Minggu, Juni 04, 2017
Informasi 50 besar peringkat passing grade SMA Negeri di Provinsi DKI Jakarta
1. SMA 8 passing grade 36.75
2. SMA 28 passing grade 36.45
3. SMA 81 passing grade 35.85
4. SMA 68 passing grade 35.55
5. SMA 34 passing grade 35.40
6. SMA 61 passing grade 35.20
7. SMA 70 passing grade 35.20
8. SMA 26 passing grade 34.75
9. SMA 47 passing grade 34.45
10. SMA 39 passing grade 34.35
11. SMA 71 passing grade 34.35
12. SMA 21 passing grade 34.25
13. SMA 78 passing grade 34.10
14. SMA 38 passing grade 34.00
15. SMA 6 passing grade 33.90
16. SMA 12 passing grade 33.80
17. SMA 48 passing grade 33.75
18. SMA 14 passing grade 33.70
19. SMA 82 passing grade 33.20
20. SMA 3 passing grade 32.95
21. SMA 13 passing grade 32.90
22. SMA 90 passing grade 32.70
23. SMA 49 passing grade 32.60
24. SMA 54 passing grade 32.45
25. SMA 99 passing grade 32.40
26. SMA 103 passing grade 32.35
27. SMA 77 passing grade 32.25
28. SMA 91 passing grade 32.25
29. SMA 62 passing grade 31.85
30. SMA 67 passing grade 31.85
31. SMA 66 passing grade 31.75
32. SMA 112 passing grade 31.75
33. SMA 44 passing grade 31.70
34. SMA 55 passing grade 31.70
35. SMA 29 passing grade 31.60
36. SMA 42 passing grade 31.40
37. SMA 63 passing grade 31.15
38. SMA 98 passing grade 31.15
39. SMA 33 passing grade 31.05
40. SMA 46 passing grade 31.05
41. SMA 87 passing grade 31.05
42. SMA 58 passing grade 30.90
43. SMA 65 passing grade 30.90
44. SMA 53 passing grade 30.80
45. SMA 1 passing grade 30.75
46. SMA 60 passing grade 30.60
47. SMA 59 passing grade 30.40i
48. SMA 2 passing grade 29.95
49. SMA 109 passing grade 29.90
50. SMA 32 passing grade 29.85
Sumber: Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Senin, Juli 27, 2009
Indonesia Pertahankan Tradisi Emas Olimpiade Fisika
Dari lima wakil yang dikirim, semuanya meraih medali masing-masing 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Satu-satunya peraih emas adalah Fernaldo Richtia Winnerdy dari SMAK BPK Penabur, Gading Serpon, Banten.
Peraih perak masing-masing Winson Tanputraman dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, Dzuhri Radityo Utomo dari SMAN 1 Yogyakarta, dan Andri Pradana dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta. Sementara itu, peraih perunggu adalah Paul Zakaria Fajar Hanakata dari SMAN 1 Denpasar, Bali.
"Saya merasa cukup puas dan bangga karena tim IPHO Indonesia bisa mempertahankan medali emas dan semua peserta merebut medali," ujar dr Sungkowo, Direktur Pembinaan SLTA, seusai kepulangan tim TOFI, Rabu (22/7) petang.
Ia menambahkan, siswa yang mendapatkan medali pada kejuaraan IPHO akan diberi beasiswa, di antaranya untuk medali emas akan mendapat beasiswa hingga program S-3 dan perguruan tingginya dipilih berdasarkan kehendak siswa. Peraih medali perak mendapat beasiswa hingga program S-2 dan perguruan tingginya juga dipilih berdasarkan kehendak siswa. Peraih medali perunggu mendapat beasiswa hanya program S-1 dan perguruan tingginya hanya di Indonesia yang dipilih oleh pemerintah.
Kamis, Mei 03, 2007
Indonesia Kalahkan Cina di Eksperimen Fisika pada APhO Ke-8
Jakarta, Senin (30 April 2007)—Pelajar Indonesia berhasil mengalahkan Cina di bidang eksperimen Fisika pada ajang Olimpiade Fisika Tingkat Asia atau Asian Physics Olympiad (APhO) VIII yang berlangsung di Shanghai, Cina pada 21-29 April 2007. Keberhasilan tersebut membawa tim Indonesia meraih dua emas, tiga perak, dan dua
perunggu.
Adalah Muhammad Firmansyah Kasim, siswa kelas I SMAN Athirah Makassar yang berhasil mengalahkan semua saingannya dalam Fisika eksperimen. Setelah digabung dengan nilai teori Firmansyah meraih nilai total 43,2 point. Dia berhasil menempati urutan kedua dari 153 peserta, hanya selisih 0,1 point dibanding peraih absolute winner
Yun Yang dari Cina dengan nilai total 43,3 point.
Atas prestasi tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Cina yang berhasil meraih tujuh emas dan satu perak. Sementara posisi ketiga ditempati Taiwan dengan tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu, sedangkan posisi keempat ditempati Singapura dengan satu emas. Adapun Australia, Israel, India, Kazakhstan, Srilanka tidak mampu meraih medali emas.
Pemimpin delegasi Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) Yohanes Surya mengatakan keberhasilan ini sangat menggembirakan, karena dalam Olimpiade Fisika Tahun 1994 yang juga diselenggarakan di Cina, negara lain susah mendapat medali emas dan hanya Cina yang mendominasi. "Kita dapat dua medali emas, ini sesuatu yang luar biasa. Negara-negara lain memuji hasil yang diperoleh tim Indonesia," katanya pada jumpa pers di terminal kedatangan VIP Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (29/04/2007) malam usai menempuh perjalanan pulang dari Cina.
Adapun emas kedua dipersembahkan oleh Rudi Handoko Tanin, siswa SMA Sutomo I Medan. Sementara perak diraih oleh Musawadah Mukhtar, siswa SMAN 78 Jakarta, David Halim, siswa SMA Katolik Xaverius Bandar Lampung, dan Ivan Gozali, siswa SMA Katolik Kanisius Jakarta, sedangkan medali perunggu diraih oleh Yosua Michael Maranatha, siswa SMAN 3 Yogyakarta dan Adam Badra Cahaya, siswa SMAN 1 Jember.
Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto menyampaikan ucapan selamat kepada TOFI yang telah mengharumkan nama bangsa. Menurut dia, keberhasilan ini merupakan salah satu indikasi penting dari capaian pendidikan nasional di Indonesia.
Suyanto mengatakan bagi pelajar yang berprestasi tersebut akan mendapat beasiswa, yakni diterima pada jenjang sekolah di atasnya tanpa tes. "Pemerintah memiliki kemauan baik, supaya anak-anak ini memperoleh pendidikan bebas hambatan," katanya.
Terkait keikutsertaan TOFI pada Olimpiade Fisika Tingkat Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) XXXVIII di Teheran, Iran pada 13-21 Juni 2007, Yohanes menargetkan meraih juara umum dengan menyabet lima medali emas sekaligus menyandang absolute winner.**