Rabu, Mei 30, 2007

1 Tahun - 109 High blogs, unofficial blogs 109 High School Community Jakarta


1'st Anniversary 109 High blogs goes online

31 Mei 2006 - 31 mei 2007

Tidak terasa telah 1 tahun sudah 109 High blogs dan 109high@yahoogroups.com goes online. Rasanya baru kemari gw memulai blog ini, 1 tahun tidak terasa sebagai waktu yang panjang, berbagai tanggapan, komentar, kritik dan saran diterima baik dari Komunitas SMAN 109 Jakarta (CIX-ers), Blogger, maupun dari masyarakat cyber lainnya.

Bagi gw, membangun blog dan milis SMAN 109 Jakarta berawal dari kerinduan akan masa-masa indah (masa-masa SMA) yang mustahil akan secara nyata dapat terulang kembali. Keinginan meningkatkan kebanggaan "Almamater" juga menjadi salah satu pemicu yang membuat gw terus men-sosialisasi-kan blog Komunitas SMAN 109 Jakarta dan Mailing List Komunitas SMAN 109 Jakarta yang tidak (belum) resmi ini kepada CIX-ers.

Tanggapan, komentar, kritik dan saran untuk 109 High blogs dan 109high@yahoogroups.com masih sangat harapkan dari dari Komunitas SMAN 109 Jakarta (CIX-ers), Blogger, maupun dari masyarakat cyber lainnya.

Tidak lupa gw juga terus mengundang CIX-ers untuk dapat membantu 109 High blogs, menginformasikan kepada CIX-ers yang belum mengetahui keberadaan media ini yang ditujukan untuk Kita Bersama. Semoga niat yang baik akan juga memberi hasil yang baik.

World No Tobacco Day 2007 : SMOKE-FREE ENVIRONMENTS


World No Tobacco Day is observed around the world every year on May 31. The member states of the World Health Organization created World No Tobacco Day in 1987. It draws global attention to the tobacco epidemic and to the preventable death and disease it causes.

Tobacco is the second major cause of death in the world. It is well known that half the people who smoke regularly today – about 650 million people – will eventually be killed by tobacco. Equally alarming is the fact that hundreds of thousands of people who have never smoked die each year from diseases caused by breathing second-hand tobacco smoke.

100% smoke-free is the only answer

Neither ventilation nor filtration, alone or in combination, can reduce exposure levels of tobacco smoke indoors to levels that are considered acceptable, even in terms of odor, much less health effects (see Myths below).

The evidence demands an immediate, decisive response, to protect the health of all people.

Why go smoke-free?

Because...

  • Second-hand tobacco smoke kills and causes serious illnesses.
  • 100% smoke-free environments fully protect workers and the public from the serious harmful effects of tobacco smoke.
  • The right to clean air, free from tobacco smoke, is a human right.
  • Most people in the world are non-smokers and have a right not to be exposed to other people's smoke.
  • Surveys show that smoking bans are widely supported by both smokers and non-smokers.
  • Smoke-free environments are good for business, as families with children, most non-smokers and even smokers often prefer to go to smoke-free places.
  • Smoke-free environments provide the many smokers who want to quit with a strong incentive to cut down or stop smoking altogether.
  • Smoke-free environments help prevent people – especially the young – from starting to smoke.
  • Smoke-free environments cost little and they work!


Selasa, Mei 29, 2007

Lihat Kecerdasan dari Panjang Jari

Menilai kecerdasan seseorang, lihatlah perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Penelitian Mark Brosnan dari Universitas Bath menyebutkan, panjang jari-jari tangan merefleksikan perkembangan bagian-bagian di otak. Seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal dan bahasa. Jika perbandingannya sebaliknya, anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik dibandingkan matematika.

Menurut ilmuwan, pertumbuhan jari-jari tangan manusia berbeda-beda tergantung kadar hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya. Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang. Hormon itu pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang. Estrogen juga mendorong efek yang sama pada bagian otak namun yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Namun, hormon ini juga mendukung pertumbuhan jari telunjuk sehingga lebih panjang daripada jari manis.

Brosnan dan koleganya membandingkan hasil tes scholastik (SAT), semacam psikotes, kepada calon siswa yang mendaftar sekolah dengan panjang cap jari setiap siswa yang telah diminta sebelumnya. Mereka mengukur panjang jari-jari secara teliti menggunakan jangka sorong yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 milimeter.

Mereka menemukan hubungan yang jelas antara tingginya paparan testosteron - terlihat dari panjang jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk - dengan nilai uji matematika yang tinggi. Juga tingginya paparan estrogen dengan kemampuan bahasa dan verbal pada sebagian besar anak perempuan.

"Rasio panjang jari memberitahu kita gambaran mengenai kemampuan pribadi yang berhubungan dengan kognitif (daya pikir)," ujar Brosnan yang akan melaporkan temuannya dalam British Journal of Psychology.

Sumber: LiveScience.com

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...