Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 05, 2008

Windows Vista - Antarmuka Bahasa Indonesia

Paket Antarmuka Bahasa Indonesia Windows Vista menyediakan versi terjemahan parsial untuk bagian Windows yang paling umum digunakan. Setelah menginstal PAB, maka teks di dalam wisaya, kotak dialog, menu, topik Bantuan dan Dukungan, dan unsur lainnya di dalam antarmuka pengguna akan ditampilkan dalam bahasa PAB. Teks yang tidak diterjemahkan akan tetap dalam bahasa dasar Windows Vista.

Paket Antarmuka Bahasa Indonesia Windows Vista harus lolos persyaratan validasi Microsoft Genuine. Program Windows Genuine Advantage (WGA) dan program Office Genuine Advantage (OGA) adalah bagian dari upaya Microsoft yang terus berlangsung untuk melindungi para pelanggan dan mitranya dari perangkat lunak palsu dan untuk meningkatkan kesadaran pelanggan akan manfaat dari perangkat lunak Microsoft asli.
Rincian Cepat
Nama File:LIP_id-ID.mlc
Versi:1.0
Tanggal Dipublikasikan:18/12/2007
Bahasa:Indonesia
Ukuran Download:2.4 MB

Link Download Paket Antarmuka Bahasa Indonesia Windows Vista

Senin, Februari 12, 2007

"Jalan pintas" untuk Microsoft Word

Buat temen-temen yang sering menggunakan Microsoft Word, aplikasi perkantoran dari Bill Gates, berikut ini beberapa 'perintah pendek' (shortcut) yang bisa mempercepat pekerjaan anda.

F4 atau CTRL+Y = Mengulang perintah terakhir
CTRL + F = Find and Replace
CTRL + G = Pergi ke suatu halaman, seksi, baris, dan lain-lain
CTRL + BACKSPACE = Menghapus sebuah kata di kiri kursor
CTRL + DEL = Menghapus sebuah kata di kanan kursor
SHIFT+ F3 = Mengubah case
CTRL + B = Bold (cetak tebal)
CTRL + I = Italicize (cetak miring).
CTRL + HOME = Ke awal dokumen
CTRL + END = Ke akhir dokumen
CTRL + SHIFT+HOME = Memilih (blok) ke awal dokumen
CTRL + SHIFT+END = Memilih (blok) ke akhir dokumen
SHIFT+ F7 = Membuka thesaurus
CTRL + K = Memasukkan sebuah hyperlink
CTRL + A = Memilih (blok) semua
CTRL + C = Mengkopi
CTRL + V = Paste
CTRL + Z = Undo (membatalkan perintah terakhir)
CTRL + S = Save
CTRL + P = Print
CTRL + O = Open

Beberapa shortcut tersebut juga dapat digunakan untuk aplikasi lainnya. Semoga berguna!

Rabu, November 08, 2006

RI siap negosiasi dengan vendor software

"Harus dinegosiasikan dengan vendor software" (Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, soal upaya melegalkan aplikasi komputer yang digunakan institusi pemerintah)
Pemerintah siap bernegosiasi dengan vendor aplikasi komputer sumber tertutup dalam upaya melegalkan seluruh aplikasi komputer yang digunakan seluruh institusi pemerintah yang dipatok selama tiga tahun.

Namun, sebelum itu pemerintah juga akan mengumumkan kepada publik mengenai seluruh aplikasi komputer yang digunakan dari pemerintahan tingkat pusat hingga daerah. Aplikasi itu berupa murni peranti lunak, peranti keras, maupun kombinasi antara keduanya.

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan pengumuman itu sangat penting untuk menunjukkan keterbukaan pemerintah dan adanya itikad baik atas inisiatif sendiri, yang diharapkan diterjemahkan secara positif oleh publik, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Kusmayanto, pembicaraan negosiasi bisa dilakukan secara one-to-one antara pemerintah dan vendor. Negosiasi, lanjut dia, menjadi penting ketika pemerintah dihadapkan pada kondisi harus menggunakan aplikasi tertutup, ketika belum ada pengganti dari peranti lunak terbuka.

"Pemerintah beli lisensinya atau bayar lisensi ke depan. Bagaimana dengan yang lalu? Ini kan harus dinegosiasikan. Jangan kita beli, dituntut, terus yang lalu-lalu juga mesti dibayar. Akankah kita dapat amnesti atau kita dapatkan discount," ujar dia kepada Bisnis, baru-baru ini.

Kusmayanto menyebut pertemuan dengan kalangan vendor akan dilakukan Selasa [hari ini]. Dalam pertemuan itu, dari pemerintah dijadwalkan hadir beberapa menteri a.l. Menkominfo Sofyan Djalil, Mendag Mari E. Pangestu, Menperin Fahmi Idris, dan Mendiknas Bambang Sudibyo. Sementara dari pihak vendor dijadwalkan hadir di antaranya Microsoft, IBM, Oracle, HP, Nokia, dan Siemens.

Imbal balik

Di samping kemungkinan memperjuangkan amnesti dan diskon, dengan program 'pemutihan' itu pemerintah akan mengajukan beberapa skema kepada vendor sebagai imbal baliknya.

Kusmayanto mencontohkan adanya peluang pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan jaringan vendor-vendor asal AS untuk mendapatkan bantuan terkait program Millennium Challenge yang dijalankan oleh negeri Paman Sam tersebut.

Millenium Challenge merupakan program pemerintah AS untuk membantu negara-negara ketika agar terhindar dari tudingan pembajakan.

Mengenai kemungkinan para vendor akan menolak permintaan pemerintah itu, Kusmayanto menilai seharusnya mereka bisa menerima usulan pemerintah untuk pertimbangan jangka panjang.

"Kalau sampai dia [vendor] mau tanda tangan, dengan pemerintah lho...Private company tanda tangan dengan pemerintah, buat mereka itu suatu yang besar. Silakan dikibar-kibarkan. Kalau jadi dia, saya ambil. Sesudah itu, ke depan lets talk business," tandasnya. Hasil pembicaraan tersebut nantinya akan berujung pada perjanjian kesepakatan antara pemerintah dan para vendor.

Menurut Kusmayanto, dengan melakukan perjanjian itu tidak akan menjatuhkan posisi pemerintah di hadapan publik. Bahkan, kata dia, pemerintah akan meraih banyak manfaat dan keuntungan.

"Kami tunjukkan kepada rakyat, khususnya yang frustasi kalangan intelektual yang jadi malas berkreasi. Pemerintah mau mendukung [mereka]. Secara internasional, gengsi kita naik. Martabat kita naik, baik secara sosio politis maupun ekonomi. Yang tak kalah penting adalah, ini creats jobs."

Sementara itu, menanggapi tudingan lambannya penerapan peranti lunak terbuka, khususnya Indonesia Go Open Source (IGOS) di lingkungan pemerintah, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi mengatakan Menkominfo telah mengeluarkan Surat Edaran No. 05 tentang kewajiban pemakaian peranti lunak legal di lingkungan instansi pemerintah. (BISNIS INDONESIA, 7 November 2006/ foto : humasristek)
Selasa,07 November 2006 11:04
sumber : http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=1400

Kamis, Juli 20, 2006

Menerjemahkan Angka ke Kata-kata di dalam Microsoft Excel

Ini salah satu cara bagaimana menerjemahkan angka ke dalam kata-kata dengan Visual Basic for Application dan nantinya akan dikenali sebagai macro.

Fungsi tersebut akan berguna:

  • Menerjemahkan angka ke dalam kata-kata sampai dengan 15 digit termasuk nilai desimal (ratusan trilian apabila tanpa nilai desimal). Angka 15 digit ini merupakan nilai yang dapat ditampung MS Excel sebelum dirubah ke nilai exponen.
  • Desimal yang diterjemahkan sampai dengan dua angka dibelakang koma.
  • Mengenal 4 Style, yaitu cara penulisan huruf besar/kecil-nya.
  • Bebas menggunakan satuan yang diinginkan.

Langkah-langkanya adalah sebaigai berikut (ilustrasi menggunakan Ms Office 2000):

  1. Buka aplikasi MS Excel, apabila secara otomatis tidak muncul workbook baru (atau Book 1) maka bukalah Workbook baru dari File > New… (Ctrl+N);
  2. Pada workbook baru pada sheet mana saja pilihlah Tools > Macro > Visual Basic Editor atau dengan shortcut Alt+F11. Lihat Gambar 1.

    Gambar 1
  3. Setelah itu akan muncul window baru bertitle Microsoft Visual Basic. Setelah itu, pilih Insert > Module. Pada Module 1 yang baru dibuat, letakkan kursor pada bagian Code. Apabila belum muncul atau beralih ke bagian tersebut pilih View > Code (F7).
  4. Pada lembar kosong tersebut copy paste-kan code program pada file terbilang.txt. Lihat Gambar 2.

    Gambar 2
  1. Setelah Anda selesai mengcopy pilih File > Close and Return to Microsoft Excel untuk kembali ke workbook MS Excel.
  2. Simpan workbook tersebut, namai misalnya terbilang.xls.
  3. Sekarang Anda dapat mencoba fungsi tersebut dalam sheet mana saja dalam workbook tersebut. Misalnya Anda ketikan pada cell A1 angka berapa saja. Pilih cell yang akan menampung terjemahan kata-katanya, misalnya di A2.
  4. Pilih Insert > Function…, maka akan muncul dialog box daftar fungsi di MS Excel. Lihat Gambar 3.

    Gambar 3
  5. Dari daftar dalam Function category, pilihlah User Defined, sehingga dalam daftar di Function name muncul nama fungsi terbilang, pilih fungsi tersebut kemudian klik OK, sehingga muncul dialog box seperti Gambar 4.

    Gambar 4
  6. Isilah dialog box di atas dengan ketentuan sebagai berikut:
    Nilai_Angka
    Isilah dengan angka yang akan diterjemahkan, atau isi dengan nama cell yang berisi angka yang akan diterjemahkan, misalnya A1.
    Style
    Isi dengan kode 1 sampai dengan 4 untuk menentukan cara penulisannya.
    1: Teks terbilang ditulis dengan huruf besar (kapital) semua (uppercase);
    2: Teks terbilang ditulis dengan huruf kecil semua (lowercase);
    3: Teks terbilang ditulis dengan huruf besar pada awal kata saja (title case);
    4: Teks terbilang ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama saja (sentence case).
    Isian style sifatnya optional, apabila tidak diisi maka defaultnya 4 (sentence case).
    Satuan
    Isi dengan satuan untuk teks terbilang, misalnya rupiah, unit atau buah. Isian satuan sifatnya optional, apabila dikosongkan maka teks terbilang ditulis tanpa satuan tertentu.
  7. Anda juga dapat langsung menggunakan fungsi terbilang secara langsung pada cell dengan formula:
    =terbilang(Nilai_Angka;Style;”Satuan”)
    Penjelasan lihat di atas. Perlu diperhatikan bahwa penulisan satuan ditulis dengan cara diapit tanda petik(”).
  8. Sekarang Anda tutup workbook tersebut. Coba buka kembali workbook tersebut, maka akan muncul peringatan seperti Gambar 5. Untuk dapat menggunakan fungsi terbilang diatas Anda harus memilih Enable Macros setiap kali Anda menggunakan

    Gambar 5

Fungsi terbilang pada cell dan worksheet mana saja tetapi terbatas pada workbook tersebut.

Setiap kali Anda membuat file MS Excel dan memerlukan fungsi terbilang Anda harus mengulangi langkah-langkah di atas atau Anda menyimpan dengan nama atau lokasi yang berbeda dengan cara File > Save As…


Agar setiap kali membuat file/workbook baru, dapat menggunakan fungsi terbilang.

Ada cara agar setiap kali membuat file/workbook baru, Anda langsung dapat menggunakan fungsi terbilang. Langkah-langkahnya:

  1. Buka file yang Anda simpan di atas yang berekstensi xls. Kemudian pilih File > Save As.. Kemudian pada isian File name isi dengan nama file, misalnya terbilang. Pada isian Save as type pilih Microsoft Excel Add-In (*.xla). Lihat Gambar 6.

    Gambar 6
    Secara default folder yang terbuka untuk menyimpan file type Add-In ini berada pada C:WINDOWS\Aplication Data\Microsoft\AddIns, sebaiknya Anda menyimpannya pada folder ini, meskipun Anda dapat menentukan lokasi lain. Nantinya file yang disimpan berekstensi xla.
  2. Setelah Anda menyimpannya, tutup MS Excel. Buka kembali dengan workbook baru.
  3. Pada workbook baru tersebut pilih Tools > Add-Ins… Muncul dialog box seperti pada Gambar 7.

    Gambar 7
    Klik Browse… maka secara default Anda dihadapkan pada isi folder AddIns seperti disebut pada point 1, kemudian pilih file Add-In terbilang tersebut. Maka fungsi terbilang akan masuk list pada Add-Ins available seperti pada Gambar 7. Pastikan Anda beri tanda check. Kemudian klik OK.
  4. Pada workbook baru ini, Anda sudah dapat menggunakan fungsi terbilang, begitu pula saat Anda nanti membuat file/workbook baru.
  5. Anda dapat menonaktifkan Add-In ini dengan menghilangkan tanda check seperti tersbut di atas.

Sumber: http://maseko.com click here for original article

linkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...