badung, Pengelola Bali Nusa Dua Convention Center dan berbagai desakan kepada pemerintah berhasil melahirkan penolakan dari Gubernur Bali, Bupati Badung, dan pengelola dari tempat diselenggarakannya Inter-tabac Asia yaitu Bali Nusa Dua Convention Center.

Yosef Rabindanata Nugraha, Initiator Indonesia Bebas Rokok mengatakan, “Tanpa adanya dukungan dari para aktivis pengendalian tembakau yang ada di Indonesia dan Jerman, kita tidak mungkin berhasil. Ini adalah kemenangan kita. Kepada Westfalenhallen: Kami tidak mau pameran Inter-tabac Asia! Silahkan pergi dari Indonesia dan negara-negara di Asia!“

Dengan dibatalkannya Inter-tabac Asia, merupakan sebuah kemajuan besar bagi Bali dan Indonesia. Namun, peluang dipindahnya pameran tersebut ke kota lain di Indonesia masih cukup besar. Seperti Pemerintah Provinsi Bali, dibutuhkan komitmen dari berbagai daerah di Indonesia untuk menolak pameran rokok diadakan di Indonesia. Menerima atau mengadakan pameran rokok, sama saja menjadikan Indonesia sebagai tempat sampah bagi industri rokok dimana hampir diseluruh dunia industri rokok sudah ditolak.

More information:

www.dortmundkills.de
http://www.change.org/StopDortmund
www.facebook.com/dortmundkills

[Indonesia Bebas Rokok]

Rabu, Januari 29, 2014

"Aku Ingin Kakak Juga Bahagia . . . "

Kulihat kembali tumpukan surat kabar di rak meja ruang tamu. “Kecelakaan Garuda Tewaskan Ratusan orang,” itulah topik yang selalu diberitakan dan menjadi hampir di semua surat kabar nasional yang terbit sekitar sebulan lalu. Tragedy itu jugalah yang menewaskan kedua orang tuaku dan membuat adikku satu-satunya terbaring koma sampai detik ini. Ada rasa sesal, sedih, kecewa, marah, dan benci yang teramat sangat. Kalau saja Tita adikku, tidak selalu merengek ingin liburannya ke Paris, pasti kecelakaan itu tidak akan membuatku, yang masih menjadi mahasiswa tingkat III, menjadi yatim piatu secepat ini.

Mungkin predikat anak sial yang kudeklarasikan untuk Tita memang tidak salah. Selama 15 tahun kurasakanbetapa bahagianya menjadi anak tunggal yang selalu dimanja. Orang tuaku yang merupakan pengusaha sukses selalu memberikan apapun yang kuminta. Tapi kehadiran seorang adik di tengah-tengah kami menjadikan hidupku berubah 180 derajat. Mama lebih memperhatikan Tita, dan menyuruhku selalu mengalah. Tidak hanya itu, kedua orang tuaku pun selalu membelanya meskipun jelas-jelas Tita-lah yang bersalah. Ibarat putri raja yang seketika menjadi anak tiri. Menyebalkan !!! Kebencian itu sudah kupupuk semenjak mama dinyatakan positif hamil. Dan setiap hari hanya stress yang aku rasakan bila sudah berada di dalam rumah, karena tidak ada sedetik pun yang terlewat bagi Tita untuk tidak mengganguku.

Senin, Desember 09, 2013

Fosil Monster Laut Berusia 130 Juta Tahun Ditemukan

Maria Paramo, Paleontolog asal Kolombia menemukan fosil hewan laut raksasa yang hidup di Bumi miliaran tahun lalu.

Fosil monster itu ditemukan ketika ia melakukan ekskavasi di Boyaca, wilayah di Kolombia, selama periode Cretaeous (144 - 60 juta tahun lalu) dibanjiri oleh air.

Dinosaurus yang ditemukan merupakan golongan Plesiosaurus, reptilia raksasa yang hidup di lautan belahan selatan Bumi, saat Bumi jauh lebih hangat dari saat ini.

Diberitakan International Business Times, Senin (9/12/2013), Plesiosaurus yang ditemukan berukuran hampir 8 meter. Fosil yang sama pernah ditemukan di Australia, Amerika Utara, Antartika, dan Eropa.

Plesiosaurus adalah predator lautan yang memakan ikan. Hewan ini bisa tumbuh hingga panjang 15 meter, memiliki tubuh yang lebah dan ekor kecil. Organ geraknya berevolusi sehingga memiliki empat sirip yang didayai oleh otot yang kuat.

Paleontolog yang menemukan fosil ini, mengatakan, "Hewan ini hidup sekitar 130 juta tahun lalu. Saat itu, hampir setengah Kolombia dibanjiri air lautan yang pada bagian barat bertahan hingga akhir masa Cretaceous." Kelompok dinosaurus ini mulai eksis dari 204 juta tahun lalu, tetapi kemudian punah bersama dinosaurus lain 66 juta tahun lalu.

Plesiosaurus merupakan jenis dinosaurus pertama yang ditemukan oleh ilmuwan. Sejak abad 19, ilmuwan telah mengoleksi lebih dari 100 spesimen golongan ini.
sumber: kompas

Minggu, Desember 08, 2013

Satu Demi Satu Toko Musik Aquarius Ditutup

Halamannya cukup luas. Bisa menampung tujuh mobil dan belasan motor terparkir di sana. Berdiri di Jalan Mahakam 1 nomor 3, Jakarta Selatan. Gedung itu bercat putih, dindingnya masih terawat, meski gedung ini telah berdiri sejak 1989. Nama AQUARIUS terpampang besar-besar di depannya.

Tiga banner bergambar album baru dari tiga musisi masih menghiasi halaman parkir. Tapi, ada yang lebih menarik, spanduk bertuliskan ‘diskon 50%’ kini menghiasi pintu masuk.

Berbagai CD dan kaset tersusun rapi memenuhi setiap rak berdasarkan kategori dan genre musik. Aquarius Musikindo merupakan satu-satunya produser musik Indonesia yang membuka toko untuk menjual berbagai CD dan kaset original.

Toko musik Aquarius berdiri di beberapa titik di kota besar, seperti Pondok Indah Jakarta, Dago Bandung dan Mahakam. Namun kini, satu per satu toko musik milik Aquarius ditutup.

Setelah cabang Dago tutup pada Desember 2009 dan diikuti dengan tutupnya cabang terbesar di Pondok Indah pada 25 Agustus 2010 lalu, kini giliran Aquarius Mahakam. Berdasarkan pantauan VIVAlife pada Sabtu, 7 Desember 2013, beberapa rak sudah mulai kosong. Terutama rak di bagian kaset.

Ruangan yang diisi dengan 8 rak besar tersebut, hanya sisa satu rak yang terisi kaset, itupun sudah kosong di beberapa bagian, sisanya diisi dengan berbagai macam CD.

Tak jauh berbeda dengan ruang kaset yang hampir kosong, satu ruangan yang masih menjual CD dengan harga normal pun sudah kosong di beberapa bagian. Meski tak sebanyak ruangan pertama. Tak banyak pengunjung di ruangan itu, karena ketika masuk mereka akan langsung menuju ke ruangan yang bertuliskan ‘diskon 50%’.

Mereka memborong berbagai CD lagu-lagu favorit. Hampir seluruh pengunjung membawa keranjang kecil untuk meletakkan CD yang akan mereka beli.

Rata-rata lima hingga sepuluh CD mengisi keranjang kecil mereka. Ghazi, salah satu pengunjung langsung datang dari Bandung begitu mengetahui toko musik Aquarius di Mahakam akan tutup.

“Saya biasanya beli yang di Dago. Tapi, yang di sana udah tutup kan. Kemarin dengar yang di sini mau tutup juga dan lagi diskon, ya saya ke sini,” ujarnya saat ditemui VIVAlife.

Ghazi menyayangkan karena toko musik Aquarius mulai tutup satu per satu. Padahal, untuk mencari CD original saat ini terbilang cukup sulit. Ketika toko musik cabang Dago ditutup, ia mencari alternatif lain dengan membeli CD bekas dari pasar loak, meski kualitasnya tak sebaik jika membeli yang baru.

Hal tersebut juga diakui Wawan, pengunjung dari Jakarta yang memang senang mengoleksi CD. Menurutnya, meski sudah banyak musik digital, masih banyak masyarakat Jakarta yang lebih senang mengoleksi lagu dengan bentuk CD.

“Saya sering banget ke sini. Makanya sayang banget kalau sampai tutup juga,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai rencana tutupnya toko musik tersebut, salah satu penjaga toko menolak untuk memberi tahu kepastian, kapan tepatnya toko tersebut akan tutup. Ia mengatakan bahwa hingga kini pihak manajeman baru mulai memberi diskon sejak awal Desember ini.
sumber: life.viva.co.id

Kebijakan Siswa SD Tak Boleh Tinggal Kelas Dipertanyakan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menetapkan kebijakan tidak ada lagi peserta didik Sekolah Dasar (SD) yang tinggal kelas. Kebijakan tersebut mendapat tanggapan yang beragam baik dari guru maupun orang tua murid.

Kepala Sekolah SD Negeri 015 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Cicih Sulastri, S.pd menilai kebijakan itu tidak efektif. Menurutnya siswa yang tidak memiliki kompetensi lebih baik mengulang pelajaran.

"Kalau memang anak tidak mampu ya biarkan dia untuk belajar ulang," ucapnya saat ditemui metrotvnews.com, di SDN 015 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Selasa, (3/12).

Cicih mengatakan kebijakan tersebut akan menimbulkan anak menjadi malas untuk belajar, karena sudah ada jaminan pasti naik. "Kalau anak dinaikkan semua, dia (siswa) bilang 'ahh anak bodoh juga bisa naik," katanya.

Begitupun Ros (40) seorang Ibu rumah tangga yang memiliki anak SD kelas 4, menilai kebijakan tersebut tidak efektif untuk diterapkan. Karena anak akan menjadi lebih sulit dalam menerima ilmu pelajaran."Gimana mau lanjut sedangkan pelajaran sebelumnya gagal?" ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan sistem penilaian baru bagi peserta didik Sekolah Dasar. Kemendikbud akan membuat kebijakan yang tak membolehkan siswa sekolah dasar tinggal kelas.
sumber: Metrotvnews.com

Indonesia Sering Juara Olimpiade Matematika, Fisika, & Sains? Jangan Terlalu Bangga Dulu!

Pernah mendengar berita bahwa Indonesia Juara olimpiade matematika, fisika, bahkan sains? "Sering" mungkin itu jawabnya.

Jangan Bangga dulu! Gelar tersebut kemungkinan hanya "anomali" dari anak yang dimiliki oleh segelintir anak Indonesia yang diberi kelebihan oleh Tuhan. Namun kemapuan matematika dan sain anak indonesia secara umum bisa jadi sangatlah lemah.

Indonesia berada di peringkat dua dari bawah untuk skor matematika dalam survei Progamme for International Student Assessment (PISA) 2012 yang baru dirilis awal Desember ini.

PISA merupakan sistem penilaian internasional yang menitikberatkan pada kemampuan anak usia 15 tahun dalam bidang membaca, matematika dan sains.

Dari 65 negara yang masuk survei PISA, Indonesia menduduki peringkat ke 64, satu tingkat di atas Peru.

The Guardian menjelaskan secara rinci nilai yang diperoleh di masing-masing bidang: Indonesia memperoleh skor 375 di bidang matematika, 396 soal bidang membaca, dan 382 untuk sains, dari skor rata-rata internasional (500).


Sabtu, Desember 07, 2013

"Malas" : Pemicu Pengusaha Sukses

Hah? Jadi pengusaha cuma buat orang yang malas? Jangan becanda, Kak! Saya orang rajin lho dan saya pengusaha sukses! Eits, eits.. tunggu dulu dong. Itu yang bilang Mas Mono loh. Tahu kan Mas Mono? Itu loh pengusaha sukses Ayam Bakar Mas Mono.. Nah, Mas Mono pernah bilang tuh waktu saya berdiskusi dengan beliau (semoga beliau sih masing ingat, hehe..). Jadi waktu itu dia pernah mengatakan bahwa sebenarnya ga semua orang cocok jadi pengusaha. Walaupun memang sebenarnya semua orang bisa jadi pengusaha. Penasaran apa maksudnya? Yuk, baca artikelnya lebih lanjut..


Malas? Ya, beneran malas. Kata Mas Mono cuma orang malaslah yang sukses jadi pengusaha. Ada 5 kategori malas nih yang bisa bikin orang bisa jadi pengusaha sukses.

1. Malas Kalau Rezekinya Cuma Segitu

Rasulullah kan pernah bilang, 9 dari 10 kunci rezeki itu ada di perdagangan. Sementara berdagang adalah jantungnya berwirausaha. Jadi, ya pengusaha itu memang cuma cocok bagi orang yang malas kalau rezekinya segitu-segitu aja. Karena dia merasa kalau rezekinya cuma segitu maka kontribusi dan dampak yang dia berikan juga segitu aja (beda kalau rezekinya lebih besar)

2. Malas Kalau Manfaatnya Cuma Segitu

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.” Siapa bilang jadi pengusaha itu hanya memikirkan profit dan untung? Menjadi pengusaha kan berarti kita mencoba membantu pelanggan kita untuk memenuhi kebutuhan mereka kan? Disitulah titik pentingnya. Jika kamu masih berpikir bahwa pengusaha itu landasannya adalah keinginan untuk kaya, akan kalah sama pengusaha yang landasannya ingin membantu orang. Beneran lho.

3. Malas Kalau Usahanya Cuma Ada Satu

Nah kalau yang ini dari Mas Mono nih. Ibarat rezeki adalah sungai yang mengalir, maka jangan siapkan satu ember buat menganbilnya. Buatlah 2, 3, 4, bahkan berbelas-belas ember agar mengambilnya lebih cepat. Hehe.. Tapi tentunya fokuskan dulu pada usaha yang sedang kita bangun. Kalau sudah mapan, barulah membuat usaha-usaha yang lain.

4. Malas kalau Temannya Cuma Segitu

“Silaturahmi itu memanjangkan umur dan melapangkan rezeki.” Nah, itu memang benar. Pengusaha sukses itu rata-rata malas kalau temannya cuma segitu-segitu aja. Jaringannya luas dan bisa saling memberi manfaat. Jadi, kalau kamu malas temanmu segitu-gitu aja, maka menjadi pengusaha adalah upaya yang cocok banget buat kamu. Hehe..

5. Malas Kalau Ilmunya Cuma Segitu

Ini juga penting lho. Karena kalau menjadi pengusaha itu kan dituntut untuk terus kreatif dan inovatif terkait pergeseran dan perkembangan usaha yang sangat cepat dan kompetitif apalagi di masa yang sekarang ini. Iya kan? Beda sama mereka yang mungkin kerjanya itu-itu saja maka memang akan sulit mengembangkan ilmu. Tetapi kalau pengusaha, ilmu ga berkembang ya terancam bangkrut.

6. Malas Kalau Ibadahnya Cuma Segitu

Yang ini spesial nih. Menjadi pengusaha itu berpotensi membuka pintu-pintu ibadah yang lain. Misalnya, meningkatkan jumlah zakat, meningkatkan jumlah sedekah, membangun masjid atau tempat ibadah, dan lain sebagainya. Jadi buat mereka yang memang malas kalau ibadahnya cuma segitu, bisa sedekahnya cuma segitu, dan zakatnya cuma segitu-gitu aja, maka menjadi pengusaha cocok untuk kamu. Hehe..

Oke. jadi itu dia alasan kenapa hanya orang malaslah yang cocok jadi pengusaha. Pengusaha itu kan sebenarnya merupakan pilihan profesi. Tapi, kalau kamu memang ga cocok ya ga usah jadi pengusaha. Masih banyak pilihan profesi lainnya. Hehe..

Bagaimana menurut kamu?
sumber: arryrahmawan.net

Senin, Desember 02, 2013

Hari AIDS Sedunia, Bukan Perayaan tapi Peringatan

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa pada masa ini hampir setiap individu sudah terjangkiti suatu penyakit yang tidak berbahaya namun meresahkan sebagian orang yang telah menyadari apa arti penyakit ini. Seiring berkembangnya  sosial media saat ini, maka semakin gencar pulalah perayaan (update status) “ucapan selamat” di akun sosial media sekarang ini.  Bukan sosial media dan perayaan itu yang  disalahkan, namun pemikiran orang yang melakukan hal itulah yang wajib dipertanyakan dan dikoreksi ulang.
 
Layaknya hari besar yang lain, ucapan “selamat” dalam menyambut suatu perayaan adalah hal yang sederhana dan biasa-biasa saja jika dilontarkan untuk mengisi peringatan atau perayaan seperti “Selamat Hari Ibu” ataupun “Selamat Hari Guru”. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah jika ada yang mengupdate status di sosial medianya yaitu “ Selamat Hari Aids Sedunia”.

Pertanyaan menariknya adalah pantaskah ucapan “Selamat” itu untuk mendeskripsikan peringatan Hari AIDS Sedunia ini ? “Selamat” untuk siapa ? dan Apa yang terjadi sehingga diucapkan kata “Selamat” ?

Bukan Perayaan melainkan Peringatan
 
Tanggal 1 Desember bukanlah suatu perayaan melainkan suatu peringatan akan kewaspadaan serta meningkatkan kesadaran untuk pencegahan terhadap sindrom penurunan sistem kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV (Human Immune deficiency  Virus). Kekebalan tubuh bisa sangat menurun terjadi pada keadaan akibat transpalantasi organ atau supresi oleh karena obat-obatan steroid, dengan kata lain bukan dikarenakan HIV saja. Jadi, tentu selama ini sebagian masyarakat salah kaprah, mungkin dikarenakan asyik merayakan suatu perayaan di sosial medianya sampai-sampai mereka lupa bahwa “Hari Aids Sedunia” beda dengan hari perayaan  lainnya, serta “Hari Aids Sedunia”  bukan sebagai bentuk perayaan namun sebagai peringatan keras akan bahaya sindrom ini.

Ancaman Bahaya HIV/AIDS
 
Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwasanya virus HIV dan penyakitnya AIDS tidak hanya berhasil memberikan ancaman sebagai virus yang mematikan bagi yang terinfeksi, tetapi juga juga berhasil menyebabkan parno berat dalam masyarakat. Sebagai contoh, kalangan medis yang akan menangani masalah sindrom penurunan sistem kekebalan ini akan sangat berhati-hati ketika berhadapan dengan kasus ini. Betapa tidaknya, meskipun kalangan medis sudah dibekali dengan pengetahuan yang tinggi dibanding masyarakat awam serta bekerja sesuai dengan prosedur serta berbasis kompetensi  namun hal ini membutuhkan kewaspadaan yang ekstra bahkan dapat dipastikan terselip rasa takut apabila terjadi “kecelakaan atau sesuatu yang tidak diinginkan”  ketika mengoperasikan alat-alat kedokteran saat bersentuhan dengan cairan tubuh penderita HIV/AIDS ini.

Begitu pula paranoid (kewaspadaan) ini menjangkiti masyarakat awam secara umum. Kewaspadaan pun mutlak dan sepatutnya dirasakan oleh orang-orang yang dekat dengan kasus ini, seperti keluarga penderita, pengguna narkoba dan pekerja dunia kelam (seks komersial) yang mendominasi berisiko tinggi terjangkit penyakit ini. Namun demikian, masyarakat yang menurut lingkungan dan perilakunya bisa dikatakan minim beresiko, bisa jadi tertular penyakit ini. Sebagai contoh mirisnya kasus ini adalah  bayi-bayi yang baru lahir yang tidak berdosa bisa jadi korban akibat tertular melalui transmisi perinatal, tertular ibu kandung yang terinfeksi virus HIV dalam tubuhnya cukup tinggi baik saat kehamilan, persalinan, maupun saat masa menyusui.
 
Begitu mirisnya paranoid pada kasus sindrom penurunan system kekebalan ini, baik di kalangan paramedis, masyarakat yang beresiko tinggi hingga masyarakat yang minim sekali resikonya untuk terjangkit virus ini. Peringatan atau bahkan perayaan terhadap Hari Aids Sedunia semestinya dijadikan sebagai momentum untuk berintrospeksi diri, untuk saling mengingatkan tentang bahaya HIV/AIDS  dengan catatan tidak hanya membuat baliho dengan slogan “ Bahaya AIDS”  tetapi juga memberikan informasi dan pendidikan kepada msyarakat secara umum, serta tidak hanya membuat kegiatan atau dalam skala kecil yaitu update status di akun sosial media  yang bertema perayaan HIV/AIDS ini, karena yakinlah seorang yang terjangkiti penyakit ini tidak akan merayakan keadaannya, bahkan ia akan memilih lebih baik mengakhiri hidupnya daripada harus mengidap penyakit berbahaya ini.

Lara Novianti
Humas KAMMI Tanjungpinang
[http://suar.okezone.com/]

Senin, November 25, 2013

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa




Hymne Guru
Pencipta Lirik dan Lagu : Sartono


Terpujilah wahai engkau
ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku

Semua baktimu
akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti
terima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa...
tanpa tanda jasa

Selamat Hari Guru, 25 November 2013

Minggu, November 24, 2013

Rajin Olahraga Tak Selalu Menyehatkan

http://spotonlists.com
Olahraga merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan untuk hidup sehat. Namun ternyata terlalu banyak melakukannya juga belum tentu baik bagi kesehatan.

Sebuah studi baru menunjukkan, terlalu banyak olahraga bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Bahkan efeknya hampir sama dengan orang yang tidak aktif bergerak.

Para peneliti mengungkap, remaja yang berolahraga berlebihan cenderung memiliki kepercayaan diri rendah, mudah cemas, dan stres, seperti mereka yang tidak pernah atau jarang berolahraga. Laki-laki maupun perempuan yang berolahraga lebih dari 17,5 jam per minggu memiliki tingkat kesehatan yang hampir sama dengan mereka yang hanya beraktivitas fisik 3,5 jam per minggu.

Olahraga, ujar mereka, memang dikenal sebagai kegiatan yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik dengan cara mengurangi stres dan kecemasan. Ini karena olahraga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kekuatan otak.

Menurut peneliti, sebagian orang melakukan olahraga secara berlebihan, meski hanya minoritas yaitu sekitar lima persen dari populasi. Sementara itu, lebih banyak orang yang mengaku tidak aktif, yaitu sepertiga dari populasi.

Peneliti juga mengungkap, kelompok yang paling diuntungkan adalah mereka yang berolahraga dalam porsi yang sedikit lebih dari cukup, yaitu 14 jam per minggu.

Studi yang dipublikasi dalam British Medical Journal tersebut menganalisa data pada lebih dari 1.200 remaja hingga dewasa muda yang berusia 16 hingga 20 tahun di Swiss selama bulan Februari 2009 hingga Januari 2010. Perhitungan kesehatan mental dan fisik dilakukan sesuai kriteria dari WHO dengan skala 0-25. Skor di bawah 13 mengindikasikan kesehatan yang kurang baik.

Dari total peserta, sepertiga di antaranya mengaku hanya berolahraga maksimal 3,5 jam per minggu, dua perlima berolahraga 3,6 hingga 10,5 jam per minggu, kurang dari seperlima berolahraga 10,6 hingga 17,5 jam, dan hanya lima persen yang mengaku melakukan olahraga hingga lebih dari 17,5 jam.

Setelah dihitung dengan skala kesehatan WHO, remaja yang ada di kelompok kurang olahraga dan kelebihan olahraga dua kali lebih mungkin untuk mendapat skor kurang dari 13. Sementara rata-rata peserta memiliki skor 17 dalam skala tersebut.
Sumber :www.dailymail.co.uk / www.kompas.com

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...