Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 14, 2015

Jangan Menunggu

13 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
**********************
πŸ‘1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
🌻2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
🌻3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
🌻4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan org lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
🌻5. Jangan menunggu org memahami kamu. baru kamu memahami dia, tÒÞi pahamilah org itu, maka org itu paham dgn kamu.
🌻6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dlm tulisanmu.
🌻7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
🌻8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
🌻9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dgn tenang. Percayalah bukan sekadar uang yg datang tapi juga rezeki yg lainnya.
🌻10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yg diikuti.
🌻11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
🌻12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
🌻13. Jangan menunggu waktu luang utk ber-Ibadah.
Tapi luangkan waktu utk ber-Ibadah.
🌺Dan… Jangan menunggu lama lagi utk membagikan tulisan ini kpd semua org yg anda kenal…
Sehingga kita semua tersadar … Amiiin πŸ˜‡.

Sabtu, Desember 07, 2013

"Malas" : Pemicu Pengusaha Sukses

Hah? Jadi pengusaha cuma buat orang yang malas? Jangan becanda, Kak! Saya orang rajin lho dan saya pengusaha sukses! Eits, eits.. tunggu dulu dong. Itu yang bilang Mas Mono loh. Tahu kan Mas Mono? Itu loh pengusaha sukses Ayam Bakar Mas Mono.. Nah, Mas Mono pernah bilang tuh waktu saya berdiskusi dengan beliau (semoga beliau sih masing ingat, hehe..). Jadi waktu itu dia pernah mengatakan bahwa sebenarnya ga semua orang cocok jadi pengusaha. Walaupun memang sebenarnya semua orang bisa jadi pengusaha. Penasaran apa maksudnya? Yuk, baca artikelnya lebih lanjut..


Malas? Ya, beneran malas. Kata Mas Mono cuma orang malaslah yang sukses jadi pengusaha. Ada 5 kategori malas nih yang bisa bikin orang bisa jadi pengusaha sukses.

1. Malas Kalau Rezekinya Cuma Segitu

Rasulullah kan pernah bilang, 9 dari 10 kunci rezeki itu ada di perdagangan. Sementara berdagang adalah jantungnya berwirausaha. Jadi, ya pengusaha itu memang cuma cocok bagi orang yang malas kalau rezekinya segitu-segitu aja. Karena dia merasa kalau rezekinya cuma segitu maka kontribusi dan dampak yang dia berikan juga segitu aja (beda kalau rezekinya lebih besar)

2. Malas Kalau Manfaatnya Cuma Segitu

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.” Siapa bilang jadi pengusaha itu hanya memikirkan profit dan untung? Menjadi pengusaha kan berarti kita mencoba membantu pelanggan kita untuk memenuhi kebutuhan mereka kan? Disitulah titik pentingnya. Jika kamu masih berpikir bahwa pengusaha itu landasannya adalah keinginan untuk kaya, akan kalah sama pengusaha yang landasannya ingin membantu orang. Beneran lho.

3. Malas Kalau Usahanya Cuma Ada Satu

Nah kalau yang ini dari Mas Mono nih. Ibarat rezeki adalah sungai yang mengalir, maka jangan siapkan satu ember buat menganbilnya. Buatlah 2, 3, 4, bahkan berbelas-belas ember agar mengambilnya lebih cepat. Hehe.. Tapi tentunya fokuskan dulu pada usaha yang sedang kita bangun. Kalau sudah mapan, barulah membuat usaha-usaha yang lain.

4. Malas kalau Temannya Cuma Segitu

“Silaturahmi itu memanjangkan umur dan melapangkan rezeki.” Nah, itu memang benar. Pengusaha sukses itu rata-rata malas kalau temannya cuma segitu-segitu aja. Jaringannya luas dan bisa saling memberi manfaat. Jadi, kalau kamu malas temanmu segitu-gitu aja, maka menjadi pengusaha adalah upaya yang cocok banget buat kamu. Hehe..

5. Malas Kalau Ilmunya Cuma Segitu

Ini juga penting lho. Karena kalau menjadi pengusaha itu kan dituntut untuk terus kreatif dan inovatif terkait pergeseran dan perkembangan usaha yang sangat cepat dan kompetitif apalagi di masa yang sekarang ini. Iya kan? Beda sama mereka yang mungkin kerjanya itu-itu saja maka memang akan sulit mengembangkan ilmu. Tetapi kalau pengusaha, ilmu ga berkembang ya terancam bangkrut.

6. Malas Kalau Ibadahnya Cuma Segitu

Yang ini spesial nih. Menjadi pengusaha itu berpotensi membuka pintu-pintu ibadah yang lain. Misalnya, meningkatkan jumlah zakat, meningkatkan jumlah sedekah, membangun masjid atau tempat ibadah, dan lain sebagainya. Jadi buat mereka yang memang malas kalau ibadahnya cuma segitu, bisa sedekahnya cuma segitu, dan zakatnya cuma segitu-gitu aja, maka menjadi pengusaha cocok untuk kamu. Hehe..

Oke. jadi itu dia alasan kenapa hanya orang malaslah yang cocok jadi pengusaha. Pengusaha itu kan sebenarnya merupakan pilihan profesi. Tapi, kalau kamu memang ga cocok ya ga usah jadi pengusaha. Masih banyak pilihan profesi lainnya. Hehe..

Bagaimana menurut kamu?
sumber: arryrahmawan.net

Rabu, Februari 08, 2012

Peran Orangtua Dukung Keberhasilan Belajar Anak

Orangtua juga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan studi sang anak. Tak bisa hanya menuntut anak berprestasi, tanpa memberikan dukungan yang bisa memotivasi anak, terutama saat belajar. Sebagaimana dilansir oleh Kompas, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua.

1. Kunjungi sekolah dan berinteraksilah dengan gurunya untuk mengetahui perkembangan studi anak.

2. Selalu berbicara secara terbuka dengan anak, jangan membuat jarak. Buatlah mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah dengan Anda. Jangan terlalu menyalahkan anak jika mereka memiliki kekurangan dalam studi atau tidak memenuhi harapan Anda. Lebih baik membangun kepercayaan dirinya.

3. Bantu anak dalam membuat jadwal belajar mereka, disertai komitmen bersama. Biarkan anak menentukan jadwal belajar yang nyaman untuknya.

4. Bicaralah dengan anak dan cobalah membuat mereka sadar akan pentingnya belajar, serta menjaga cara belajar mereka.

5. Izinkan mereka juga untuk tetap memiliki waktu bermain, menonton TV, serta mengizinkan mereka mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Ini akan menumbuhkan perkembangan kepribadian anak Anda.

6. Perhatikan jenis makanan yang Anda berikan kepada anak saat mereka tengah menghadapi ujian. Hal ini akan berpengaruh pada fisik dan tingkat konsentrasi mereka. Hindari makanan seperti kentang atau tapioka, makanan pedas, gorengan yang mengandung asam lemak. Sebaliknya, berikan susu, madu, cokelat yang mengandung kokoa di dalamnya, dan makanan sehat lainnya.Jangan lupa mengatur pola tidur mereka, minimal 6jam di malam hari.

7. Saat anak akan berangkat ke sekolah untuk menghadapi ujian, buatlah mereka merasa senang.

Senin, April 18, 2011

Tips dan Trik Menghadapi Ujian


Ada semacam kekhawatiran berlebihan dalam menghadapi ujian nasional yang justru hal tersebut akan merusak mental dan otak kita karena semuanya itu tergantung pada pikiran kita. Ingat bahwa pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu. Seandainya kita benar-benar siap menghadapi ujian nasional tersebut mudah-mudahan semuanya berjalan lancar tanpa ada kenadala sedikitpun.

Berikut ini ada beberapa tips persiapan sebelum ujian:

1. Perbanyak Aktivitas Pendekatan Diri Pada Tuhan

Semua usaha untuk meraih hasil yang di ingin kan haruslan dilakukan secara lahir dan batin, semakin mendekatkan pada tuhan, mohon ampunlah atas segala dosa dan tingkatkanlah keimanan anda, Puasa Senin kamis bagi beragama islam.

2. Restu dari keluarga

Ini penting sekali restu keluarga, mintalah doa dari kedua orang tua kita (artikel ini kubuat pada malam hari IBU Jadi Mintalah Doa Ibu ya), orang yang anda kenal, orang terdekat kita, sebelum berpamitan dulu dengan kedua orang tua.

3. Siapkan mental Dan Fisik Anda

Persiapkan mental anda dan fisik anda jangan sampai sakit.

4. Buat Jadwal Kegiatan Dirumah Anda

Kayaknya gak ada hubannya sama ujian nasional ya ini namun tidakan ini sangat penting. Coba kita pikir kalau seandainya kegiatan dirumah anda tidak teratur apa jadinya? morak marikan(bahasa jawa), makannya buatlah jadwal dirumah anda.

5. Belajar Tekun Dan Teratur

Usahakan belajar Dirumah 2X sehari. dan utamkan sering belajar.

6. Ikutilah Program Bimbel(bimbingan belajar)

Sebaiknya anda ikutan bimbel saja Contoh saya, saya ikutan di Bimbel di neutron YOGYAKARTA, bisa buat nambahin materi kita.

7. Latihan Soal

Aktivitas ini merupak tips yang bisa menambah kekuatan kita dalam menghadapi Ujian Nasional.

8. Diskusi Bersama

Seringalah Berdiskusi dengan teman.

9. Istirahat Teratur

Istirahat terartur, perbanyak tidur, dan jaga makannan anda.

10. Berdoa

Ini penting juga banyak Berdoa Menghadap Yang diatas.

11. Tawakal

Berjuang dengan segenap tenaga dan berserah diri kepada yang di atas.

̶1̶2̶.̶ ̶C̶o̶n̶t̶e̶k̶a̶n̶

Hoho ini Selingan Kita Biar tidak Grogi.

sumber : kaskus

Kamis, November 12, 2009

Empat Skenario

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.

Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.

Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).

Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.

"Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan
handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?

Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.

Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.

Sampai akhirnya kita tiba di rumah. Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :

"Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa. Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).

Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun
dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu
baru mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?

Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?

Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu. Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.
Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.
Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.
Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?
Sebaiknya tidak.
Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh. Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

Sumber: Tidak Diketahui

Sabtu, Agustus 01, 2009

Tips Untuk Pelajar yang Ingin Sukses

10 tips ini diperoleh dari situs WikiMu. Semoga bisa dipraktekkan dengan mudah dan dapat membantu kelancaran studi rekan-rekan pelajar semua.

1. Jawablah pertanyaan ini dengan mantap, “Kenapa saya bersekolah?”

Kebanyakan pelajar benar-benar tidak mempunyai alasan yang cukup jelas kenapa harus bersekolah, selain dari kenyataan bahwa mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selain bersekolah. Mereka menerima pendapat-pendapat tentang hal itu dari keluarganya atau teman-temannya, tapi bukan dari dirinya sendiri. Kemudian atas dasar pendapat-pendapat itu mereka bersekolah. Apakah kamu juga demikian?

Temukan tujuanmu bersekolah sebelum kamu terlanjur sudah lama berada di sana, namun tidak memiliki arah dengan pasti. Tujuan-tujuan ini, jawaban dari pertanyaan kenapa ini, akan membawa perjalanan studi kamu lebih terarah dan mantap. Tidak ada yang akan bisa menggoyahkan semangat kamu untuk belajar dan menimba ilmu. Bahkan tidak ada yang sanggup memalingkan wajahmu dari cita-citamu.

2. Imajinasikan pengalaman-pengalaman yang ideal di sekolahmu

Ketika kamu sudah tahu kenapa kamu bersekolah, bayangkan hasil akhir ideal yang bisa kamu bisa raih. Biarkan imajinasimu mengalir dari alasan yang kamu buat “kenapa saya bersekolah?”. Apakah kamu sudah merasa siap bersekolah atau tidak, bukan itu permasalahannya. Sekarang mulailah mencatat beberapa pengalaman-pengalaman ideal yang mungkin akan didapatkan di sekolah. Uraikan secara detil semampu kamu.

Kira-kira inilah contoh visualisasinya, yang tergambar dalam imajinasimu.

“Aku adalah seorang pelajar yang suka akan tantangan, namun aku pandai mengaturnya dan tidak mudah tertekanan. Aku melihat diriku menjalin persahabatan dengan teman-teman baru. Aku melihat diriku memiliki waktu yang cukup luas dan kesempatan yang sangat terbuka. Aku juga membayangkan sebuah pengalaman yang seimbang – kombinasi dari pengalaman akademis, aktivitas fisik, sosialisasi, namun tetap dipenuhi kesenangan. Kata kunci yang kupergunakan adalah ‘kesempurnaan’. Semuanya harus berpadu secara ideal dan sempurna.

Inilah adalah sebuah langkah penting yang harus kuambil. Aku harus memprogram diriku untuk berhasil. Kapan pun aku bertemu rintangan dan hambatan, maka visi idealku adalah aku harus kuat dan mampu menemukan cara untuk mengatasinya. Aku harus menjadi seorang manajer dan kreator yang aktif dari pengalaman-pengalamanku, alih-alih sebagai korban yang pasif dan pasrah menghadapinya.”

Jika kamu tidak bisa mendapati sebuah penggambaran yang jelas dan bersih, pengalamanmu akan tampak tidak jelas juga. Pemberian gambaran itu akan menjadi sumber inspirasi bagimu.

Kehidupan yang nyata akan berbeda dengan apa yang dikhayalkan. Namun maksud pemberian gambaran itu bukan untuk meramalkan masa depan atau untuk membatasi kebebasanmu dalam mengambil keputusan di masa depan. Intinya adalah memberi kamu lebih banyak kejelasan untuk membuat keputusan-keputusan itu sekarang. Gambaran yang ideal akan menjadi peta yang dapat memandu kamu melalui kesulitan-kesulitan dalam menentukan pilihan.

3. Ambil sedikitnya satu kursus atau les tambahan di tiap semester.

Jadwal belajar kamu di kelas mungkin sudah cukup padat, tapi mengambil kursus atau les tambahan yang berhubungan dengan pelajaran mutlak perlu. Mengikuti sebuah bimbingan belajar, misalnya, akan sangat membantu kamu dalam mengikuti materi pelajaran di sekolah.

Kurangi kegiatan ekstra kurikuler dan batasi hanya pada satu bidang yang benar-benar kamu minati, selebihnya gunakan waktu luangmu untuk meningkatkan kemampuan atau prestasimu di bidang mata pelajaran. Mengikuti kursus bahasa Inggris, les matematika, atau bimbingan belajar akan membantu ketertinggalanmu di kelas, dan membantu menambah materi latihan yang kurang pada pelajaran yang kamu masih kurang mengerti.

4. Tetapkan sasaran yang jelas untuk setiap pelajaran

Kamu harus belajar menentukan target pada setiap mata pelajaran. Misalkan aku harus berhasil mendapatkan sedikitnya nilai 8 untuk pelajaran Matematika. Target itu harus diusahakan secara maksimal dengan berbagai cara, antara lain:

-Aku harus memperhatikan penjelasan guru setiap hari dengan seksama

-Aku harus aktif mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan guru di kelas

-Aku harus aktif melatih diri di rumah sedikitnya 2 soal untuk setiap bab/materi

-Aku harus mencari teman yang pintar dalam pelajaran itu dan meminta bimbingannya.

-Aku harus mengambil les tambahan dan seterusnya

Tanyakan perihal kemajuan belajarmu di kelas kepada guru mata pelajaranmu itu. Minta nasehatnya dalam mata pelajaran yang diberikannya untuk kemajuan belajarmu. Bukankah evaluasi kemajuan belajarnya selalu dilakukan oleh gurumu setiap pembagian rapor akhir semester?

5. Alokasikan menurut skala prioritas

Kamu tidak harus menerapkan suatu nilai usaha yang sama pada setiap mata pelajaran. Melakukan usaha tambahan memang penting, tetapi perasaan bebas untuk menguranginya pada pelajaran-pelajaran tertentu yang lebih rendah skala prioritasnya pada sasaranmu yang lebih spesifik juga perlu. Karena sangat penting untuk memelihara energi, dan tidak menghabiskannya untuk semua mata pelajaran karena kamu bisa kelelahan. Investasikan energimu dengan sebaik-baiknya menurut skala prioritas.

6. Bangunlah lebih pagi setiap hari

Banyak keuntungan yang bisa kamu peroleh apabila bangun lebih pagi. Banyak hal di rumah yang bisa kamu selesaikan sehingga tidak menjadi beban pikiran di sekolah. Begitu pun kamu dapat mengingat-ingat dan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas sekolah tanpa harus terburu-buru.

Bagi kamu yang muslim, kewajiban menjalankan shalat Subuh akan membantu untuk memudahkan bangun pagi dan menjadi kebiasaan setiap hari. Benahi buku pelajaran, lihat apa yang mesti kamu bawa hari itu ke sekolah, periksa pekerjaan rumah (PR), dan baca beberapa penjelasan penting dari materi yang akan diberikan oleh gurumu hari itu. Kalau kamu lebih dulu memahami materi yang akan diberikan, berarti kamu selangkah lebih pandai dari teman-temanmu.

Selain itu jangan lupa sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah. Energi yang cukup ditambah mental yang siap dan siaga, akan membuat kamu merasa gembira dan tertantang untuk bersekolah dan memperhatikan pelajaran.

7. Aturlah perhatian dan konsentrasi selama di kelas

Tidak semua pelajaran membutuhkan konsentrasi penuh. Karena berkonsentrasi membutuhkan energi, maka pandai-pandailah membagi energi itu secara proporsional pada setiap mata pelajaran.

Misalnya pelajaran Matematika berada pada jam ke-1 dan ke-2, sedangkan Fisika pada jam ke-5 dan ke-6 setelah pelajaran bahasa Indonesia pada jam ke-3 dan ke-4.

Aturlah untuk mengendurkan konsentrasi dan sedikit melemaskan otot-otot dan mengurangi tekanan di otak pada jam ke-3 dan ke-4, setelah konsentrasi cukup di jam ke-1 dan ke-2. Kemudian bersiap-siap kembali konsentrasi pada jam ke-5 dan ke-6. Jangan lupa mempergunakan waktu jeda istirahat untuk melemaskan otot-otot dan menyantaikan otak dengan bersantai.

Di dalam kelas pun kamu bisa mengatur irama konsentrasi. Pada bab-bab yang kamu sudah memahaminya dengan baik, kamu bisa sedikit mengurangi konsentrasi, sedangkan pada bab-bab yang kamu masih belum begitu jelas, kamu harus lebih fokus.

8. Pelajari dengan sungguh-sungguh materi pelajaran ketika pertama kali diperkenalkan

Adalah suatu pemborosan waktu kalau kamu harus mengulangi mempelajari suatu materi yang sebelumnya kamu tidak begitu memahami, sedangkan pelajaran sudah berlanjut ke materi berikutnya.

Apabila kamu kurang mengerti suatu materi, secepatnya kamu harus mengulanginya. Kunjungi seorang teman yang menurut kamu pintar dan mengerti betul materi itu. Atau kamu meminta bimbingan di luar waktu sekolah kepada guru mata pelajaran itu. Jangan malu untuk bertanya sebelum waktumu habis dan pelajaran berlanjut ke tingkat yang lebih sulit.

Bayangkan seandainya sebuah bangunan di bangun di atas pondasi yang tidak kuat, kemudian di atasnya ditumpuk batu bata. Tumpukan batu bata yang tidak kuat kemudian ditumpuki lagi batu bata lain, sehingga bangunan itu benar-benar bisa goyah dan roboh.

Setiap pelajaran disusun atas materi-materi yang saling menunjang dan berpengaruh. Apabila kamu tidak memahami dengan baik materi pada bab ke-1, kamu pasti akan mengalami kesulitan memahami materi-materi pada bab-bab selanjutnya.

9. Kembangkang dan pelajari teknik-teknik mengingat pelajaran

Menghafal adalah langkah kedua setelah memahami materi pelajaran. Ada materi yang memang harus dihafalkan, suka atau tidak suka. Seperti definisi-definisi, teori-teori, rumus-rumus dan rincian-rincian.

Kamu bisa mengembangkan cara menghafal dengan menggunakan singkatan huruf depan atau akronim, misalnya sebagai contoh adalah yang sudah sangat terkenal, tujuh warna-warna pelangi dengan menyingkat suku kata setiap warna dan menggabungkannya menjadi sebuah kalimat. Me – ji – ku – hi – bi – ni- u atau merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Untuk teori-teori dan rumus-rumus bisa dengan menuliskannya di selembar kertas karton tebal dengan spidol warna yang mencolok mata, dan menempelkannya di dinding kamar kamu. Perhatikan dan baca setiap malam sebelum kamu tidur, lalu ulangi lagi setelah kamu bangun. Ini akan sangat membantu menanamkannya di dalam memori kamu.

Ada juga yang suka menggubah suatu definisi atau teori ke dalam rangkaian nada sebuah lagu yang sudah terkenal. Bagaimana kalau kamu menyanyikan sebuah lagu, bukankah kamu tidak lagi begitu mengingatnya, seakan-akan kata-kata syair lagu itu seperti keluar secara otomatis dari mulutmu? Nah, gantilah syair-syair lagu itu dengan teori, definisi atau rumus-rumus dari pelajaranmu. Jangan takut untuk melanggar hak cipta, karena kamu tidak perlu merekam dan menjualnya.

10. Lakukanlah beberapa kesenangan yang serius!

Sebagai pelajar kamu tidak harus 100% berkutat dengan pelajaran semata. Kamu juga harus melampiaskan kegembiraan dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

Tapi ingatlah untuk tidak memboroskan rasa senang pada hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak memberikan imbal balik yang berguna bagi sekolahmu, karena kegiatan yang menyenangkan sekalipun tetap membutuhkan energi. Kegiatan yang tidak bermanfaat hanya akan menghabiskan energi tanpa memberikan efek manfaat, bahkan bisa melelahkan pikiran dan membuat kamu kehilangan gairah belajar.

Apabila kamu orang yang senang berolahraga, ambilah kegiatan olahraga yang betul-betul kamu sukai dan lakukan pada hari yang tidak mengganggu sekolahmu. Atau kalau kamu menyukai permainan musik, kamu bisa melakukannya untuk menyegarkan pikiran kamu, seperti halnya berolah raga untuk menyegarkan badanmu. Kegiatan ekstra yang membuahkan prestasi, akan menunjang nilai kamu di sekolah untuk mata pelajaran terkait.

Ada satu catatan penting yang mesti diperhatikan oleh para pelajar, yakni kegiatan berkumpul dengan teman-teman di luar jam sekolah yang diisi hanya dengan acara jalan-jalan dan hura-hura, akan memberikan dampak negatif pada tingkat konsentrasimu terhadap pelajaran di sekolah. Sebaiknya kegiatan tersebut dikurangi, atau diganti dengan kelompok belajar atau kelompok diskusi dengan membahas hal-hal berguna dan terkait dengan pelajaran di sekolah secara langsung.

Ingatlah kegiatan bersekolah bagi seorang pelajar adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dengan baik, sama halnya dengan bekerja pada orang dewasa yang sudah tidak lagi bersekolah. Apabila kalian berhasil menunaikannya, semua penghargaan dan manfaat akan terpulang kepada kalian juga.

Sumber: WikiMu

Sabtu, Maret 21, 2009

Paku

Pernah ada anak lelaki yang berwatak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-mingguberikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri dari pada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang pakupun dan dengan Gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap kali bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: "Anak ku, kamu sudah baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula."

Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusuk kanpisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawadan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.

sumber: unknown

repost: http://www.cixers.co.cc

Sabtu, Maret 08, 2008

"Warren Buffett" orang terkaya di dunia

Warren Edward Buffett (lahir 30 Agustus 1930) adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat.

Ia memiliki julukan Oracle of Omaha; Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, di mana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih AS $44 milyar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates.

Pada tahun 2008, ia menggantikan posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes dengan jumlah kekayaan AS $62 milyar.


Link terkait: Warren Buffet - CNBC Interview

Sabtu, Maret 01, 2008

Anak Indonesia di Liga Utama Belanda

Adakah Peluang Memperkuat Timnas Indonesia?

Irfan1a.jpg17 Februari 2008 adalah hari yang bersejarah untuk Irfan Bachdim. Untuk pertama kalinya pebola yang selama ini main di tim II FC Utrecht mendapat kesempatan menjajal bermain di Liga Utama Belanda, Eredivisie bersama tim utama FC Utrecht I. Itu sebenarn ya juga hari bersejarah untuk sepakbola Indonesia. Pemain muda kelahiran Amsterdam 11 Agustus 1988 itu masih warga Indonesia. Berikut perbincangan dengan Irfan Bachdim

Ranesi[RN]: Selamat dengan penampilan perdana di Eredivisi?

Irfan Bachdim [IB]: Terima Kasih.. terima kasih

RN : Gimana sejarahnya kamu dipangggil tim utama FC Utrecht?

IB : Itu karena banyak pemain FC Utrecht yang cedera, sehingga saya dapat kesempatan main. Hari Jum'at lalu seperti biasa latihan di tim FC Utrecht II. Pelatih kami, David Naschimento memiinta saya latihan dengan tim utama. Jum'at dan Sabtu ikut latihan di tim utama. Usai latihan Sabtu malam, saya lihat nama saya masuk dalam daftar pemain. Hanya belum tahu apakah di tim inti atau di bangku cadangan. Minggu paginya dibicarakan strategi permainan dan susunan pemain inti. Nama saya ternyata ada di situ. Saya sangat gembira sekali, tentu saja.

RN : Kamu dipasang di sayap kanan ya, padahal itu kan bukan posisi favoritmu?

IB : Betul, memang bukan posisi nomor 10 kesukaan saya, tapi dengan pola 4-3-3 tidak membutuhkan posisi nomor 10. Jadi dalam hal itu posisi terbaik saya sayap kanan.

RN : Apakah kamu menduga akan main penuh 2 x 45 menit?

IB : Sebenarnya tidak, apalagi ketika di menit 16 kami bermain dengan 10 orang, karena Tim Cornelisse kena kartu Merah. Saya sempat menduga akan diganti, mungkin berubah ke pola kompak, berdekatan. Tapi tim pelatih (Willem van Hannegem dan John van Loen red.) tetap mempertahankan kecepatan di depan (Irfan punya nilai lebih di kecepatan red.)

RN : Kondisi fisik kamu, tampak mengalami perkembangan. Badan kelihatan kekar dan kecepatan bertambah. Apa yang kamu lakukan selama ini?

IB : Selama ini saya menyadari bahwa tubuh saya tidak terlalu tinggi (174 cm red.) tapi tetap ingin berprestasi di tingkat atas. Jadi saya menguatkan fisik dengan fitness 3 kali seminggu di FC Utrecht Gym agar otot membesar dan kuat.

RN : Bagaimana dengan makanan. Apakah juga disesuaikan?

IB : Sudah tentu, selalu memperhatikan makanan. Tapi tidak dengan skema yang ketat.

RN : Kalau kemajuan ini terus dipertahankan maka tidak heran kalau PSSI juga tertarik. Apakah sudah ada dari pihak PSSI yang menghubungi?

IB : Belum ada, sejak Asia Cup, tidak ada lagi kontak. Kita tunggu saja.

RN : Syarat lainnya untuk terseleksi di timnas Indonesia kamu harus pegang paspor Indonesia. Tahun lalu ketika mencapai usia 18 tahun, kamu masih bisa memilih paspor Belanda atau Indonesia. Apakah sekarang kamu masih pegang paspor Indonesia?

IB : Ya, itu masih tetap. Saya tidak berubah paspor, tetap Indonesia.

RN : Jadi masih tetap mau dan ingin memperkuat timnas Indonesia?

IB : Iya itu tidak pernah berubah. Tentu harus memperhitungkan juga jadwal main di FC Utrecht.

RN: Makasih perbincangannya. Saya dan semua pencinta bola di Indonesia berharap kamu lebih sering bermain di tim utama FC Utrecht. Agar suatu saat bisa memperkuat timnas Indonesia.

Demikian wawancara dengan Irfan Bachdim, pebola warga Indonesia dalam bahasa Belanda yang dialihbahasakan.

source : http://www.ranesi.nl

Selasa, Februari 05, 2008

Warren Buffet - CNBC Interview

There was a one hour interview on CNBC with Warren Buffet, the second richest man who has donated $31 billion to charity. Here are some very interesting aspects of his life:

  1. He bought his first share at age 11 and he now regrets that he started too late!
  2. He bought a small farm at age 14 with savings from delivering newspapers.
  3. He still lives in the same small 3-bedroom house in mid-town Omaha , that he bought after he got married 50 years ago. He says that he has everything he needs in that house. His house does not have a wall or a fence.
  4. He drives his own car everywhere and does not have a driver or security people around him.
  5. He never travels by private jet, although he owns the world's largest private jet company.
  6. His company, Berkshire Hathaway, owns 63 companies. He writes only one letter each year to the CEOs of these companies, giving them goals for the year. He never holds meetings or calls them on a regular basis. He has given his CEO's only two rules.
    Rule number 1: do not lose any of your share holder's money.
    Rule number 2: Do not forget rule number 1.
  7. He does not socialize with the high society crowd. His past time after he gets home is to make himself some pop corn and watch Television.
  8. Bill Gates, the world's richest man met him for the first time only 5 years ago. Bill Gates did not think he had anything in common with Warren Buffet. So he had scheduled his meeting only for half hour. But when Gates met him, the meeting lasted for ten hours and Bill Gates became a devotee of Warren Buffet.
  9. Warren Buffet does not carry a cell phone, nor has a computer on his desk. His advice to young people: "Stay away from credit cards and invest in yourself and Remember:

A. Money doesn't create man but it is the man who created money.
B. Live your life as simple as you are.
C. Don't do what others say, just listen them, but do what you feel good.
D. Don't go on brand name; just wear those things in which u feel comfortable.
E. Don't waste your money on unnecessary things; just spend on them who really in need rather.
F. After all it's your life then why give chance to others to rule our life."

Rabu, Januari 16, 2008

Secarik Motivasi : How To Be a Nicer Person

Diterima oleh lingkungan kerja bukanlah sesuatu yang gampang. Padahal, sebetulnya ada cara yang cukup mudah, yakni dengan menjadi orang yang menyenangkan. Bagaimana caranya?

Diterima di lingkungan kerja....., merupakan hal yang membahagiakan. Bayangkan, apa yang kita rasakan jika kita dijauhi rekan kerja maupun atasan kita? Tak enak, bukan? Selain Anda jadi tak nyaman bekerja, bisa-bisa perjalanan karier Anda terhambat. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar sebagai karyawan kita diterima oleh lingkungan kerja kita?
  1. MURAH SENYUM

    Wajah cemberut, selain tidak enak dilihat, juga bisa bikin orang malas mendekat. "Wah, Si A kenapa, nih, kok mukanya 'dilipat' begitu?" begitu mungkin pikir orang di sekitar kita. Boro-boro mendekat, melihat pun tak sudi. Bagaimana orang akan dekat jika tak pernah melakukan kontak. Karena itu, cobalah untuk selalu tersenyum kepada rekan kerja Anda, siapapun. Jika kita tengah punya masalah besar, paling tidak, usahakan supaya persoalan tersebut bisa diselesaikan sebelum kita beraktivitas di kantor. Jika persoalannya ada di kantor, segera cari penyebabnya dan selesaikan. Jangan menggantung persoalan saat kita bekerja. Jadi, kita tetap kelihatan "tak ada masalah" begitu menginjakkan kaki di kantor. Ingat, selain murah, senyum juga akan mencairkan suasana.

  2. SUPEL & TIDAK SOMBONG

    Selain mengobral senyum, cobalah bersikap supel di tempat kerja. Salah satu syaratnya adalah jangan egois. Anggap orang lain sebagai partner yang sederajat dan jangan suka meremehkan orang lain. Sikap bersahabat akan membuat orang lain betah berlama-lama di dekat kita.

  3. CERDAS DAN KREATIF

    Keramahan dan kesupelan kita akan menjadi sia-sia jika tak dibekali dengan kemampuan berpikir. Oleh karena itu, asahlah pikiran kita setiap saat. Berusahalah berpikir cerdas di bidang yang kita geluti. Jangan lupa, kreatiflah. Caranya, tanamkan kepekaan terhadap lingkungan di sekitar kita dan pelajari hal-hal yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Catat hal-hal penting dan analisalah. Kalau perlu, berdiskusilah dengan rekan kerja atau atasan kita. Dengan begitu, orang juga senang berhubungan dengan kita karena kita gampang "nyambung."

  4. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK

    Sesekali, kita pasti harus mampu dan mau menjadi pendengar yang baik. Misalnya ketika rekan kerja kita menyampaikan ide-ide atau mengajak kita mendiskusikan persoalan kerja. Jika kita bukan pendengar yang baik, kita tentu akan meremehkan lawan bicara kita. Akibatnya, rekan kerja kita pun akan kecewa atau bahkan sakit hati. Menjadi pendengar yang baik juga akan membuat kehadiran kita di lingkungan kerja menjadi berarti.

  5. HUMORIS

    Selera humor patut kita miliki, karena selain bisa melepas stres kita, juga akan membantu rekan kerja kita merasakan hal yang sama. Yang perlu diperhatikan, kita harus mampu menempatkan diri. Tahu kapan kita boleh melemparkan banyolan dan kapan saatnya kita harus bersikap serius.

  6. CEPAT DAN TEPAT

    Kecerdasan yang kita miliki akan lebih sempurna jika kita bisa bekerja cepat dan tepat. Artinya, selain cepat, hasilnya pun tak perlu diragukan. Apalagi di saat seperti saat ini, kecepatan dan ketepatan sangat diperlukan bila tidak ingin ketinggalan dalam persaingan. Jadi, asah terus kecepatan dan ketepatan kita dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas kita. Selain menguntungkan diri sendiri, ini juga akan membuat rekan kerja kita merasa senang, karena proses kerja tim bisa berjalan sesuai rencana.

  7. TIDAK PLIN-PLAN

    Dimanapun, orang yang plin-plan alias tidak tegas pasti akan membuat jengkel orang-orang di sekitarnya. Omongan tak pernah bisa dipegang, dan yang lebih parah, informasi yang diberikan tidak sesuai kenyataan. Akibatnya, orang semacam ini tak akan dipercayai orang. Nah, coba tanyakan pada diri kita, apakah kita termasuk orang yang plin-plan? Jika ya, segera benahi sikap kita. Apalagi di lingkungan kantor, kita dituntut untuk bersikap tegas, bertanggungjawab dan bisa dipercaya. Bekali diri dengan teknik berkomunikasi yang baik, agar apa yang kita sampaikan bisa "kena sasaran." Jangan terbiasa mencabut omongan atau gagasan yang sudah Anda lontarkan, juga jangan terbiasa mengoreksi perkataan yang sudah kita ungkapkan. Sebab, bisa-bisa kita dicap plin-plan, yang ujung-ujungnya tidak dipercaya oleh rekan dan atasan kita.

  8. BUKAN PENJILAT

    Iklim persaingan yang begitu keras seringkali membuat seseorang khawatir bakal kalah dari rekan kerja. Yang lebih berbahaya adalah jika kekhawatiran itu menjadi berlebihan, sehingga membuat orang lupa diri dan ingin cari selamat dalam berkarier. Tak jarang, mereka kemudian memilih jalan yang salah, yaitu dengan menjadi penjilat.

    Informasi yang mereka berikan kepada atasan sifatnya hanya "asal bapak senang". Bahkan, mereka menyampaikan laporan-laporan yang isinya menjatuhkan rekan kerja yang lain. Karena itu, hindari sikap ini, karena selain akan dianggap pengecut, lingkungan juga akan membenci kita. Bagaimana kita bisa diterima di suatu lingkungan jika lingkungan itu membenci kita?

  9. SUKA MENOLONG

    "Berikan pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan," begitu ajaran orang tua kita dulu. Ajaran itu pun dapat kita terapkan dalam dunia kerja Anda. Jika rekan kita mengalami kesulitan, segeralah beri ia pertolongan sebisa mungkin. Iklim kompetitif tak lantas kemudian menutup peluang untuk saling mengisi dan membantu satu sama lain, kan? Sikap suka menolong ini tentu akan membuat kita jadi lebih diterima di lingkungan kerja.

  10. TIDAK GAMPANG EMOSI

    Salah paham atau ketidaksesuaian antar-karyawan merupakan hal jamak yang sering terjadi di lingkungan kerja. Kesalahpahaman ini bisa berujung ke adu argumentasi yang hebat. Nah, yang harus kita lakukan di saat-saat seperti itu adalah menahan diri dan mengendalikan emosi kita. Sifat gampang tersulut emosi hanya akan merugikan diri sendiri. Selain menciptakan musuh, pekerjaan pun jadi terhambat. Sebaliknya, kemampuan menahan emosi akan membuat seseorang menjadi tidak pendendam, sehingga akan disukai oleh teman sekerja.

    Cobalah berlatih untuk berpikir jernih dan memandang perbedaan sebagai suatu kelebihan. Misalnya, bisa memunculkan beragam ide positif saat diskusi. Bayangkan, kita mampu mengendalikan emosi dan tetap "tenang" saat diajak berdebat, sekeras apa pun debat itu. Pasti, hasil diskusi pun akan jauh lebih positif, kan?

  11. TIDAK MUDAH LOYO

    Seringkali, sebagai karyawan, kita dituntut bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan. Misalnya, kita harus lebih banyak lembur bulan ini, karena perusahaan saingan sudah mulai mendesak perusaaan kita. Situasi ini tentu membutuhkan seorang karyawan yang memiliki semangat dan stamina yang lebih. Dengan kata lain, karyawan yang tidak gampang loyo.

    Apa jadinya jika kita tak mampu mengikuti ritme kerja yang seperti ini? Tentu, selain mengganggu kinerja tim, kita juga akan mengganggu jalannya roda perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, siapkan diri baik-baik, sehingga kapanpun kita dituntut bekerja lebih keras, kita sudah siap. Ini juga akan membuat hubungan kita dengan rekan dan atasan kita jadi lebih mulus.

  12. MOTIVATOR ANDAL

    Di samping hal-hal yang sudah disebutkan di atas, salah satu syarat agar kita bisa diterima oleh lingkungan kerja kita adalah menjadi motivator andal bagi rekan kerja Anda. Caranya, tumbuhkan lebih dulu motivasi di dalam diri kita untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Setelah ini bisa kita jalani, baru kemudian berusahalah untuk menjadi motivator bagi rekan kerja kita yang tengah mengalami penurunan kinerja atau sedang menghadapi masalah pelik.

    Banyak hal bisa kita lakukan, dari sekadar memberi saran sampai membangun kepercayaan dirinya. Tawarkan hal-hal ringan yang menyenangkan agar ide-ide segar kembali muncul dalam benaknya dan membuatnya kembali bergairah untuk bekerja. Yang penting adalah memahami suasana hati rekan kerja kita. Jika kita dianggap sebagai orang yang selalu mempu memberi jalan keluar di saat yang tepat, tak ada alasan untuk menolak kehadiran kita. kita akan disukai oleh siapa pun di lingkungan kerja kita.

  13. Menghargai sesama rekan kerja dan tahu berterima kasih.

    Hal ini adalah yang paling akhir namun yang menjadi kunci utama pembentukan jati diri kita. kita harus bisa menghargai sesama rekan kerja atas semua usaha dan kebaikan yang diberikan terutama yang didedikasikan untuk kita.

    Terlebih jika kita punya teman yang begitu baik dan selalu memberikan perhatian terlebih pertolongan / bantuan. Siapapun akan langsung ditinggalkan temannya jika tidak bisa menghargai perhatian dan kebaikan yang pernah diberikan kepadanya. Dan langsung ia akan mendapatkan julukan : "Si tidak tau terima kasih."

    Selain menghargai kebaikan sesama teman, kita juga harus memberi perhatian kepada mereka bahkan jika mungkin kita mencari celah untuk bisa membalas kebaikannya dengan kebaikan.

sumber : http://www.iluni.org

Sabtu, November 24, 2007

Menulislah!

Pekerjaan yang paling mudah di dunia adalah mengcopy paste tulisan orang lain kemudian menyebarluaskan dan lebih mudah sekaligus memprihatinkan adalah mengcopy paste tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumber tulisan seolah-olah itu tulisannya sendiri.

Maraknya milis membuat orang bersemangat untuk memposting tapi bagi sebagian semangat memposting tidak disertai dengan semangat membaca dan menulis maka jalan yang paling mudah tanpa harus bekerja keras yaitu mengcopy paste tulisan orang lain yang masuk didalam mailboxnya dan kemudian menyebarluaskan tanpa menyebutkan sumber tulisan atau penulisnya . tantunya perbuatan seperti ini bukanlah perbuatan yang terpuji. Hargailah diri anda dengan tidak mengcopy paste tulisan orang lain & jika memang itu perlu dilakukan mohon ijinlah pada penulisnya untuk menyebarluaskan tulisan tersebut dengan menyebutkan sumber tulisan.

Jika anda memang memiliki hobi memposting dimilis ikutilah tip berikut ini:
  1. menulislah apapun yang ingin anda tulis.
  2. menulislah hal yang paling mudah buat anda.
  3. menulislah semampu anda menulis sekalipun cuman satu paragraph.
Semoga tips membantu anda untuk menulis dan mari kita stop mengcopy paste tulisan orang lain, apa lagi tanpa menyebutkan sumber tulisan.
sumber : http://agussyafii.blogspot.com/

Kamis, Oktober 18, 2007

Dinilai Sukses Pasarkan Indonesia, SBY Dapat Penghargaan

Penghargaan tersebut diberikan pakar marketing Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya dari "Philip Kotler Center for ASEAN Marketing", sebelum Presiden Yudhoyono membuka ASEAN Forum 2007 yang bertema "Rethinking ASEAN: Towards ASEAN Community 2015" di Kantor Sekretariat ASEAN Jakarta, Selasa.

Philip Kotler Center for ASEAN Marketing memberikan penghargaan ini karena menilai Presiden Yudhoyono merupakan pemimpin yang dianggap berkontribusi signifikan terhadap pembangunan suatu negara melalui pemasaran, baik langsung maupun tidak langsung.

Presiden Yudhoyono dinilai mampu mengangkat martabat bangsa di ASEAN dengan menempatkan Indonesia sebagai jangkar perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara, sehingga berdampak positif secara global.

Philip Kotler menyebut Yudhoyono sebagai pemimpin pertama yang dipilih langsung dalam pemilu yang demokratis dan berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, mampu menciptakan stabilitas politik dalam negeri, serta dapat menjalin hubungan internasional yang baik dengan bangsa lain.

Sementara itu, dalam kesempatan itu Presiden Yudhoyono menyatakan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya.

sumber : http://www.antara.co.id

Selasa, Agustus 07, 2007

Goldman Sach Prediksi tentang Indonesia

Goldman Sach adalah salah satu bank investasi terbesar di dunia. Karena itu, apa yang dikatakan lembaga itu tentu disertai dasar yang jelas dan selalu mendapat perhatian dari khalayak.

Dalam tulisan terbaru "N-11: More Than an Acronym", (Global Economics Paper No 153, Maret 28, 2007), Goldman Sach membuat suatu prediksi perekonomian global pada tahun 2050. Dalam makalah itu Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan nomor tujuh di dunia setelah China, AS, India, Brasil, Meksiko, dan Rusia.

Prediksi mirip makalah The World in 2050 yang disiapkan Pricewaterhousecoopers, yang menempatkan Indonesia pada kekuatan nomor enam setelah AS, China, India, Jepang, dan Brasil. Dari kedua tulisan itu menarik disimak bahwa urutan enam besar perekonomian dunia bisa berbeda, tetapi urutan Indonesia keenam atau ketujuh relatif tidak banyak berbeda.

Pada tahun 2025, Goldman Sach memprediksi perekonomian Indonesia akan sebesar di antara Kanada dan Turki. Dalam hal ini, PDB Indonesia akan menempati urutan ke-14, Kanada berada di atasnya urutan ke-13. Dua puluh lima tahun kemudian, Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ketujuh perekonomian dunia, melampaui Jepang, Inggris, Jerman, Nigeria, Perancis, Korea, dan Turki. Apakah prediksi itu memiliki alasan kuat?

Yang jelas, sudah ada dua lembaga amat terhormat di dunia yang membuat prediksi seperti itu. Karena itu, merupakan suatu hal yang menarik untuk melihat data yang digunakan Goldman Sach dan prediksi jangka pendek mereka.

Goldman Sach menggunakan tahun 2006 sebagai tahun dasar. Seberapa akurat data yang digunakan dibandingkan dengan data resmi yang dipublikasikan? Sebagai catatan, Goldman Sach juga menggunakan data ofisial, meski untuk tahun 2006 masih menggunakan angka prediksi.

Ternyata data tahun 2006 yang kita miliki menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dibandingkan dengan data Goldman Sach. Total PDB, misalnya, mencapai angka sekitar 366 miliar dollar AS dibandingkan dengan prediksi Goldman Sach sebesar 350 miliar dollar AS. Dengan angka lebih tinggi itu, pendapatan per kapita penduduk Indonesia mencapai 1.663 dollar AS tahun 2006, sedangkan menurut data Goldman Sach sebesar 1.508 dollar AS. Selain angka PDB, perbedaan angka pendapatan per kapita juga disebabkan jumlah penduduk yang menurut Goldman Sach sebesar 232 juta penduduk, lebih besar daripada angka sebenarnya.

Bagi yang skeptis, prediksi ini bisa dianggap membuang-buang waktu. Meskipun demikian, mengingat nama besar kedua institusi itu, rasanya kita perlu melihat secara lebih jernih apa yang mereka lakukan dengan apa yang sudah terjadi beberapa tahun terakhir ini.

Tampaknya, apa yang dimunculkan kedua institusi itu kian menemukan bentuknya dalam "The World in 2007" (Economist edisi Desember 2006). Dalam edisi itu disebutkan ada 66 negara yang memiliki perekonomian terbesar di dunia, dengan data cukup rinci. Dalam daftar itu, Indonesia ada pada urutan ke-21 dengan menggunakan nilai tukar pasar (market exchange rate, bukan dengan PPP rate). Dibandingkan dengan data 2004, Indonesia masih di urutan ke-25-26 bersama Arab Saudi.

Dalam artikel itu disebutkan, PDB Arab Saudi tetap di urutan ke-26 meski terjadi kenaikan amat tinggi harga minyak bumi. Indonesia dalam tiga tahun telah dan akan melampaui Austria, Norwegia, Turki, dan Polandia. Tahun ini saya prediksi PDB Indonesia akan mencapai sekitar 410 miliar dollar AS. Ini bisa membawa Indonesia pada urutan ke-20, melampaui Taiwan.

Pada tahun 2010, seperti dikemukakan sebelumnya, Indonesia akan melampaui Swiss, Swedia, dan Belgia, dengan total PDB sekitar 550 miliar dollar AS. Jika ini terjadi, posisi ke-14 sebagaimana prediksi Goldman Sach tahun 2025, bukan tidak mungkin akan terlampaui bahkan sebelum akhir tahun 2020.

Semoga mimpi ini akan membawa kemakmuran lebih besar bagi penduduk Indonesia tanpa terkecuali.

Sumber/Referensi : Cyrillus Harinowo (www.kompas.com ; 1 Agustus 2007)

Kamis, Juni 21, 2007

Team For Success

Seorang Bos Perusahaan besar mengeluh mengapa kinerja usahanya tidak maksimal,
padahal para karyawan perusahaan tersebut adalah orang-orang bertitel sarjana dan
hebat. Tentu para ahli manajemen punya segudang jawaban. Namun, barangkali yang
lebih menarik adalah cerita seorang praktisi di bawah ini :

Harry Artinian, mantan petinggi perusahaan Colgate-Palmolive Co, pernah bercerita
tentang seorang pengusaha yang bercita-cita membuat mobil idaman. Apa yang dilakukan-
nya? Ia mengawali cita-cita hebat ini dengan menyewa sebuah gudang dan memenuhinya
dengan 150 merek mobil terbaik. Ia lalu menyuruh para insinyurnya untuk mencari
bagian-bagian yang paling bagus dari setiap mobil-mobil terkemukan yang dibelinya tsb.

"Demikianlah, akhirnya para insinyur itu memilih mesian terbaik dari Mercedes, meng-
ambil handle pintu terbaik dari Volvo, mengambil sistem transmisi terbaik dari Toyota,
memakai steering-set yang paling handal dari Ford, mengadopsi piranti central-lock dari
BMW, mencomot teknologi ABS jempolan dari Nissan, demikian seterusnya. Setiap merek
mobil diambil bagian yang terbaik.

Akhirnya, tim insinyur tersebut berhasil membuat sebuah mobil "sempurna" yang terdiri
atas 15.000 spare-parts dari berbagai merek mobil.
Namun, apa yang terjadi ? Ternyata mobil idaman ini tak bisa berfungsi sebagaimana
mestinya. Pasalnya, antar bagian-bagiannya tidak bisa bekerja sama.

Agar terjadi sinergi serta kerja sama yang harmonis, setiap orang dalam sebuah unit
usaha haruslah berfungsi sebagai TEAM, bukan sekedar kumpulan individu yang pintar.

Sumber : Yustinus Sumantri Hp.,SJ

diterima melalu email dari anwar.fauzi@tso.astra.co.id

Jumat, Mei 04, 2007

Children Learn What They Live (1998)

by Dorothy Law Nolte (1924 - 2005)

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

Excerpted from the book CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE
©1998 by Dorothy Law Nolte and Rachel Harris
The poem "Children Learn What They Live"
©Dorothy Law Nolte

Senin, April 09, 2007

Mahasiswi FHUI Menangi Kompetisi Internasional

Hanna Azkiya, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), berhasil mencetak prestasi dan mengharumkan nama Indonesia dalam fora Internasional dengan memenangi kompetisi peradilan semu bergengsi di Amerika Serikat.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana SH di Jakarta, Rabu, mengatakan Hanna Azkiya, mahasiswi angkatan 2003 ber-IPK 2,96, menjadi Best Oralist (Oralis peringkat I) pada kompetisi peradilan semu bergengsi internasional Philip C. Jessup Moot Court Competition yang diselenggarakan pada tanggal 25 hingga 31 Maret di Washington DC.

Hanna menyisihkan rekan-rekannya dari 95 universitas dunia yang mencakup lebih dari 200 mahasiswa, termasuk dari fakultas dan sekolah hukum dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, China dan Malaysia.

Pengumuman oleh panitia dari Intenational Law Students Association (http://www.ilsa.org) dilakukan pada tanggal 31 Maret pukul 9 malam waktu setempat. Peradilan semu Philip C. Jessup Moot Court Competition merupakan peradilan simulasi dari International Court of Justice yang berkedudukan di Den Haag.

Peradilan semu ini diadakan oleh International Students Association yang berada di bawah American Society of International Law sejak tahun 1960. Oralist adalah mahasiswa yang berperan sebagai pengacara untuk menyampaikan argumentasi dan pertanyaan simultan yang dilontarkan oleh hakim.

Disamping kemampuan bahasa, Oralist dituntut untuk bisa menjawab berbagai pertanyaan secara tepat dan pandai dalam memilih kata dan kalimat. Pendeknya Oralist diuji kemampuan beracara di depan sidang.

Hanna Azkiya yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1986 telah mengikuti kompetisi Jessup sebanyak dua kali. Ia pernah meraih prestasi sebagai Best Speaker dalam pertandingan peradilan semu bidang Maritim pada tahun 2005 di Sydney, Australia.

Dalam kompetisi Jessup tingkat nasional (national round) di Jakarta awal tahun ini, Hanna Azkiya terpilih sebagai Best Oralist. Kemampuan bahasa Inggris dan ketrampilan untuk meyakinkan hakim di depan sidang dari mahasiswi yang menggunakan jilbab dan lulus dari SMU Al-Azhar, Kemang, ini memang luar biasa. Memang pantas bagi Hanna untuk mendapat peringkat pertama sebagai Oralist.

Sementara itu, Tim Fakultas Hukum UI tahun ini belum berhasil masuk dalam 24 besar dunia. Terakhir tim UI mencetak prestasi pada tahun 2004 yang pada saat itu masuk sebagai Octafinalist.

Menurut Hikmahanto, Universitas Indonesia, khususnya Fakultas Hukum, sangat bangga atas prestasi yang dicetak oleh Hanna Azkiya. Komitmen UI untuk "go international" dan menjadikan dirinya "World Class University" semakin nyata dengan prestasi yang diraih oleh institusi, pengajar dan mahasiswanya.

"Prestasi ini pula yang diharapkan dapat memberikan harapan bidang hukum di Indonesia yang saat ini mengalami banyak tantangan. Generasi penerus menjadi kunci bagi reformasi dan pembenahan hukum di Indonesia di masa mendatang," demikian Hikmahanto. Saat ini Hanna Azkiya beserta Tim UI masih berada di Amerika Serikat.

sumber : http://www.suaramerdeka.com

Kamis, Maret 22, 2007

It’s Just Broken Home Not Broken Us!

Sering banget istilah broken home kita temui, seperti situasi keluarga yang berantakan karena orangtua tidak peduli sama keluarga, keadaan yang bikin kita nggak betah di rumah, dan kondisi yang tidak harmonis bisa disebut broken home.

Sebagian orang mengatakan, broken home akan berakhir pada perpisahan atau perceraian suami-istri yang dilandaskan pada keputusan terbaik. Mungkin iya untuk mereka, tapi apa itu juga yang terbaik untuk kita sebagai anak????

Kita sebagai anak yang biasa dijadiin korban pasti bingung harus gimana. Bisa kita jadi murung, sedih, dan malu. Kita juga jadi hilang pegangan dari orangtua yang seharusnya membimbing kita. Nggak ada satu orang pun yang menginginkan keadaan keluarga kayak gini. Kita harus bangun dari "mimpi buruk" itu….

1. Nggak boleh nyerah sama keadaan. Coba ngomong sama orangtua buat membicarakan masalah yang ada sampai nemuin kunci buat nyelesein.

2. Kalau nggak berhasil nyatuin, ya kita tetep harus selalu mikir positif sama apa yang terjadi. Kita harus coba menerima dan tegar. Jauhkan segala pikiran buruk yang bisa menjerumuskan kita menuju kehancuran atau malah menyiksa diri sendiri.

3. Cobain deh hal-hal baru yang menantang, kayak hiking, rafting, atau olahraga alam. Yang bisa bikin kita lebih segar dan ngelupain hal-hal buruk.

4. Kita nggak sendirian lho! Lo bisa cari tempat buat cerita-cerita.Tapi, yang pasti cuma orang-orang tertentu yang bisa dipercaya aja lho. Jangan sembarang orang!

5. Bangun dari mimpi masa lalu. Kita harus belajar sadar bahwa di balik keputusan bokap-nyokap yang nyakitin kita, larut dalam keadaan nggak bikin kita sehat atau dapetin kebahagiaan yang kita inginkan. Buktiin kalau kita bisa. Buktiin kalau kita tetap sama kayak anak lain. Buktiin kalau kita bisa ngasih yang lebih baik daripada yang lain. Tetap berusaha dan semangat ! Itu kuncinya.

6. "Take a new position at our home". Mungkin setelah nggak ada lagi papa-mama di rumah, kita bisa ngambil posisi mereka di rumah. Kita belajar untuk lebih dewasa dan kita bisa belajar bertanggung jawab lebih besar dibandingkan anak-anak lain.

7. "Let the history be the history and do something for the future". Masa lalu biarin aja jadi masa lalu, jangan terus-terusan nyalahin apa yang udah terjadi. Inget, kita nggak hidup untuk masa lalu, tapi buat masa depan. Jangan jadi minder sama keadaan kita yang bukan dari "happy family". Justru jadiin itu motivasi buat masa depan yang lebih baik.

8. "Don’t waste your time just for something useless". Jangan pernah tertarik sama narkoba atau hal-hal negatif semacamnya. Pelarian kayak gitu sama sekali nggak menyelesaikan masalah. Malah bakal menambah masalah.

9. "Keep praying". Tuhan pasti selalu ngasih jalan yang terbaik buat kita. Walaupun kadang-kadang kita merasa nggak dikasih keadilan, suatu saat lo pasti tahu. Kita bener-bener udah dikasih apa yang terbaik dan yang paling baik di antara semuanya.

sumber : Kompas cybermedia

Senin, Maret 19, 2007

Setengah Isi Setengah Kosong

Satu ilustrasi dalam pelatihan motivasi yang lazim sering dilakukan adalah dengan mengambil sebuah gelas yang setengahnya berisi air. Setiap orang diminta untuk mengatakan apa yang dilihatnya. Sebagian mengatakan gelas itu setengah kosong dan sebagain lagi melihat gelas tersebut setengah masih berisi. Dilihat dari 'kebenaran' berdasarkan fakta, kedua jawaban itu benar. Dibalik itu semua, yang menarik adalah cara pandangnya. Coba perhatikan dengan seksama, mereka yang mengatakan gelas tersebut setengah kosong mengilustrasikan bahwa cara pandang yang pesimis, sedangkan yang melihat gelas tersebut setengah masih ada isinya, bahkan dengan semangat mengatakan "masih ada setengah lagi, Pak!" mengilustrasikan cara pandang yang positif. (Parlindungan Marpaung, "Setengah Isi Setengah Kosong", Cetakan VI, Agustus 2006, hal 134)

Begitu potongan artikel yang dikutip dari buku yang mengaku (tercetak dicovernya pada Cetakan VI, Agustus 2006) sebagai "Best Seller Nasional".

“Setengah Isi Setengah Kosong” berisi kumpulan artikel yang "... terjadi dalam kehidupan kita dan dari beberapa pakar yang terlebih dahulu menikmati pahit getirnya kehidupan." ( -potongan- Prakata, Parlindungan Marpaung, "Setengah Isi Setengah Kosong", Cetakan VI, Agustus 2006). Pernyataan tersebut meindikasikan penyusun secara jujur mengakui bahwa 63 artikel yang ada dalam buku tersebut tidak murni buah pikirannya, dan Parlindungan Marpaung 'mengupas' artikel tersebut menggunakan 'cara pandang positif'-nya.

Cara Pandang Positif

Cara pandang yang positif akan memampukan kita untuk selalu optimis memandang situasi dan kondisi yang sedang terjadi di tengah lingkungan kita. Bahkan melalui cara pandang yang demikian, secara tidak langsung akan mempengaruhi bagaimana kualitas hidup dan nilai hidup yang dimilikinya. Itulah sebabnya mereka yang mempunyai cara pandang positif akan memiliki willingness to do more (keinginanuntuk melakukan lebih dari yang diminta) dan memiliki watak pekerja cerdas (smart worker). Individu yang memiliki cara pandang demikian juga, secara pribadi akan mampu memetakan kompetensi dan minatnya sehingga dia akan tahu di mana dan bagaimana dia berkembang. Dengan niat yang tulus, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, karena dia tahu karena itu merupakan bagian dari hidupnya.

Stephen Covey berkata, "Ketika kita memandang permasalahan dan beban itu berasal dari diri kita, justru pada saat itu sebenarnya kitalah yang sedang bermasalah". Sedangkan pepatah Cina berbunyi, "Daripada mengutuki kegelapan, lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan".

dikutip dari "Setengah Isi Setengah Kosong", Parlindungan Marpaung, Cetakan VI, Agustus 2006

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...